Bola.com, Jakarta - Ribuan suporter Manchester United melakukan protes di dalam dan di luar Old Trafford kepada pemilik Setan Merah pada laga derbi Manchester di Old Trafford, Minggu (13/9/2026).
Kerumunan penggemar MU berkumpul di depan stadion dengan suar, menanggapi seruan dari Grup 1958 sebelum memasuki terowongan Munich.
Bentuk protes mereka ditunjukkan dengan penunjukkan spanduk bertuliskan “The way you treat us is a disgrace” yang artinya cara kalian memperlakukan kami adalah suatu aib.
Menurut laporan Inside World Football, kemarahan ini karena penjualan tiket. Pekan ini, The Red Army menerbitkan data dari investigasi mereka terhadap praktik calo.
The Red Army mengonfirmasi bahwa 685 akun telah diblokir dengan 464 akun lainnya dikenai sanksi atau peringatan.
Tuntuan pada Glazer
Meski begitu, mereka menambahkan bahwa 468 kasus telah dibereskan setelah para pendukung memberikan informasi yang relevan.
“Kecuali jika dukungan para penggemar dari generasi kami yang selalu hadir di pertandingan diberi suara yang benar-benar didengarkan, sedikit yang tersisa dari budaya penggemar kami akan segera hilang selamanya,” kata The Red Army, seperti dilansir dari Inside World Football pada Senin, (14/9/2026).
Banyak lagu yang secara langsung menargetkan pemilik saham minoritas, Sir Jim Ratcliffe, sebuah tanda bahwa para penggemar menganggapnya bertanggung jawab sama seperti keluarga Glazer, yang tidak pernah dimaafkan atas pembelian perusahaan dengan utang pada tahun 2005.
Kritik Pedas
Steve Compton dari 1958 Group menunjukkan kritik pedasnya.
“Ratcliffe datang dan memberi kita secercah harapan, tetapi idenya untuk mengembalikan Manchester ke Man United sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan. Ini telah memengaruhi kesehatan masyarakat” katanya.
Kemarahan ini tidak akan hilang dalam waktu cepat karena MU dihadapkan dengan laporan keuangan tahunan pada 23 September.
Kabarnya, mereka sedang mengemban hutang sebanyak 1 miliar poundsterling (Rp23,81 triliun).
Belum lagi, mereka dibebani dengan keharusan merenovasi stadion yang memakan biaya sekitar dua miliar poundsterling (Rp46 triliun).
Sumber: Inside World Football