Tottenham Kalah dari Liverpool, Haruskah Roberto De Zerbi Dipecat?

Tren negatif terus berlanjut, investasi Rp9,5 triliun tapi belum membuahkan hasil.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 16 September 2026, 19:15 WIB
Pelatih kepala Tottenham Hotspur asal Italia, Roberto De Zerbi, mengamati para pemain dari pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Chelsea dan Tottenham Hotspur di Stamford Bridge di London pada 19 Mei 2026. (Adrian Dennis/AFP)

Bola.com, Jakarta - Tottenham Hotspur kembali menelan pil pahit musim ini di bawah asuhan juru taktik Roberto De Zerbi usai tersingkir dari ajang EFL Cup di Stadion Anfield, markas Liverpool.

Kekalahan tersebut kian memperpanjang catatan minor The Lilywhites di kompetisi domestik dan memperbesar tekanan pada posisi pelatih berkebangsaan Italia tersebut.

Advertisement

Spurs sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk memimpin laga terlebih dahulu, tetapi justru tertinggal oleh tembakan terukur Alexis Mac Allister dari luar kotak penalti pada babak pertama, sebelum sepakan spektakuler Cody Gakpo di babak kedua menggandakan keunggulan tuan rumah.

Tandukan Conor Gallagher sempat memperkecil kedudukan dan memberi harapan bangkit, namun Dominik Szoboszlai mengunci kemenangan 3-1 bagi Liverpool lewat gol indahnya di menit akhir.


Awal Musim yang Mengecewakan

Yoane Wissa dari Newcastle United mencetak gol kedua timnya pada pertandingan Liga Inggris antara Newcastle United dan Tottenham Hotspur, di London, Sabtu 29 Agustus 2026. (John Walton/PA via AP)

Hasil minor di Anfield memastikan De Zerbi belum mencatatkan satu pun kemenangan musim ini melawan tim-tim kasta teratas Premier League. Satu-satunya hasil positif klub hanyalah kemenangan 5-1 atas tim Championship, Charlton Athletic, pada putaran kedua ajang ini.

Di liga, Spurs menelan kekalahan menyakitkan dari Brentford dan Newcastle United, serta hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Nottingham Forest dan Everton.

Padahal, De Zerbi didatangkan pada akhir musim lalu dengan misi utama menyelamatkan klub dari ancaman degradasi, sebuah target yang berhasil dipenuhinya dengan sangat ketat lewat kemenangan tipis 1-0 pada laga pamungkas musim.

Bukannya menunjukkan pergerakan performa yang signifikan, penampilan tim di bawah kendalinya justru terasa hambar dan tanpa arah permainan yang jelas.

"Kami memiliki peluang untuk memegang kendali permainan, tetapi kelalaian di area krusial harus dibayar mahal melawan tim sekelas Liverpool," ujar De Zerbi.

Pria asal Italia tersebut sejatinya diberikan wewenang penuh dalam bursa transfer dan keputusan teknis sepak bola sepanjang musim panas, dengan merogoh kocek hingga hampir £400 juta atau sekitar Rp9,5 triliun  untuk memboyong sepuluh pemain baru.

Pada saat bersamaan, manajemen klub juga mengizinkan pelepasan permanen beberapa talenta muda potensial seperti Luka Vuskovic, Will Lankshear, Tynan Thompson, dan Pape Matar Sarr.


Statistik Buruk dan Investasi Besar yang Belum Terbayar

Sandro Tonali dari Tottenham Hotspur merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Sydney Super Cup antara tim Liga Inggris Chelsea dan Tottenham Hotspur di Stadium Australia, Sydney, pada 1 Agustus 2026. (DAVID GRAY/AFP)

Namun, terlepas dari besarnya wewenang dan investasi finansial yang diberikan, De Zerbi dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi klub, sehingga Tottenham Hotspur kini terancam kembali mengalami musim yang penuh dengan kekecewaan.

Kebijakan transfer besar besaran sejauh ini belum memberikan dampak instan pada performa keseluruhan tim di lapangan.

Statistik Roberto De Zerbi Bersama Tottenham:

  • Total Pertandingan Ditangani 13 Pertandingan
  • Kemenangan 4 Kali
  • Hasil Imbang 4 Kali
  • Kekalahan 5 Kali 
  • Total Gol Dicetak 14 Gol 
  • Total Gol Kebobolan 15 Gol 

Manajemen Tottenham telah memberikan komitmen tinggi saat menunjuk De Zerbi sebagai target utama mereka, dengan menyodorkan kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun serta menjadikannya salah satu juru taktik dengan gaji tertinggi di Inggris.

Namun, muncul pertanyaan besar di kalangan pengamat dan pendukung, sampai kapan klub harus bersabar dan kapan batas antara memberi waktu dengan keterlambatan mengambil keputusan.

Jika De Zerbi tidak mampu membalikkan keadaan dalam waktu dekat, petinggi Tottenham Hotspur dituntut tidak ragu mengambil keputusan tegas demi menyelamatkan posisi klub sebelum segalanya terlambat.

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait