Ruben Neves Diejek dengan Nyanyian Diogo Jota, Federasi Sepak Bola Arab Saudi Lakukan Investigasi

Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) lakukan investigasi menyusul chant tentang mendiang Diogo Jota yang diarahkan suporter ke pemain Al Hilal, Ruben Neves.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 September 2026, 12:15 WIB
(Dari kiri) Penjaga gawang Portugal #12, Jose Sa, gelandang Portugal #25, Pedro Neto, gelandang Portugal #18, Ruben Neves, dan penyerang Portugal #21, Diogo Jota, memeriksa lapangan sebelum pertandingan babak 16 besar UEFA Euro 2024 antara Portugal dan Slovenia di Frankfurt Arena di Frankfurt am Main pada 1 Juli 2024. (JAVIER SORIANO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) memastikan bakal melakukan investigasi terkait insiden yang melibatkan Ruben Neves dalam pertandingan Liga Pro Saudi, Minggu (13-9-2026) dini hari WIB.

Gelandang Al Hilal itu diduga menjadi sasaran ejekan suporter lewat chant atau nyanyian yang membawa-bawa mendiang Diogo Jota.

Advertisement

SAFF menyatakan komite terkait akan mengambil tindakan yang diperlukan setelah proses pemeriksaan selesai.

Menurut SAFF, kejadian tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai sepak bola Arab Saudi dan prinsip sportivitas.

"SAFF dan SPL menegaskan bahwa memanfaatkan tragedi pribadi untuk tujuan penghinaan atau provokasi merupakan perilaku yang tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat dalam sepak bola Arab Saudi," demikian pernyataan SAFF, dikutip The Athletic.

"Hasilnya akan diumumkan setelah proses terkait selesai," lanjut pernyataan tersebut.


Ronaldo Mengecam

Penyerang Portugal, Cristiano Ronaldo (tengah), merayakan gol pertama mereka bersama penyerang Portugal, Diogo Jota (kiri), dan gelandang Portugal, Bernardo Silva (kanan), selama pertandingan Grup F UEFA EURO 2020 antara Portugal dan Jerman di Allianz Arena di Munich pada 19 Juni 2021. (Matthias Hangst/POOL/AFP)

Insiden itu sebelumnya mendapat kecaman dari Cristiano Ronaldo.

Kapten Timnas Portugal yang kini bermain untuk Al Nassr tersebut meminta Liga Pro Saudi memberikan hukuman tegas kepada suporter yang terlibat, termasuk larangan seumur hidup masuk stadion.

"Liga harus mengambil tindakan dan memberikan hukuman terhadap perilaku suporter seperti ini. Ini sudah bukan sepak bola lagi dan harus ada batasnya. Orang-orang yang melakukan tindakan seperti ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk ke stadion lagi,” tulis Ronaldo melalui Instagram.

Al Hilal juga menyampaikan penolakan terhadap tindakan tersebut. Klub menilai chant yang ditujukan kepada Neves sebagai tindakan yang "menyinggung dan tidak dapat diterima" serta telah mengajukan laporan kepada SAFF.

Dalam pernyataannya, Al Hilal menyebut tindakan itu bertentangan dengan nilai dan etika olahraga karena telah melewati batas persaingan serta dukungan suporter.

"Persaingan olahraga, sekeras apa pun, tidak dapat menjadi pembenaran untuk mencampuri persoalan pribadi atau kondisi kemanusiaan para pemain. Persaingan juga tidak membenarkan pemanfaatan perasaan kehilangan sebagai sarana untuk melakukan provokasi atau penghinaan," tulis Al Hilal.


Nyanyian tentang Jota

Memasuki babak kedua, Portugal tetap mendominasi permainan. Peluang bertubi-tubi skuat Seleccao akhirnya pecah pada menit ke-75. Umpan silang Joao Cancelo berhasil ditanduk oleh Diogo Jota. (Foto: AP/Aziz Karimov)

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan Neves sedang bersiap mengambil tendangan bebas di dekat tribune suporter tuan rumah. Dari arah tribune terdengar nyanyian "Jota, Jota, Jota".

Neves kemudian terlihat bertepuk tangan secara sarkastis ke arah suporter. Ia juga menunjuk ke langit sebelum mengarahkan gestur menunjuk matanya ke arah bagian tribune tempat nyanyian tersebut diduga berasal.

Setelah pertandingan, Neves sempat memberikan komentar singkat kepada wartawan ketika berjalan melewati awak media.

"Saya hanya berharap mereka tidak pergi berdoa nanti setelah apa yang mereka lakukan," ujar Neves tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai insiden tersebut.


Persahabatan Neves dan Jota

Cristiano Ronaldo #7 dari Portugal dan rekan satu timnya merayakan dengan kaos untuk memperingati mendiang rekan setimnya Diogo Jota setelah kemenangan 2-1 dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Kroasia di Stadion Toronto pada 3 Juli 2026 di Toronto, Ontario. (Mattia Ozbot/Getty Images melalui AFP)

Jota meninggal dunia pada Juli 2025 dalam usia 28 tahun. Ia dan adiknya yang berusia 25 tahun, Andre Silva, meninggal setelah mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Zamora, Spanyol.

Hubungan Neves dan Jota sangat dekat, baik di dalam maupun di luar lapangan. Keduanya lahir dengan jarak hanya empat bulan dan pernah menjadi rekan setim di level junior Timnas Portugal sebelum kembali bersama di Porto.

Pada Juli 2017, keduanya bergabung dengan Wolverhampton Wanderers ketika klub tersebut masih bermain di Championship. Saat itu, Neves dan Jota sama-sama berusia 20 tahun.

Mereka kemudian menjadi rekan setim Wolves selama tiga musim. Keluarga keduanya juga tinggal di kawasan Compton, Wolverhampton.

Dengan sama-sama telah memiliki anak kecil, Neves dan Jota beserta keluarga mereka kerap menghabiskan waktu bersama.


Dalam dan Luar Lapangan

Istri Diogo Jota, Rute Cardoso (tengah), mengikuti peti jenazah suaminya yang dibawa keluar gereja setelah upacara pemakaman suaminya dan sang adik, Andre Silva, di Gereja Induk Gondomar, di pinggiran Porto, pada 5 Juli 2025. Diogo Jota dan saudaranya meninggal dalam kecelakaan mobil di Spanyol pada 3 Juli 2025, yang memicu kesedihan yang meluas tepat setelah bintang Portugal itu menikah. (MIGUEL RIOPA/AFP)

Di lapangan, keduanya membantu Wolves promosi ke Premier League. Neves dan Jota juga menjadi pemain reguler Timnas Portugal.

Kedekatan tersebut bahkan diabadikan Neves melalui tato di betisnya yang memperlihatkan dirinya bersama Jota sedang berpelukan. Neves juga menjadi salah satu pembawa peti jenazah dalam pemakaman Jota.

Jota mencatat 49 penampilan bersama Timnas Portugal dan mengenakan nomor punggung 21. Nomor tersebut kemudian diwariskan kepada Neves pada Agustus tahun lalu.

"Dia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Diogo dan merupakan orang yang ideal untuk mewakilinya," kata mantan pelatih Portugal, Roberto Martinez, saat keputusan tersebut dibuat.

 

Sumber: The Athletic

Berita Terkait