Gonjang-ganjing Persijap di Awal Musim BRI Super League: Dua Pekan Langsung Ganti Pelatih, Persib Sudah Mengadang

Persijap menjadi tim pertama yang mengganti pelatih saat BRI Super League musim ini baru berjalan dua pertandingan.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 17 September 2026, 15:30 WIB
Persijap Jepara di BRI Super League 2026/2027. (Dok. ileague.id)

Bola.com, Jepara - Persijap Jepara menjadi satu di antara kontestan yang paling runyam dalam mengarungi BRI Super League 2026/2027.

Dari persiapan yang amburadul itu, Laskar Kalinyamat sudah mengganti pelatih kepalanya karena gagal tampil positif di awal musim.

Advertisement

Yang terbaru, Persijap telah resmi mencopot pelatih sebelumnya, Juan Cortes, lantaran rentetan hasil minor yang ditanggung Laskar Kalinyamat.

Sebagai gantinya, mereka menunjuk kembali Mario Lemos untuk menakhodai Sendri Johansyah dkk.

Performa Laskar Kalinyamat pada musim ini memang jauh dari harapan. Mereka menelan dua kekalahan beruntun, yakni tumbang di kandang Madura United (0-2), disusul kekalahan di kandang saat menjamu Borneo FC (0-1).

Persijap tentu harus segera berbenah jika tak ingin terus menerus terhempas di papan bawah. Mario Lemos juga memiliki tugas berat saat mengawali pekerjaannya pada pekan ketiga.

Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.


Terjerumus di Zona Merah

Laga BRI Super League, Persijap Jepara kontra Borneo FC, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (12-9-2026). (Dok. ileague.id)

Buruknya performa Persijap sebetulnya tak begitu mengejutkan apabila menilik ulang persiapan tim asal pesisir utara Jawa Tengah ini dalam menghadapi BRI Super League 2026/2027.

Dibanding kontestan lain, Persijap jadi tim yang paling akhir memulai pramusim.

Sempat terlihat adem ayem, Persijap baru memulai agenda latihan pertamanya pada 17 Agustus 2026. Padahal, tiga pekan kemudian, tepatnya pada 6 September 2026, mereka sudah harus menghadapi duel melawan Madura United.

Persiapan selama tiga pekan terhitung waktu yang singkat untuk bisa mempersiapkan tim secara maksimal.

Hal itu pula yang dikeluhkan oleh Juan Cortes setelah timnya dihantam kekalahan kedua saat main di kandang sendiri.

"Saya tidak senang, kami tidak senang, tetapi kami butuh waktu. Ini baru empat minggu pertama kami. Ini bukan alasan, ini adalah kenyataan kami, jadi kami butuh waktu," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.

"Ini tidak seperti sulap di mana Anda bisa langsung menempatkan 11 pemain dan bermain layaknya sebuah tim yang solid, karena kami butuh waktu untuk saling mengenal, untuk meningkatkan model permainan kami," tambahnya.


Ditelan Ganasnya Kompetisi

Juan Cortes, pelatih Persijap Jepara. (Dok. Persijap Jepara)

Juan Cortes akhirnya menjadi korban pertama dari ganasnya persaingan di kompetisi musim 2026/2027 ini. Arsitek tim berusia 42 tahun itu menjadi pelatih pertama yang kehilangan pekerjaan di awal musim.

Tanggung jawab yang dipikul Juan memang tak enteng. Dia harus memaksimalkan waktu singkat agar anak asuhnya mampu tampil optimal. Juan bahkan mengakui timnya belum mencapai level yang ideal untuk berkompetisi.

"Tim ini berkembang setiap hari, secara fisik dan taktis. Pada pertandingan pertama, kami melakukan beberapa hal dengan baik, tetapi kami juga melihat banyak detail yang perlu kami perbaiki," kata Juan saat dihubungi Bola.com, Jumat (11-9-2026).

"Kami masih membangun dan berkembang sebagai sebuah tim. Kami belum berada di level terbaik kami, tetapi setiap minggu saya bisa melihat kemajuan dan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang ingin kami lakukan," imbuhnya.

Selain faktor kebugaran, chemistry juga menjadi kendala besar bagi Laskar Kalinyamat. Sebab, dari 12 pemain asing yang bergabung, hanya dua yang berstatus pemain lama. Mayoritasnya merupakan pendatang baru dan debutan.


Ujian Berat Mario Lemos

Mario Lemos, pelatih Persijap Jepara di BRI Super League 2025/26. (Dok. ileague.id)

Kini, setelah kembali mendapatkan mandat untuk menakhodai Persijap sebagai pelatih kepala, Mario Lemos akan ditunggu lawan yang tak mudah. Pada ujian pertama, dia akan menghadapi Persib Bandung.

Menurut jadwal, duel ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Minggu (20-9-2026) pukul 19.00 malam WIB. Laskar Kalinyamat wajib mewaspadai momentum kebangkitan Persib jelang laga ini.

Setelah tumbang dari Persija pekan lalu, skuad Pangeran Biru berhasil melumpuhkan tim yang saat ini berada di puncak klasemen kasta tertinggi Liga Korea Selatan, FC Seoul, pada ajang AFC Champions League Two (ACL2).

Hasil ini tentu bisa menjadi lecutan semangat bagi anak asuh Igor Tolic untuk bangkit di kompetisi domestik.

Meski begitu, Laskar Kalinyamat sebetulnya juga punya modal yang cukup positif jika berbicara rapornya menghadapi Persib.

Musim lalu, Persijap menjadi salah satu tim yang tak bisa dikalahkan Maung Bandung. Di pertemuan pertama, Persijap sukses menang di kandang dengan skor 2-1, sedangkan pertemuan kedua di Bandung berakhir imbang tanpa gol.

Berita Terkait