Valencia Memanas, Komentar Pedas Rodri Pembuka Pintu Bobroknya Manajemen dan Pemecatan Carlos Corberan

Ribuan suporter membentangkan spanduk tuntutan agar pemilik klub Valencia segera hengkang.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 15 September 2026, 17:30 WIB
Pemain Levante Manu Sanchez (kiri) dan pemain Barcelona Eric Garcia berebut bola dalam pertandingan Liga Spanyol di Estadio Ciudad de Valencia, Minggu (13/9/2026). (AP Photo/Alberto Saiz)

Bola.com, Jakarta - Krisis multidimensi yang melanda klub raksasa Spanyol, Valencia, kian tak terbendung setelah kekalahan memalukan 0-5 dari Barcelona di Stadion Mestalla, Minggu (6/9/2026).

Kekalahan ini berbuntut pada pemecatan pelatih Carlos Corberan serta CEO Ron Gourlay hanya dalam hitungan hari.

Advertisement

Laga kandang tersebut sejatinya dihadiri langsung oleh Kiat Lim, putra pemilik klub Peter Lim, yang terbang khusus menggunakan pesawat pribadi dan bus tim untuk menyaksikan perjuangannya.

Namun, bukannya sambutan hangat yang didapat, Kiat Lim justru disuguhi gelombang protes ribuan suporter yang membentangkan spanduk tuntutan agar keluarganya segera hengkang dari Valencia.

Di tengah pembantaian lima gol tanpa balas tersebut, kamera liputan eksklusif program El Dia Despues menangkap percakapan tajam di bangku cadangan Barcelona antara gelandang timnas Spanyol, Rodri, dan bek muda Pau Cubarsi.

Pemenang Piala Dunia itu tanpa ragu melontarkan penilaian jujur namun menohok terkait performa skuad lawan.

"Tim ini sangat lemah, ya? Sangat lemah, kawan. Sangat buruk," ujar Rodri sambil menggelengkan kepala heran setelah mengetahui Valencia hampir menembus zona Eropa musim lalu.

Bintang Manchester City itu menambahkan dengan tegas bahwa performa anak-anak Mestalla malam itu benar-benar "malísimo" alias sangat buruk.


Kritik Tajam Rodri

Pemain Barcelona, Rodrigo, beraksi dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Athletic Bilbao di Barcelona, Spanyol, Jumat (28/8/2026). (AP Photo/Joan Monfort)

Ucapan santai namun membakar tersebut langsung viral dan memicu kemarahan manajemen Valencia, meskipun Rodri telah menyampaikan permohonan maaf secara pribadi kepada kapten Valencia, Jose Luis Gaya.

Pelatih Carlos Corberan sempat merespons dingin dengan menyatakan, "Permintaan maaf diterima, tetapi kata-kata yang tidak menguntungkan itu jelas tidak lahir dari rasa hormat."

Kritikan tajam Rodri terbukti menjadi cermin kepahitan fakta lapangan tatkala Valencia menelan kekalahan lanjutan 0-1 dari Sevilla di Sanchez Pizjuan lewat gol sundulan Juan Iglesias.

Hasil minor tersebut resmi mencatatkan rekor start terburuk sepanjang sejarah klub dan menjadi laga terakhir bagi Corberan di kursi kepelatihan.


Perombakan Besar Valencia

Pemain depan Valencia #17, Dani Gomez (ketiga dari kiri), merayakan gol bersama rekan satu timnya setelah mencetak gol kedua bagi timnya dalam pertandingan persahabatan internasional antara Timnas Meksiko dan Valencia CF dari Spanyol di Stadion Cuauhtemoc di Puebla, Meksiko, pada 12 Oktober 2024. (Yuri CORTEZ/AFP)

Pemecatan Corberan disampaikan langsung melalui panggilan video jarak jauh dari Singapura oleh Peter Lim yang berjarak 10.000 kilometer.

Ironisnya, pemecatan ini terjadi hanya lima minggu setelah durasi kontraknya diperpanjang dan beberapa hari seusai CEO Ron Gourlay berjanji menjaga stabilitas tim di hadapan awak media.

Tak berhenti di posisi pelatih, badai perombakan juga mendepak CEO Ron Gourlay bersama jajaran stafnya, lalu menunjuk Braulio Vázquez dari Osasuna sebagai direktur olahraga baru.

Pihak klub menyatakan bahwa restrukturisasi ini diharapkan menjadi penanda dimulainya era baru demi menyelamatkan tim dari ancaman jurang degradasi.

Dalam permohonan maaf terbukanya tiga hari pasca laga, Rodri menutup pembicaraan dengan harapan agar situasi membaik bagi klub nostalgia masa lalunya tersebut. "Kita semua ingin Valencia kembali ke tempat yang seharusnya, menjadi salah satu klub terbaik di liga kita," ujar Rodri.

Sumber: The Guardian

Berita Terkait