4 Pemain Liverpool yang Masa Depannya Terancam di Bawah Andoni Iraola

Empat pemain liverpool yang mulai terpinggirkan di era Andoni Iraola.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 22 September 2026, 06:30 WIB
Manajer Liverpool, Andoni Iraola, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat laga Premier League antara Newcastle United dan Liverpool di St James' Park, Newcastle, 23 Agustus 2026. (Paul Ellis / AFP)

Bola.com, Jakarta - Andoni Iraola berhasil membawa Liverpool meraih kemenangan atas mantan klubnya, Bournemouth. The Reds menang tipis 1-0 dalam lawatan ke Vitality Stadium, Minggu (20-9-2026).

Pertandingan berjalan tanpa gol pada babak pertama. Liverpool baru memecah kebuntuan pada menit ke-56 melalui Alexander Isak.

Advertisement

Striker asal Swedia itu mencetak gol keempatnya musim ini sekaligus memastikan Liverpool membawa pulang tiga poin.

Kemenangan tersebut menjadi yang kedua bagi Liverpool dalam lima pertandingan Premier League. Iraola juga masih mempertahankan catatan tanpa kekalahan bersama The Reds.

Setelah menjalani lima pertandingan, Iraola mulai menentukan pemain yang lebih sering menjadi pilihan utama.

Kondisi itu membuat sejumlah pemain yang sebelumnya diperkirakan mendapat banyak menit bermain justru harus menerima kesempatan yang lebih terbatas.

Beberapa pemain bahkan mulai menghadapi persaingan untuk mendapatkan tempat di susunan utama Liverpool.

Siapa saja mereka? Berikut ini ulasannya, versi Give Me Sport.


1. Ryan Gravenberch

Selebrasi Ryan Gravenberch dalam laga Liga Inggris antara Liverpool vs Wolverhampton, Sabtu (27/12/2025). (AP Photo/Ian Hodgson)

Ryan Gravenberch bergabung dengan Liverpool pada 2023 dan sempat menjadi bagian penting dalam rencana Jurgen Klopp.

Selama membela The Reds, gelandang asal Belanda itu sudah mencatat 143 penampilan serta meraih gelar Premier League dan Carabao Cup.

Pada era Arne Slot, Gravenberch juga menjadi satu di antara pemain yang sering masuk starting XI. Ia bahkan menunjukkan performa terbaiknya ketika dimainkan sebagai gelandang bertahan.

Namun, situasinya berubah setelah Iraola menangani Liverpool. Gravenberch memang selalu tampil dalam lima pertandingan liga musim ini, tetapi baru dua kali bermain sejak menit awal. 

Iraola sejauh ini lebih sering memasang Alexis Mac Allister dan Dominik Szoboszlai sebagai pasangan di lini tengah.

Meski demikian, Liverpool tidak memiliki banyak pilihan di sektor tersebut. Satu cedera saja dapat mengubah situasi Gravenberch dan membuka peluang baginya untuk mendapatkan peran yang lebih besar.


2. Jeremie Frimpong

Bek Liverpool asal Belanda bernomor punggung 59, Jeremie Frimpong, terlihat dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Preston North End dan Liverpool di Stadion Deepdale, Preston, Inggris barat laut, pada 13 Juli 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Jeremie Frimpong juga belum mendapatkan kesempatan bermain sebanyak yang diperkirakan sejak bergabung dengan Liverpool dari Bayer Leverkusen.

Ia datang dengan beban untuk mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Trent Alexander-Arnold.

Frimpong sempat kesulitan menghadapi tuntutan fisik Premier League. Dalam beberapa kesempatan, ia juga dimainkan lebih ke depan sebagai winger kanan untuk memaksimalkan kemampuannya.

Di bawah Iraola, persaingan mendapatkan posisi bek kanan menjadi semakin ketat. Ronald Araujo sebagai rekrutan baru lebih sering menjadi pilihan, sementara Dominik Szoboszlai terkadang juga dimainkan di posisi tersebut.

Frimpong sudah tampil tiga kali di Premier League musim ini dan dua kali menjadi starter. Namun, penampilannya sejauh ini belum membuatnya mampu mengamankan posisi di starting XI.


3. Federico Chiesa

Selebrasi Federico Chiesa usai mencetak gol bagi Liverpool ke gawang Bournemouth di Anfield, Sabtu (16/08/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Ian Hodgson).

Federico Chiesa sempat dipandang sebagai rekrutan yang menarik ketika Liverpool mendatangkannya dengan biaya transfer yang relatif kecil. Kehadirannya dianggap bisa memberikan tambahan bagi lini serang The Reds.

Namun, perjalanan Chiesa di Liverpool belum berjalan sesuai harapan.

Ia merupakan pemain pertama yang direkrut pada era Slot, tetapi kesulitan mendapatkan kesempatan bermain. Ketika tampil pun, performanya belum banyak memberikan dampak.

Masalah cedera juga menghambat kiprahnya di Inggris. Saat ini, Chiesa masih menepi karena mengalami masalah pada punggung.

Ketika kembali bermain, ia juga akan menghadapi persaingan ketat untuk mendapatkan menit bermain.

Chiesa biasa beroperasi di sektor sayap, sementara Liverpool mengeluarkan lebih dari 110 juta paun untuk mendatangkan Bradley Barcola pada musim panas.

Liverpool juga tidak melepas Cody Gakpo, sedangkan Rio Ngumoha perlahan mendapatkan lebih banyak menit bermain. Situasi itu membuat peluang Chiesa untuk mendapat waktu bermain makin terbatas.


4. Wataru Endo

Pemain Liverpool, Wataru Endo pada laga pekan kedua Liga Inggris 2023/2024 melawan Bournemouth di Anfield, Liverpool, Sabtu (20/08/2023) malam WIB. (AFP/Darren Staples)

Wataru Endo sejak awal dianggap sebagai pemain yang lebih berperan sebagai pelapis setelah bergabung dengan Liverpool. Musim ini, gelandang asal Jepang itu masih berada di bangku cadangan dalam empat pertandingan pertama.

Namun, namanya tidak masuk skuad ketika Liverpool bertandang ke Bournemouth. Endo juga belum mencatat satu menit bermain pun pada musim ini.

Situasinya semakin sulit setelah Endo tidak dimasukkan ke daftar skuad Liverpool untuk fase pertama Liga Champions.

Iraola menjelaskan persaingan di posisi Endo menjadi salah satu alasan terbatasnya kesempatan bermain sang pemain.

"Masalahnya, di depannya dalam posisi itu saya punya banyak pemain. Dia bersaing dengan banyak pemain karena kami juga memberikan menit bermain kepada Mac Allister, Gravenberch, Szoboszlai, dan Trey Noni. Namun, Wataru jelas pemain yang saya sukai dan dia akan mendapatkan momennya,” ujar Iraola, seperti dikutip dari This is Anfield.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait