Maria Londa Tatap Asian Games Terakhirnya: Mantap Melangkah, Tak Gentar Hadapi Atlet Muda

Atlet atletik, Maria Natalia Londa, mengaku persiapannnya menuju Asian Games 2026 sudah mencapai 95 persen.

BolaCom | Alit BinawanDiterbitkan 17 September 2026, 14:45 WIB
Atlet lompat jauh dan jangkit Indonesia Maria Natalia Londa saat berlatih di Pantai Sanur pada Kamis (16/7/2026). Asian Games 2026, Aichi-Nagoya akan menjadi panggung terakhirnya. (Bola.com/Alit Binawan)

Bola.com, Jakarta - Atlet atletik, Maria Natalia Londa, mengaku persiapannnya menuju Asian Games 2026 sudah mencapai 95 persen.

Asian Games 2026, akan menjadi perhelatan multievent Asia terakhir sepanjang kariernya.  Usia Maria Londa sudah menginjak 36 tahun, membuatnya merasa harus segera menepi dan memulai kembali untuk melakukan regenerasi atlet.

Advertisement

Di Asian Games 2026, Maria Londa hanya akan turun di satu nomor yaitu lompat jangkit. Jika melihat entry by name, Maria Londa menjadi atlet tertua di nomor lompat jangkit.

Kondisi itu tak membuatnya khawatir. Ia akan tetap tampil all out untuk bisa mempersembahkan medali terakhirnya untuk Indonesia di Asian Games 2026.

Menurut Maria Londa, atlet asal China dan Uzbekistan bisa menjadi tantangan terbesarnya dalam memburu medali di Asian Games 2026. Dari China, ada dua atlet yaitu Yingying Huang dan Yi Li. Sedangkan Uzbekistan mengirimkan Sharifa Dafronova di nomor lompat jangkit Asian Games 2026.

“Saat ini memang ada beberapa negara yang memiliki atlet bagus di nomor ini seperti China dan Uzbekistan,” bebernya saat dihubungi Bola.com pada Rabu malam (16/9/2026).


Tak Mau Hanya Numpang Lewat

Atlet lompat jauh dan jangkit Indonesia Maria Natalia Londa saat berlatih di Pantai Sanur pada Kamis (16/7/2026). Asian Games 2026, Aichi-Nagoya akan menjadi panggung terakhirnya. (Bola.com/Alit Binawan)

Maria Londa tidak ingin hanya sekadar numpang lewat di Asian Games 2026, meskipun usianya sudah tidak muda lagi.

“Saya rasa, tidak ada yang main-main di event sebesar ini. Semua atlet termasuk saya, pasti memiliki target pasca menjalani proses latihan,” ucapnya.

"Saya meminta doa masyarakat Indonesia, semoga usaha dari kami di Timnas Indonesia bisa menampilkan prestasi terbaik dan memenuhi target yang diberikan,” tambah Maria Londa.

 


Alasan Hanya Tampil di Lompat Jangkit

Atlet lompat jauh dan jangkit Indonesia Maria Natalia Londa saat berlatih di Pantai Sanur pada Kamis (16/7/2026). Asian Games 2026, Aichi-Nagoya akan menjadi panggung terakhirnya. (Bola.com/Alit Binawan)

Terkait hanya turun di nomor lompat jangkit, Maria Londa memiliki alasannya. Ia sudah memetakan peluang dan harus lebih fokus di lompat jangkit dibandingkan dengan lompat jauh.

“Kenapa memutuskan turun di nomor lompat jangkit saja, karena saya saat di SEA Games 2025 mendapatkan emas di nomor tersebut. Sebenarnya ada opsi dua nomor. Tapi saya dan pelatih memutuskan untuk fokus di satu nomor karena Asian Games membutuhkan fokus yang lebih besar,” ungkapnya.

Sekarang, pemilik 7 emas, 6 perak, dan 5 perunggu di SEA Games tersebut sudah bergabung dengan Timnas Atletik Indonesia di Jakarta untuk mematangkan persiapan setelah berlatih intensif di Bali dalam beberapa bulan terakhir.

“Sekarang sudah bergabung dengan Timnas Atletik. Tinggal fokus memantapkan hati dan polesan akhir di faktor teknis saja,” tutupnya.

Timnas Atletik Indonesia akan berangkat ke Nagoya pada 20 September, sebelum melakoni lomba pada 24 September di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium.

 

Berita Terkait