Bola.com, Jakarta - Chelsea mulai menyiapkan perubahan besar terhadap Stamford Bridge setelah Clearlake Capital mengambil kendali penuh atas klub. Dengan tidak lagi adanya pemilik minoritas yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan, masa depan stadion berkapasitas 40.343 penonton itu kini menjadi salah satu agenda penting di London Barat.
Todd Boehly dan Mark Walter telah melepas kepemilikan mereka di Chelsea, mengakhiri hubungan panjang keduanya dengan klub sejak 2022. Selama berada di Stamford Bridge, perbedaan pandangan sempat muncul di antara para pemilik, terutama terkait rencana pengembangan stadion.
Chelsea saat ini juga dinilai tertinggal dari sejumlah rivalnya di Liga Inggris dalam hal fasilitas stadion. Stamford Bridge memiliki keterbatasan untuk menggelar berbagai acara non-sepak bola, sementara sejumlah klub lain telah menjadikan stadion mereka sebagai venue untuk berbagai kegiatan di luar pertandingan.
Renovasi Bertahap Dikesampingkan
Pakar keuangan Stefan Borson sebelumnya mengatakan kepada Football Insider bahwa Earl's Court menjadi salah satu persoalan dalam rencana pembangunan Stamford Bridge. Ia juga menyebut Chelsea berpotensi menggunakan Wembley Stadium sebagai markas sementara jika klub memilih membangun stadion baru.
Sementara itu, sumber internal Chelsea mengatakan kepada Daily Mail pada 17 September bahwa rencana memperbarui Stamford Bridge secara bertahap, termasuk dengan mengerjakan tribun satu per satu, telah dikesampingkan. Skema tersebut dinilai tidak sebanding dengan hasil yang akan diperoleh.
Chelsea kini memiliki dua alternatif utama. Klub dapat menghancurkan Stamford Bridge dan membangun stadion baru di lokasi yang sama atau mempertimbangkan perpindahan ke Earl's Court. Opsi kedua dinilai sulit, tetapi ketersediaan lahan yang luas membuatnya tetap masuk dalam pembahasan.
Wembley Jadi Opsi Markas Sementara
Jika Chelsea memilih membongkar Stamford Bridge dan membangun stadion baru, Wembley hampir pasti harus digunakan sebagai kandang sementara.
Situasi tersebut sebelumnya dialami Tottenham ketika mereka membangun stadion baru antara Agustus 2017 dan Maret 2019.
Namun, proyek Chelsea diperkirakan membutuhkan waktu jauh lebih lama. Chelsea diyakini harus memainkan pertandingan kandangnya di Wembley selama sekitar tujuh hingga delapan tahun apabila pembangunan kembali Stamford Bridge benar-benar dilakukan.
Durasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum keputusan final dibuat. Pihak internal Chelsea ingin memastikan pilihan yang diambil memberikan solusi jangka panjang dan tidak sekadar mengejar opsi yang paling murah atau cepat.
Dengan Clearlake kini memegang kendali penuh, keputusan mengenai Stamford Bridge menjadi salah satu proyek besar yang harus ditentukan Chelsea untuk masa depan klub.
Sumber: Yahoo Sports