Kylian Mbappe Ungkap Kesan Mendalam tentang Jose Mourinho: Paling Cerdas, Seorang Pemimpin!

Kylian Mbappe telah merasakan sentuhan Carlo Ancelotti, Xabi Alonso, Alvaro Arbeloa, hingga Jose Mourinho selama di Real Madrid.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 18 September 2026, 19:00 WIB
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho (kanan), menyambut Kylian Mbappe yang meninggalkan lapangan saat diganti pada laga kontra Inter Milan di Liga Champions, di Santiago Bernabeu, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. (Thomas Coex/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe memberikan gambaran mengenai pengalamannya bekerja bersama empat pelatih berbeda di Real Madrid dalam dua musim terakhir. Terbaru, pemain asal Prancis itu mengungkap kesannya terhadap Jose Mourinho yang kini menangani Los Blancos.

Kylian Mbappe telah merasakan sentuhan Carlo Ancelotti, Xabi Alonso, Alvaro Arbeloa, hingga Jose Mourinho selama di Real Madrid.

Advertisement

Menurutnya, setiap pelatih memiliki pendekatan berbeda dalam melihat sepak bola. Namun, Mourinho memberikan kesan khusus bagi Mbappe.

Mbappe bahkan menyebut pelatih asal Portugal itu sebagai salah satu sosok paling cerdas yang pernah ditemuinya.

"Selalu menjadi sebuah keistimewaan bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka. Saya belajar banyak dari keempatnya karena masing-masing memiliki cara yang berbeda dalam melihat sepak bola," ujar Mbappe kepada AS.

"Dengan Mourinho, sedikit berbeda. Dia adalah salah satu orang paling cerdas yang pernah saya temui. Dia seorang pemimpin."

"Saya sudah mengetahuinya bahkan sebelum dia datang, tetapi ketika melihatnya setiap hari, Anda menyadari dia sosok yang sangat spesial dan pelatih legendaris, yang telah meninggalkan jejak di eranya dan akan terus melakukannya bersama kami. Itu sudah pasti," lanjutnya.

 
 

Mourinho Minta Mbappe Terus Cetak Gol

Pelatih Real Madrid asal Portugal Jose Mourinho memberi isyarat saat memimpin sesi latihan di Stadion Alfredo di Stefano di Valdebebas, di pinggiran Madrid, pada 24 Juli 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Sebagai salah satu mesin gol utama Real Madrid, Mbappe tentu diharapkan mampu mencetak banyak gol di bawah arahan Mourinho.

Namun, pemain berusia 27 tahun itu mengungkapkan bahwa Mourinho tidak memberinya target spesifik, termasuk mengenai kemungkinan mencetak 50 gol dalam satu musim.

"Tidak, dia tidak memberi saya angka tertentu. Dia hanya mengatakan kepada saya untuk mencetak gol," kata Mbappe.

Mantan penyerang Paris Saint-Germain (PSG) itu juga mengaku tidak pernah memasang target pribadi terkait jumlah gol.

Menurutnya, terlalu banyak faktor yang dapat terjadi sepanjang musim.

"Saya tidak pernah menetapkan batas atau target jumlah gol karena Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi sepanjang musim."

Kylian Mbappe kini memilih berkonsentrasi membantu Real Madrid meraih kesuksesan bersama Jose Mourinho.

Ia menilai tim masih berada dalam tahap membangun fondasi setelah pergantian staf kepelatihan dan struktur tim.

"Anda harus membangun fondasi tim, level kolektif, kesatuan, dan semuanya. Hal ini juga berlaku bagi kami karena kami memiliki staf pelatih baru dan struktur baru," tuturnya.

"Kami sedang dalam proses meletakkan dasar untuk kesuksesan pada paruh kedua musim."


Mbappe Bicara Ballon d'Or, Tak Mau Pasang Target

Kylian Mbappe dan Jude Bellingham dalam pertandingan Villarreal vs Real Madrid di El Madrigal, Minggu dini hari WIB (16-3-2025). (Bola.com/X @realmadriden)

Mbappe juga mendapat pertanyaan mengenai peluangnya memenangkan Ballon d'Or. Namun, ia memilih tidak memasang target atau memprediksi peluangnya sendiri.

Menurutnya, tugasnya adalah memberikan performa terbaik di lapangan dan membuat para pemilih terkesan.

"Ini mungkin merupakan tahun yang bagus, tapi itu bukan keputusan saya. Tujuan saya selalu membantu rekan-rekan setim, memberi segalanya dan meyakinkan para pemilih," ujar Mbappe.

