Bola.com, Jepara - Pelatih Persijap Jepara, Juan Cortes, sangat kecewa dengan hasil negatif yang kembali dialami anak asuhnya setelah tumbang dari Borneo FC pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Sabtu (12/9/2026), Persijap harus mengakui keunggulan Borneo FC setelah tumbang 0-1 dari tim tamu.
Pada laga ini, Laskar Kalinyamat sudah tertinggal saat pertandingan baru dimulai. Pesut Etam sudah mengawali keunggulan melalui gol Rodrigo Varanda ketika laga baru menginjak menit ke-3.
"Ini adalah pertandingan yang sulit bagi kami. Pastinya ini bukan hasil yang kami inginkan. Di babak pertama, kami merasa tidak nyaman saat menguasai bola. Pada akhirnya, kami menciptakan dua atau tiga peluang untuk mencetak gol," kata Juan Cortes.
Punya Banyak PR
Juru taktik asal Spanyol itu menyinggung sejumlah aspek yang masih menjadi kekurangan anak asuhnya. Dua hal utama yang menjadi perhatiannya ialah bagaimana Persijap mengeksekusi fase terakhir serangan.
Ketika memasuki area sepertiga akhir lapangan, umpan terakhir Laskar Kalinyamat tidak maksimal. Menurut Juan Cortes, ini disebabkan oleh bagaimana pemainnya mengambil keputusan di fase tersebut.
"Namun, di babak kedua, kami berusaha untuk tetap mempertahankan bola, meningkatkan penguasaan bola, agar bisa berada lebih dekat ke kotak penalti lawan. Kami perlu memperbaiki umpan terakhir dan pengambilan keputusan akhir kami di sepertiga akhir lapangan," ungkapnya.
Pelatih Bukan Pesulap
Hasil negatif ini tentu meninggalkan kekecewaan yang mendalam. Juan Cortes menegaskan timnya masih butuh waktu untuk berkembang karena persiapan menghadapi kompetisi dengan mepet.
Bahkan, ia menegaskan apabila seorang pelatih bukanlah pesulap yang bisa melakukan perubahan secara instan. Juan mengakui, timnya masih harus banyak berbenah untuk menjadi skuad yang solid.
"Saya tidak senang, kami tidak senang, tetapi kami butuh waktu. Ini baru empat minggu pertama kami. Ini bukan alasan, ini adalah kenyataan kami, jadi kami butuh waktu," ujar pelatih berusia 42 tahun itu.
"Ini tidak seperti sulap di mana Anda bisa langsung menempatkan 11 pemain dan bermain layaknya sebuah tim yang solid karena kami butuh waktu untuk saling mengenal, untuk meningkatkan model permainan kami," tambahnya.
Harus Bekerja Keras
Yang terakhir, Juan menegaskan Persijap harus berusaha keras untuk berbenah setelah menelan dua kekalahan di awal musim ini. Tidak ada banyak waktu, tetapi upaya maksimal harus dilakukan agar Laskar Kalinyamat bisa bersaing.
"Jadi, inilah situasi sebenarnya. Kami hanya harus bekerja dengan sangat keras, berusaha memperbaikinya secepat mungkin agar siap untuk bersaing. Itulah analisis saya terhadap situasi yang kami hadapi saat ini," ucapnya.