Bola.com, Jakarta - Pelatih Manchester United, Michael Carrick, menegaskan dirinya masih percaya pada penggunaan video assistant referee (VAR), meski keputusan dalam derbi Manchester akhir pekan lalu membuat timnya menelan kekalahan.
Menurut Carrick, permintaan maaf dari badan wasit Pro Ref tidak banyak mengubah situasi yang sudah terjadi.
Pro Ref menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada MU, hanya tiga jam setelah Manchester City menang 1-0 di Old Trafford, Minggu (13-9-2026).
Kesalahan tersebut terjadi ketika VAR Matt Donohue dan asistennya, Blake Antrobus, tidak melihat posisi Enzo Fernandez yang berada dalam posisi offside dan ikut memengaruhi permainan sebelum Erling Haaland mencetak gol kemenangan Man City.
Kedua ofisial VAR tersebut kemudian tidak ditugaskan memimpin pertandingan pada akhir pekan ini.
Tetap Percaya VAR
Sebelumnya, Carrick mengaku sangat kecewa dengan keputusan tersebut dan menyebut penerapan aturan dalam insiden itu sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan.
Menjelang lawatan Manchester United ke markas Fulham pada Minggu (20-9-2026), Carrick kembali ditanya mengenai kepercayaannya terhadap VAR. Ia menilai kesalahan seperti itu bisa saja terjadi.
"Hal-hal yang terjadi sekali bisa saja terjadi," ujar Carrick.
"Saat itu memang merupakan kesalahan yang cukup besar, kami tahu itu. Saya rasa saya tidak perlu membahasnya lagi. Tetapi, ya, saya tetap percaya pada VAR. Itu adalah sistem yang kita gunakan dan menjadi bagian dari pekerjaan kita," imbuhnya.
Bos Wasit Kecewa
Kepala wasit, Howard Webb, juga mendapat sorotan terkait standar kepemimpinan wasit secara umum.
Dalam program "Match Officials Mic'd Up", Webb mengaku sangat kecewa dengan hasil dari insiden tersebut.
Webb menjelaskan para ofisial terlalu fokus pada kemungkinan Haaland berada dalam posisi offside sehingga gagal menilai posisi Fernandez.
Ia juga telah berbicara dengan pihak MU mengenai persoalan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan akuntabilitas.
Maaf Tak Begitu Berarti
Namun, bagi Carrick, permintaan maaf tetap tidak mengubah besarnya dampak kesalahan itu terhadap pertandingan.
"Permintaan maaf tersebut tidak terlalu berarti," kata Carrick.
"Saya bisa menghargai dan menghormati mereka yang mengakui kesalahan dan mengatakan bahwa mereka keliru. Hal seperti itu memang bisa terjadi. Kami hanya harus menghadapinya," ujarnya.
"Mungkin kami mendapatkan satu atau dua keputusan yang menguntungkan berdasarkan hukum rata-rata atau apa pun itu. Tetapi, keputusan tersebut memiliki dampak yang sangat besar terhadap pertandingan dan itulah yang membuatnya terasa sangat berat," tutur pelatih berusia 44 tahun itu.
Sumber: BBC