Bola.com, Jakarta - Lamine Yamal kembali menunjukkan perkembangan luar biasa bersama Barcelona. Penyerang muda asal Spanyol itu mulai memasuki level performa yang membuat perbandingan dengan Lionel Messi semakin sulit dihindari.
Perbandingan Yamal dengan Messi sebenarnya sudah muncul sejak sang pemain menembus tim utama Barcelona. Namun, memasangkan pemain yang masih sangat muda dengan legenda seperti Messi dianggap terlalu dini.
Kini, situasinya mulai berbeda. Yamal terus berkembang dan bahkan mencatat sejumlah pencapaian yang membuat banyak pihak kembali melihat kemiripan dengan perjalanan awal karier Messi di Barcelona.
Messi sudah tampil luar biasa sebelum kedatangan Pep Guardiola pada 2008. Pada musim 2007/2008, misalnya, ia mencetak 13 gol dan memberikan 16 assist untuk Barcelona yang mengakhiri La Liga di posisi ketiga tanpa trofi.
Setahun kemudian, Messi berkembang menjadi pemain yang jauh lebih dominan. Di bawah Guardiola, ia menjadi pusat permainan Barcelona dan membantu klub tersebut meraih treble.
Yamal memang belum berada di level tersebut. Namun, performanya pada awal musim 2026/2027 memberikan indikasi bahwa ia sedang mengalami perkembangan besar.
Tiga Brace dalam Tiga Pertandingan
Salah satu indikator paling menarik adalah produktivitas Yamal di La Liga. Ia mencetak dua gol dalam tiga pertandingan secara beruntun.
Catatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan dalam kontribusinya di depan gawang. Sebelumnya, Yamal memang sudah memiliki statistik yang sangat baik untuk pemain seusianya, tetapi belum selalu konsisten mencetak gol atau assist setiap pekan.
Musim lalu, misalnya, Yamal menjadi salah satu pemain dengan rating WhoScored terbaik di La Liga. Ia mencatat rata-rata 8,23, menjadi satu-satunya pemain yang mampu menembus angka 8,00 dalam kompetisi tersebut.
Namun, catatan Messi pada masa jayanya masih berada di level berbeda. Messi mampu mencatat rata-rata rating di atas 8,00 dalam setiap musim dari 2009/2010 hingga 2020/2021.
Menariknya, awal musim ini Yamal mencatat rating 7,87, 10,00, 9,89, dan 8,69 dalam empat pertandingan La Liga. Rata-ratanya mencapai 8,63.
Ia juga mendapat rating sempurna 10 ketika Barcelona menghadapi Feyenoord di Liga Champions.
Barcelona Siapkan Panggung untuk Yamal
Yamal kini memiliki fondasi yang semakin kuat untuk berkembang. Chemistry-nya dengan pemain seperti Raphinha dan Fermin Lopez terus meningkat, sementara kedatangan sejumlah pemain baru membuat Barcelona memiliki skuad yang lebih kompetitif.
Kondisi tersebut bisa membantu Yamal mengambil peran yang semakin besar di lini serang Barcelona.
Tentu, perjalanan musim masih panjang dan membandingkannya dengan Messi tetap membutuhkan banyak catatan. Messi sudah membuktikan dominasinya selama lebih dari satu dekade, sementara Yamal baru memulai perjalanan panjangnya.
Namun, melihat performanya saat ini, sensasi yang muncul mulai terasa familiar.
Jika Yamal mampu mempertahankan konsistensi, bukan tidak mungkin musim 2026/2027 menjadi titik penting dalam perkembangan kariernya dan menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar bersama Barcelona.
Sumber: Planet Football