4 Pemain Liga Inggris yang Cetak Hattrick tapi Timnya Tetap Kalah: 3 Gol yang Sia-Sia

Brian Brobbey baru saja cetak hattrick ke gawang Manchester City tetapi tetap menerima kekalahan di Liga Inggris dan dia bukan yang pertama.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 21 September 2026, 21:00 WIB
Penyerang Sunderland asal Belanda, Brian Brobbey (nomor punggung 9), merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester City dan Sunderland di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, pada 20 September 2026. (PETER POWELL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Penyerang Sunderland, Brian Brobbey, masuk dalam daftar langka pemain yang mampu mencetak hattrick di Premier League, tetapi tetap mengakhiri pertandingan dengan kekalahan.

Brobbey melakukannya saat Sunderland menghadapi Manchester City di Etihad Stadium pada 2026. Striker asal Belanda itu mencetak tiga gol, tetapi Sunderland harus mengakui keunggulan Man City dengan skor 3-5.

Advertisement

Brobbey menjadi pemain kelima dalam sejarah Premier League yang mengalami hal tersebut. Sebelumnya, hanya ada empat pemain yang pernah mencetak hattrick dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan bagi timnya.

Lebih dari 200 pemain sudah mencetak hattrick di Liga Inggris tetapi usaha tersebut tidak mampu membawa timnya meraih kemenangan.

Dilansir dari Planet Football, ada empat pemain yang cetak hattrick tapi tetap alami kekalahan.

 


4. Matt Le Tissier (Southampton Vs Nottingham Forest, 1995)

Matt Le Tissier yang bermain untuk Southampton (1986-2002) berada di peringkat 2. (Premierleague.com)

Southampton sudah kebobolan empat gol dan Tissier menjadi pahlawan untuk timnya.

Ia mencetak dua gol dari titik putih dan ditambah dengan gol memukau dari tendangan bebas.

Sayang, usahanya belum meraih hasil maksimal untuk tim.

 


3. Dion Dublin (Coventry Vs Sheffield Wednesday, 1995)

Dua striker dari luar klub Big Six, Chris Sutton (Blackburn Rovers) dan Dion Dublin (Coventry City) mampu menjadi top skor pada Premier League musim 1997/1998 bersanding dengan striker Liverppol, Michael Owen. Ketiganya mampu mencetak 18 gol bagi klubnya masing-masing. Khusus bagi Chris Sutton dan Dion Dublin, keduanya mampu mengungguli raihan gol para pemain klub Big Six, seperti Dennis Bergkamp (Arsenal) dan Andy Cole (Manchester United). (Kolase Foto AFP)

Dublin mencetak gol dengan ganasnya penyerang tengah.

Satu gol ia ciptakan lewat sundulan, disusul dengan tendangan keras dan dilengkapi dengan tembakan jarak dekat membuat dirinya tampil impresif waktu itu.

Namun Wednesday mencuri perhatian dengan gol kemenangan Mark Bright.

 


2. Dwight Yorke (Aston Villa Vs Newcastle United, 1996)

Dwight Yorke yakin Manchester United tidak akan mengikuti cara PSG untuk mendapatkan pemain incaran.

Aksi memukau Yorke terjadi pada tahun 96’ yang mengharumkan namanya.

Newcastle baru saja finis di posisi kedua, memainkan sepak bola menyerang yang agresif; mereka memiliki daya serang yang cukup untuk mengalahkan Yorke dan Villa, tetapi kelemahan pertahanan mereka masih terlihat jelas dalam pertandingan bulan September ini.

Gol keempatnya, dan gol peny equalizer di menit-menit akhir, hanya digagalkan oleh bendera hakim garis.

 


1. Brian Brobbey (Sunderland Vs Manchester City, 2026)

Gol penyeimbang di masa tambahan waktu dari Brian Brobbey menjadi pukulan telak bagi Arsenal, yang sudah unggul hingga menit-menit akhir. (Owen Humphreys/PA via AP)

Brian Brobbey mampu tampil menjadi penyerang menjanjikan.

Ia mampu mencetak hattrick melawan raksasa Inggris, Manchester City.

Donnarumma dibuat tak berdaya olehnya tetapi Haaland dan kawan-kawan juga mampu tampil gemilang yang membuat tiga gol Brobbey tidak ada artinya karena City cetak lima gol ke gawang Sunderland.

Selain itu, dirinya menjadi pemain Sunderland yang mampu cetak hattrick setelah Jermain Defoe pada 2016.

 

Berita Terkait