Rem Depan Bermasalah, Marc Marquez Hampir Hentikan Balapan di Austria 2026

Marc Marquez finis kelima di MotoGP Austria 2026 usai alami isu rem depan; sempat hampir berhenti dan kini tertinggal 12 poin dari Jorge Martin.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 21 September 2026, 16:35 WIB
Pembalap Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez menghadapi akhir pekan berat di MotoGP Austria 2026. Pembalap Ducati itu start dari posisi kedua di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Minggu (21/9/2026), namun hanya mampu menyelesaikan lomba di urutan kelima.

Target untuk bertarung memperebutkan kemenangan dengan Jorge Martin (Aprilia) tak tercapai. Sejak awal, Marquez langsung disalip Marco Bezzecchi (Aprilia) dan Pedro Acosta (KTM), dengan Acosta yang kemudian memenangi lomba.

Advertisement

Situasi kian sulit ketika Ai Ogura (Trackhouse) dan Fermin Aldeguer (Gresini) juga melewatinya. Marquez bahkan sempat terlempar hingga posisi ketujuh sebelum akhirnya menutup balapan di P5.

Imbas hasil ini, jarak Marc Marquez di klasemen kejuaraan kembali terpangkas. Ia kini tertinggal 12 poin dari Jorge Martin.


Masalah Rem Depan Hampir Mengakhiri Balapan

Pembalap Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Loic VENANCE/AFP)

Usai lomba, Marc Marquez menjelaskan biang keladi merosotnya performa: isu serius pada sistem pengereman. Ia menyebut mengalami “banyak sekali masalah dengan rem depan” sejak start, membuat feeling pengereman tidak konsisten.

Respons tuas rem berubah-ubah di setiap titik pengereman. Puncaknya terjadi pada lap ke-10 di Tikungan 1, ketika rem depan sama sekali tidak memberi respons sehingga Marquez melebar jauh.

"Saat saya melakukan kesalahan di Tikungan 1, remnya tidak berfungsi sama sekali; tidak ada respons apa pun. Karena itulah, saya melebar jauh. Saya merasa kami sangat beruntung hari ini, karena pada satu momen dalam balapan itu saya sempat berpikir, 'Oke, saya tidak bisa lanjut lagi'," ungkap Marquez. Ia menegaskan, keberhasilan menyentuh garis finis terasa seperti keberuntungan di tengah masalah tersebut.


Ubah Setting Saat Pemanasan Tak Berbuah Hasil

Sebelum balapan utama, Marquez dan tim melakukan perubahan pada setting motor saat sesi pemanasan. Langkah itu diambil untuk mendongkrak performa usai hanya finis kedua pada Sprint Race.

Namun, penyesuaian itu tidak memberikan efek yang diharapkan. Dari start, laju Marquez langsung tertinggal dan kesulitan mengimbangi ritme barisan depan.

Kendati demikian, ia menilai kecepatan aslinya cukup untuk finis keempat atau bahkan menantang podium andai tanpa kendala teknis. "Memang kami lebih kesulitan dibandingkan pekan-akhir pekan sebelumnya. Tapi kami tetap bisa bersaing," jelas Marquez, menegaskan potensi timnya bila masalah teknis tak mengganggu.

Hasil di Red Bull Ring menjadi pukulan bagi upaya Marc Marquez mengejar gelar MotoGP 2026. Dengan selisih 12 poin dari Jorge Martin, setiap seri berikutnya krusial. Ducati dan Marquez perlu segera menemukan solusi atas kendala pengereman agar bisa kembali konsisten di barisan depan, dengan adaptasi pembalap dan kestabilan performa motor sebagai kunci.

Berita Terkait