"Pada akhirnya, orang-orang seperti Anda yang memberikan suara. Tugas saya hanyalah meyakinkan para pemilih dan membuat mereka terkesan dengan sepak bola saya."

Ketika diminta menyebut siapa favoritnya, Mbappe memberikan jawaban singkat.

"Hal terpenting bagi saya adalah Ballon d'Or kembali ke Real Madrid."


Puji Vinicius, Bellingham, dan Talenta Muda Real Madrid

Vinicius Junior merayakan gol bersama Kylian Mbappe dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Villarreal di Santiago Bernabeu, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Kylian Mbappe juga berbicara mengenai para pemain bintang yang menjadi rekan setimnya di Real Madrid, termasuk Vinicius Junior dan Jude Bellingham.

Menurut Mbappe, tidak tepat membandingkan keduanya karena memiliki karakteristik permainan yang berbeda.

"Mereka sangat berbeda. Di lapangan, mereka melakukan hal yang benar-benar berbeda. Ada aspek permainan di mana Jude lebih baik, ada Vini atau Güler lebih baik, begitu pun Brahim, Diomande, Espi..." katanya.

Mbappe secara khusus memberikan pujian kepada Espi. Ia memprediksi pemain tersebut bakal mencetak banyak gol sepanjang musim.

"Dia akan mencetak banyak gol musim ini. Dia punya naluri untuk mencetak gol," ucapnya.

Mbappe juga menyebut tiga legenda Real Madrid yang ingin ia datangkan kembali jika mendapat kesempatan, yakni Cristiano Ronaldo, Zinedine Zidane, dan Ronaldo Nazario.

"Jika mereka bisa kembali, Cristiano, Zidane, Ronaldo. Cristiano akan kembali. Zizou masih bermain sedikit dari waktu ke waktu. Dan Ronaldo... Anda tidak pernah kehilangan kualitas itu," ujar Mbappe.

"Mereka adalah legenda Real Madrid. Mereka telah memberikan begitu banyak dan terus menginspirasi antusiasme luar biasa di kalangan penggemar Real Madrid."


Mbappe Bela Diomande dari Tekanan Harga Rp2 Triliun

Penyerang asal Inggris milik Espanyol bernomor punggung 24, Tyrhys Dolan (kiri), dan bek asal Slovenia milik Espanyol bernomor punggung 16, Vanja Drkusic (kanan), berebut bola dengan penyerang asal Pantai Gading milik Real Madrid bernomor punggung 25, Yan Diomande, dalam pertandingan Liga Spanyol antara RCD Espanyol dan Real Madrid CF di Stadion RCDE, Cornella de Llobregat, pada 22 Agustus 2026. (Josep LAGO/AFP)

Salah satu nama yang mendapat perhatian Mbappe adalah talenta muda Yan Diomande. Pemain berusia 19 tahun itu menjadi sorotan setelah nilai transfernya disebut mencapai 140 juta euro.

Mbappe mengakui kualitas Diomande sudah terlihat sejak hari pertamanya berlatih di Valdebebas.

Namun, ia meminta agar pemain muda tersebut tidak dibebani tekanan akibat nilai transfernya.

"Dia berada dalam tahap tertentu dalam perkembangannya. Membangun hubungan antarpemain sebagai sebuah tim. Diomande adalah bagian dari proses itu sekarang," kata Mbappe.

"Pada hari pertamanya di Valdebebas, kami bisa melihat bahwa dia punya kualitas. Kemudian orang-orang banyak membicarakan angka 140 juta euro dan sebagainya. Dia masih muda, baru 19 tahun, tetapi kualitasnya memang ada."

"Kami bisa melihatnya dan dia sudah menunjukkan apa yang mampu dilakukannya. Kami berusaha melindunginya, begitu juga semua pemain dalam skuad, karena pada akhirnya kami akan membutuhkan semua orang," lanjutnya.

Sementara itu, mengenai Barcelona yang mengawali musim dengan performa positif, Mbappe memilih tidak terlalu banyak berkomentar.

"Bagus untuk mereka. Saya tidak suka membicarakan tim lain karena saya tidak berada di sana dan tidak tahu apa yang mereka lakukan. Mereka telah memenangkan beberapa pertandingan, tetapi ini baru awal musim," pungkasnya.

Sumber: Madrid Universal


Persaingan di La Liga Spanyol

Berita Terkait