Bola.com, Jakarta - Pembalap Ducati, Marc Marquez, mengungkap perjudian yang dilakukannya sesaat sebelum start Sprint Race MotoGP San Marino 2026. Pembalap Spanyol itu secara mendadak memilih ban belakang Michelin medium, keputusan yang akhirnya menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangannya.
Sebanyak 15 dari 21 pembalap memilih ban belakang soft pada Sprint Race yang berlangsung Sabtu (12/9/2026). Pilihan tersebut dianggap lebih aman karena tingkat degradasi ban di Sirkuit Misano tergolong rendah. Namun, Marc Marquez mengambil keputusan berbeda.
Ia memilih menggunakan ban medium, bahkan setelah berada di grid untuk memulai balapan dari posisi kedua. Strategi itu membuatnya berbeda dari mayoritas pembalap, termasuk Marco Bezzecchi yang memulai balapan dari pole position dan tetap menggunakan ban soft.
Padahal, secara teori, ban soft seharusnya memberikan keuntungan lebih besar saat start.
Namun, Marc Marquez justru melakukan start dengan sangat baik. Ia langsung melancarkan manuver di Tikungan 1, mengulangi aksi sukses yang sebelumnya dilakukan saat Sprint Race Aragon.
Marquez kemudian mampu membangun keunggulan lebih dari satu detik dalam lima lap pertama. Bezzecchi memang sempat memangkas jarak menjelang akhir balapan, tetapi Marquez kembali menjauh dan akhirnya mengamankan kemenangan Sprint keenamnya musim ini.
Dibuat di Menit-Menit Terakhir
Selepas balapan, Marc Marquez mengungkap keputusan menggunakan ban medium baru dibuat pada menit-menit terakhir.
Awalnya, ia meyakini ban soft merupakan pilihan yang tepat untuk Sprint Race. Namun setelah menganalisis data bersama tim Ducati, Marquez berubah pikiran.
"Awalnya saya percaya cara bekerja dengan ban soft adalah pilihan yang tepat untuk Sprint Race. Namun, sedikit demi sedikit, kami memahami dan menganalisis bersama Ducati bahwa kedua ban memiliki performa yang sangat berimbang," ujar Marquez, seperti dikutip dari Motosport.
Menurut Marquez, kedua jenis ban sebenarnya sama-sama memungkinkan pembalap finis di podium. Namun, data dan feeling yang didapat membuatnya berani mengambil risiko dengan ban medium.
"Dengan kedua ban, saya bisa finis di podium. Namun, feedback, data, dan berbagai hal lainnya memberi saya ide untuk menggunakan ban medium," lanjutnya.
Ganti Ban di Grid
Marquez bahkan sudah memperhitungkan skenario jika tetap memakai ban soft.
"Saya tahu dengan ban soft saya bisa finis kedua atau ketiga. Dengan ban medium, saya juga bisa finis kedua, ketiga, atau bahkan menang. Jadi, itu memberi saya dorongan ekstra untuk bertarung dengan Bezzecchi," jelasnya.
Marc Marquez juga menjelaskan alasan dirinya akhirnya menghindari ban soft.
Ia menilai pilihan tersebut memiliki risiko lebih besar, terutama setelah dua pembalap Ducati, Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio, mengalami kecelakaan saat kualifikasi.
"Bukan berarti mustahil menang dengan ban soft, tetapi risikonya lebih besar. Dengan ban medium, saya bisa mengelolanya dengan lebih baik," kata Marquez.
"Semua tergantung motor dan gaya balap. Namun, pagi ini kami mengalami beberapa masalah dengan ban soft. Saya melihatnya sedikit berisiko. Seperti yang Anda lihat di kualifikasi, banyak pembalap Ducati mengalami kecelakaan dengan cara yang sama."
"Jadi, dengan ban medium, saya merasa pengalaman yang saya miliki di atas Ducati membantu mengatasi masalah tersebut dengan lebih baik," imbuhnya.
Menariknya, ketika ditanya kapan keputusan menggunakan ban medium dibuat, Marquez menjawab singkat. "Di grid," katanya.
Bezzecchi Bisa Lebih Sulit Dikalahkan
Marquez juga menilai pilihan ban menjadi faktor yang sangat menentukan hasil Sprint Race.
Menurutnya, Bezzecchi bisa memberikan perlawanan lebih sengit jika menggunakan ban medium seperti dirinya.
"Balapan ditentukan oleh ban belakang. Saya keluar dengan percaya diri menggunakan ban medium, dan terkadang hal itu lebih penting daripada jenis ban yang Anda gunakan," tutur Marquez.
Jika Bezzecchi juga memilih ban medium, Marquez yakin jalannya balapan akan jauh lebih sulit baginya.
"Jika Bezzecchi menggunakan ban medium, semuanya akan lebih sulit bagi saya. Saat latihan, saya melihat dia lebih cepat ketika kami sama-sama menggunakan ban soft," ungkapnya.
"Saya mencoba sesuatu yang berbeda dan ternyata berhasil dengan baik."
Sumber: Motosport