Andoni Iraola Bongkar Masalah Liverpool, Lini Depan Harus Bantu Gelandang dan Bek

Andoni Iraola minta lini depan Liverpool berbuat lebih agar sstem permainan berjalan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 15 September 2026, 11:45 WIB
Pelatih Liverpool Andoni Iraola berteriak kepada para pemainnya pada babak kedua laga persahabatan pramusim antara Liverpool vs Sunderland di Nashville, Tenn., Sabtu, 25 Juli 2026. (AP Photo/George Walker IV)

Bola.com, Jakarta - Pelatih LiverpoolAndoni Iraola, menilai lini depan The Reds perlu memberikan kontribusi lebih besar agar sistem permainan yang diterapkannya bisa berjalan maksimal.

Pernyataan itu disampaikan setelah Alexander Isak dkk. tampil kurang meyakinkan saat bermain imbang tanpa gol melawan Fulham, Sabtu (12-9-2026).

Advertisement

Iraola bahkan mengakui hasil tersebut sebagai sebuah langkah mundur. Satu di antara persoalan terlihat di lini tengah ketika Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai kesulitan menghadapi pemain-pemain Fulham.

Gravenberch hanya memenangi dua dari lima duel, sedangkan Szoboszlai mencatat satu kemenangan dari sembilan duel.

Namun, Iraola tidak melihat masalah tersebut hanya berada di sektor tengah. Menurutnya, persoalan bermula dari permainan lini depan, terutama ketika para penyerang menjalankan tugas pressing.

"Masalahnya bukan hanya di lini tengah. Ketika kami bermain baik sebagai sebuah tim, para gelandang juga tampil lebih baik dan bisa merebut lebih banyak bola. Mereka membutuhkan dukungan dari pemain lain untuk memenangi duel," ujar Iraola.


Dampak Lini Depan

Striker Liverpool, Alexander Isak (kiri), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Ipswich Town kala kedua tim bermain di Portman Road, Ipswich, pada laga pekan ketiga Premier League 2026/2027, Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB. (Henry NICHOLLS / AFP)

Ia menegaskan, pekerjaan pemain di lini depan turut menentukan performa para pemain di belakangnya.

Ketika penyerang mampu menjalankan tugas dengan baik, bek dan gelandang akan terlihat lebih baik karena memiliki peluang lebih besar untuk memenangi duel.

Sebaliknya, ketika pemain depan membiarkan lawan terlalu sering menghadapi pertahanan dalam situasi satu lawan satu dan tidak memberikan tekanan agresif, para pemain bertahan juga akan mengalami kesulitan.

Itulah mengapa, Iraola menilai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengganti satu pemain dengan pemain lain.

Menurutnya, seluruh pemain harus memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada lini tengah dan pertahanan agar tim bisa tampil lebih baik, menempati posisi yang tepat, serta terlihat lebih efektif.


Siapkan Perubahan

Kiper Liverpool, Giorgi Mamardashvili, meninju bola tandukan pemain Leeds United, Sebastiaan Bornauw, dalam laga pramusim di Soldier Field, Chicago, Illinois, Senin (3/8/2026) dini hari WIB. (Daniel Bartel/Getty Images/AFP)

Iraola kemungkinan tidak akan kembali menurunkan kombinasi Alexander Isak, Bradley Barcola, Florian Wirtz, dan Victor Munoz secara bersamaan ketika Tottenham bertandang ke Anfield pada babak ketiga Carabao Cup, Rabu (16-9-2026) dini hari WIB.

Trey Nyoni disebut berpeluang menjadi starter di lini tengah. Sementara itu, Iraola memastikan Giorgi Mamardashvili akan menggantikan Alisson di posisi penjaga gawang.

Mamardashvili sebelumnya pernah menjadi pemain yang ingin direkrut Iraola ke Bournemouth.

Hasil imbang kontra Fulham menjadi hasil seri ketiga dalam empat pertandingan Premier League. Iraola juga menjelaskan persoalan lain yang membuat timnya kesulitan dalam pertandingan tersebut.

Iraola menilai Liverpool lebih sering merebut bola di area pertahanan sendiri dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya.


Rebut Bola

Kiper Liverpool Alisson Becker (kiri) lakukan penyelamatan pada laga melawan Fulham dalam lanjutan Liga Inggris 2026/2027 di Anfield, Sabtu (12/9/2026). (AFP/Paul Ellis)

Liverpool memang tidak banyak memberikan peluang kepada Fulham. Bahkan, satu-satunya peluang besar Fulham terjadi setelah Liverpool melakukan kesalahan saat melakukan tendangan gawang.

Pada laga-laga sebelumnya, Liverpool mampu merebut bola lebih jauh dari pertahanan sendiri.

Dengan begitu, mereka bisa langsung melancarkan serangan balik cepat ketika pertahanan lawan belum sepenuhnya siap dan masih memiliki ruang untuk dieksploitasi.

Menurut Iraola, merebut bola setinggi mungkin merupakan bagian penting dari sistem permainannya.

Makin dekat Liverpool merebut bola dengan gawang lawan, makin mudah mereka membangun serangan dan menciptakan situasi satu lawan satu.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait