Pengakuan Andoni Iraola Ungkap Masalah Liverpool setelah Ditahan Fulham: Kami Kurang Kesegaran

Andoni Iraola mengakui Liverpool kehilangan kesegaran saat bermain imbang tanpa gol melawan Fulham, masalah yang berpotensi kembali muncul di tengah padatnya jadwal musim ini.

BolaCom | Fauzi Ananta DharmawanDiterbitkan 14 September 2026, 17:30 WIB
Andoni Iraola dikenalkan sebagai pelatih baru Liverpool. (Official X Liverpool FC)

Bola.com, Liverpool - Liverpool gagal meraih kemenangan saat menjamu Fulham di Anfield pada Sabtu (12/9/2026). The Reds harus puas bermain imbang 0-0 setelah kesulitan menciptakan peluang dan menghasilkan ancaman berarti di lini depan.

Hasil tersebut terasa mengecewakan setelah Liverpool tampil impresif saat mengalahkan Atletico Madrid 2-1 pada pertandingan sebelumnya. Ketika menghadapi wakil Spanyol itu, Liverpool mampu bangkit setelah tertinggal akibat gol Marcos Llorente dan kemudian mengendalikan pertandingan.

Advertisement

Perbedaan intensitas kedua pertandingan terlihat dari catatan aktivitas pemain. Berdasarkan data FotMob, Liverpool mencatat 167 lari berintensitas tinggi dan menempuh 2,3 mil saat menghadapi Atletico Madrid. Ketika melawan Fulham, catatan tersebut turun menjadi 124 sprint dan 1,4 mil, yang menjadi angka terendah Liverpool sejak Iraola mengambil alih tim.


Liverpool Kehabisan Kesegaran

Kiper Liverpool Alisson Becker (kiri) lakukan penyelamatan pada laga melawan Fulham dalam lanjutan Liga Inggris 2026/2027 di Anfield, Sabtu (12/9/2026). (AFP/Paul Ellis)

Iraola mengakui timnya tidak berada dalam kondisi terbaik ketika menghadapi Fulham. Menurutnya, persoalan tersebut berpengaruh langsung terhadap kemampuan Liverpool dalam menciptakan peluang dan membuat perbedaan di lini serang.

“Apa yang kurang, saya rasa cukup jelas. Ini adalah pertandingan pertama sebagai sebuah tim di mana kami kesulitan menciptakan peluang, mencetak gol, dan membuat perbedaan dalam serangan. Itulah alasan utama kami tidak bisa menciptakan peluang seperti yang kami inginkan,” ujar Iraola.

“Mudah bagi saya, bagi Anda, bagi semua orang untuk mengatakan bahwa para pemain kelelahan. Memang ada kurangnya kesegaran dan kami tidak bisa menyembunyikannya. Ini adalah jeda terburuk dalam hal waktu, hanya sekitar 60 jam setelah pertandingan besar yang kami jalani sebelumnya. Namun, situasi seperti ini akan terjadi sepanjang musim dan kami harus beradaptasi,” katanya.

Pelatih asal Basque tersebut menyadari Liverpool harus memiliki cara lain untuk memenangkan pertandingan ketika performa ofensif mereka tidak berada pada level terbaik.

“Dalam pertandingan seperti ini, terkadang Anda harus menang melalui bola mati atau momen brilian dari pemain-pemain ofensif. Jelas, kami tidak tampil sebaik pertandingan-pertandingan sebelumnya dalam hal menyerang,” tutur Iraola.


Jadwal Padat Mulai Menghantui Liverpool

Striker Liverpool, Alexander Isak (kiri), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Ipswich Town kala kedua tim bermain di Portman Road, Ipswich, pada laga pekan ketiga Premier League 2026/2027, Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB. (Henry NICHOLLS / AFP)

Pertandingan melawan Fulham menjadi gambaran awal mengenai tantangan yang akan dihadapi Liverpool sepanjang musim. Setelah jeda internasional pada akhir September, mereka akan menjalani perjalanan ke Austria untuk menghadapi LASK sebelum bertemu Brentford di London barat hanya 69 jam kemudian.

Situasi serupa kembali menanti pada awal November. Liverpool dijadwalkan menghadapi Crystal Palace tiga hari setelah melakukan perjalanan ke Turki untuk melawan Fenerbahce di Istanbul.

Tuntutan bermain di kompetisi Eropa juga menjadi pengalaman yang relatif baru bagi Iraola. Selama menangani Rayo Vallecano dan Bournemouth, ia belum pernah membawa kedua klub tersebut tampil di kompetisi UEFA.

Satu-satunya pengalaman Iraola sebelumnya di kompetisi Eropa terjadi pada 2018 bersama AEK Larnaca. Ia membawa klub Siprus itu melewati tiga babak kualifikasi Liga Europa hingga mencapai fase grup.

Namun, perjalanan tersebut berakhir buruk. AEK hanya meraih satu kemenangan sebelum tersingkir. Setelah itu, performa mereka menurun dan Iraola gagal membawa tim meraih kemenangan dalam lima pertandingan beruntun hingga akhir 2018.

Iraola akhirnya dipecat pada pertengahan Januari. Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari masa lalu yang harus ia jadikan pelajaran saat menghadapi tuntutan jadwal padat bersama Liverpool.

Sumber: SI

Berita Terkait