Bola.com, Jakarta - Clearlake Capital kini menjadi pemegang kendali penuh Chelsea setelah Todd Boehly dan Mark Walter menjual kepemilikan saham mereka di klub. Miliarder asal Swiss, Hansjorg Wyss, juga melepas sahamnya.
Clearlake yang dipimpin dua pendirinya, Behdad Eghbali dan Jose E. Feliciano, sebelumnya memiliki 61,5 persen saham Chelsea. Sementara itu, Boehly, Walter, dan Wyss masing-masing menguasai 12,8 persen.
Perubahan kepemilikan tersebut sekaligus mengakhiri masa jabatan Boehly sebagai chairman Chelsea.
Pria asal Amerika Serikat itu menduduki posisi tersebut sejak 2022, ketika konsorsium yang dipimpinnya bersama Clearlake membeli Chelsea dari Roman Abramovich dengan nilai 2,3 miliar paun.
Abramovich dijatuhi sanksi oleh pemerintah Inggris pada Maret 2022 karena dugaan keterkaitan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Namun, Abramovich membantah tuduhan tersebut.
Ucapan Terima Kasih Boehly
BBC Sport pada Agustus lalu melaporkan Boehly dan Walter sedang mempertimbangkan untuk menjual saham mereka.
Sejumlah sumber kemudian menyebut pembicaraan mengenai perubahan kepemilikan mulai berlangsung di antara kelompok pemilik Chelsea setelah perselisihan yang pertama kali terlihat pada 2024.
Kondisi tersebut membuat kedua kubu mempertimbangkan opsi untuk membeli saham pihak lainnya.
Boehly menyampaikan rasa terima kasihnya setelah meninggalkan posisi chairman Chelsea. Ia menyebut kesempatan memimpin klub tersebut sebagai sebuah kehormatan.
"Saya ingin berterima kasih kepada banyak pihak yang membantu memastikan masa depan cerah bagi klub, termasuk Premier League, para pelatih dan pemain, jajaran pimpinan serta staf berbakat di Chelsea, dan para suporter setia," kata Boehly, dikutip dari BBC.
Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan Clearlake serta kelompok pemilik lainnya, termasuk berbagai keputusan dan investasi yang dilakukan untuk mendukung keberhasilan Chelsea dalam jangka pendek maupun panjang.
"Saya yakin Chelsea berada dalam posisi yang baik untuk terus meraih kesuksesan di bawah kepemimpinan Clearlake," lanjutnya.
Prestasi Chelsea Sejak Diambil Alih
Sejak pergantian kepemilikan pada 2022, pencapaian terbaik Chelsea di Premier League adalah finis di peringkat keempat pada musim 2024/2025.
Pada musim yang sama, The Blues juga berhasil menjuarai Conference League dan Piala Dunia Antarklub FIFA.
Dalam empat tahun terakhir, Chelsea juga mengalami perubahan skuad yang sangat besar. Strategi awal klub berfokus pada perekrutan pemain-pemain muda dengan kontrak berdurasi panjang.
Musim lalu, Chelsea hanya menempati posisi ke-10 di Premier League. Manajemen klub kemudian menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih pada musim panas.
Penghargaan kepada Boehly
Eghbali dan Feliciano turut menyampaikan penghargaan kepada Boehly atas waktu dan kontribusinya selama menjabat sebagai chairman. Keduanya menyebut Boehly akan selalu menjadi bagian dari sejarah dan keluarga Chelsea.
Clearlake juga menegaskan fokus mereka ke depan adalah melanjutkan investasi di infrastruktur klub, performa olahraga, pengembangan pemain, serta upaya meraih kesuksesan jangka panjang bagi Chelsea dan para pendukungnya.
Chelsea masih memiliki rencana terkait Stamford Bridge, baik dengan melakukan pembangunan kembali maupun pindah ke stadion baru.
Menurut sejumlah sumber, persoalan tersebut sempat menimbulkan ketegangan antara kubu Boehly dan Clearlake.
Kendati terjadi perubahan dalam struktur kepemilikan, Chelsea memastikan tidak akan ada perubahan terhadap operasional sehari-hari, kepemimpinan, maupun strategi klub sebagai dampak dari Clearlake yang kini memegang kendali penuh.
Mark Walter Juga Lepas Kepemilikan
Mark Walter, yang juga merupakan satu di antara pemilik sekaligus CEO perusahaan keuangan global Guggenheim Partners, turut melepas sahamnya di Chelsea.
Boehly juga pernah memulai kariernya di bidang keuangan di perusahaan tersebut.
Bulan lalu, Walter menjual Los Angeles Lakers dengan nilai rekor 12,5 miliar dolar AS. Penjualan tersebut terjadi hanya setahun setelah ia membeli saham mayoritas klub NBA tersebut.
Sumber: BBC