Bola.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo meminta Liga Pro Saudi mengambil tindakan tegas terhadap suporter yang diduga mengejek Ruben Neves dengan chant tentang mendiang Diogo Jota.
Ronaldo bahkan menilai mereka yang terlibat seharusnya mendapat larangan masuk stadion seumur hidup.
Insiden tersebut terjadi ketika Neves membela Al Hilal dalam pertandingan melawan Al Taawoun di Stadion Al Taawoun, Buraidah, Sabtu (12-9-2026).
Rekaman dari tribune stadion yang beredar luas di media sosial memperlihatkan gelandang asal Portugal itu berdiri di dekat suporter tuan rumah saat bersiap mengambil tendangan bebas.
Dari rekaman tersebut terdengar sejumlah suporter meneriakkan nama "Jota" berulang kali. Neves kemudian terlihat memberikan tepuk tangan bernada sarkastis kepada mereka.
Ia juga menunjuk ke arah langit sebelum mengarahkan jarinya ke mata sambil melihat ke tribune tempat nyanyian tersebut diduga berasal.
Reaksi Ronaldo
Seusai pertandingan, Neves sempat memberikan komentar singkat kepada awak media.
"Saya hanya berharap mereka tidak pergi berdoa nanti setelah apa yang mereka lakukan," kata pemain berusia 29 tahun itu, dikutip dari The Athletic.
Neves tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.
Ronaldo, yang bermain untuk Al Nassr sekaligus merupakan rekan Neves di Timnas Portugal dan pernah bermain bersama Jota, turut merespons insiden itu.
Ia meminta otoritas kompetisi memberikan hukuman terhadap suporter yang melakukan tindakan tersebut.
"Kompetisi harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku suporter seperti ini. Ini bukan lagi sepak bola dan harus ada batasnya. Orang-orang yang berperilaku seperti ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk stadion lagi," tulis Ronaldo melalui Instagram.
Persahabatan Neves dan Jota
Neves dan Jota memiliki hubungan yang dekat, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Keduanya hanya terpaut usia empat bulan dan sama-sama pernah menjadi rekan setim di level junior Timnas Portugal sebelum kembali bermain bersama di Porto.
Pada Juli 2017, ketika sama-sama berusia 20 tahun, Neves dan Jota bergabung dengan Wolverhampton Wanderers yang saat itu berlaga di Championship. Keduanya kemudian menjadi rekan setim selama tiga musim.
Kedua keluarga juga tinggal di kawasan Compton, Wolverhampton. Mereka kerap menghabiskan waktu bersama, termasuk bersama anak-anak masing-masing.
Di lapangan, Neves dan Jota ikut membantu Wolves promosi ke Premier League. Keduanya juga kemudian menjadi bagian dari Timnas Portugal senior.
Kedekatan Neves dan Jota
Kedekatan tersebut masih terlihat dari tato di betis Neves yang menggambarkan dirinya sedang berpelukan dengan Jota.
Neves juga menjadi satu di antara pengusung peti jenazah pada pemakaman Jota.
Jota meninggal dunia pada Juli 2025 dalam usia 28 tahun. Ia dan adiknya, Andre Silva, yang berusia 25 tahun, tewas setelah mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Zamora, Spanyol.
Jota mengoleksi 49 caps bersama Timnas Portugal dan mengenakan nomor punggung 21. Nomor tersebut kemudian diwarisi Neves, Agustus tahun lalu.
"Dia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Diogo dan merupakan orang yang ideal untuk mewakilinya," ujar Roberto Martinez yang saat itu menjabat pelatih Timnas Portugal.
Al Hilal Menang Telak
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak Al Hilal. Pasukan Simone Inzaghi menang 6-0 atas Al Taawoun.
Mantan penyerang Arsenal, Gabriel Martinelli, mencetak hattrick, sedangkan penyerang Timnas Inggris, Ollie Watkins, menyumbangkan dua gol.
Kemenangan itu membuat Al Hilal berada di puncak klasemen dengan koleksi 18 poin dari tujuh pertandingan. Sementara itu, Al Taawoun menempati posisi ke-17, hanya satu tingkat di atas dasar klasemen.
Sumber: The Athletic