Memahami Kenapa Raphinha Tidak Masuk Nominasi Ballon d’Or 2026

Raphinha tampil tajam bersama Barcelona, tetapi performa musim lalu dan cedera Piala Dunia membuatnya gagal masuk nominasi Ballon d’Or 2026.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 22 September 2026, 10:07 WIB
Pemain Barcelona Raphinha merayakan gol dalam laga La Liga Spanyol antara Barcelona vs Racing Santander di Barcelona, Spanyol, Rabu, 16 September 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Bola.com, Jakarta - Raphinha sedang menunjukkan performa yang membuat keputusan Ballon d’Or 2026 terasa semakin sulit dipahami. Bintang Barcelona itu mencetak hat-trick saat menghadapi Sevilla dan kini telah mengoleksi 12 gol hanya dalam tujuh pertandingan.

Namun, performa tersebut datang setelah daftar nominasi Ballon d’Or ditentukan. Penghargaan edisi 2026 menilai kiprah pemain sepanjang musim 2025-26 serta penampilan di Piala Dunia sehingga ledakan performa Raphinha pada awal musim baru tidak bisa mengubah daftar 30 kandidat.

Advertisement

Ironisnya, Raphinha justru memiliki alasan kuat untuk merasa kecewa. Ia pernah finis kelima dalam pemilihan sebelumnya, tetapi musim lalu tidak berjalan sesuai harapan akibat cedera yang membuat kontribusinya menurun pada momen-momen penting.


Cedera Mengubah Musim Raphinha

Pemain Barcelona Raphinha merayakan gol dalam laga Liga Champions antara Barcelona vs Feyenoord di Barcelona, Spanyol, Rabu, 9 September 2026. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Raphinha memasuki musim 2025-26 setelah menjalani musim yang luar biasa bersama Barcelona. Ia mencatat 60 kontribusi gol dalam 57 pertandingan pada 2024-25 sehingga wajar jika ekspektasi terhadapnya kembali tinggi.

Akan tetapi, masalah hamstring mengganggu perjalanan Raphinha. Ia hanya menghasilkan 29 kontribusi gol dalam 33 pertandingan dan harus melewatkan 24 laga bersama Barcelona maupun Brasil.

Dampaknya terasa dalam pertandingan besar. Raphinha hanya bermain 29 menit dalam El Clasico dan absen ketika Barcelona menghadapi Atletico Madrid di perempat final Liga Champions.


Piala Dunia Menjadi Pukulan Terbesar

Pemain Brasil Raphinha, kiri, dibantu berdiri oleh pemain Maroko Ayoub Amaimouni setelah laga Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Maroko di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Sabtu, 13 Juni 2026. (AP Photo/Matt Slocum)

Jika ada satu panggung yang berpotensi mengubah persaingan Ballon d’Or, Piala Dunia 2026 adalah tempatnya. Raphinha datang bersama Brasil dengan ekspektasi besar, tetapi kembali diganggu masalah hamstring.

Raphinha tampil sebagai starter dalam dua pertandingan pertama Brasil. Namun, cedera kambuh ketika menghadapi Haiti dan membuatnya tidak dapat melanjutkan turnamen.

Brasil kemudian tersingkir pada babak 16 besar setelah kalah dari Norwegia. Raphinha pun tidak memiliki kesempatan menciptakan momen penting yang dapat memperkuat peluangnya dalam pemilihan Ballon d’Or.


Raphinha Suarakan Dukungan untuk Yamal

Pemain Barcelona Raphinha merayakan gol bersama Lamine Yamal dalam laga La Liga Spanyol antara Elche vs Barcelona di Elche, Spanyol, Minggu, 23 Agustus 2026. (AP Photo/Alberto Saiz)

Tidak masuknya Raphinha dalam daftar kandidat mendapat kritik dari pelatih Sevilla, Luis Garcia. Ia menilai keputusan tersebut sulit diterima setelah melihat penampilan pemain Brasil itu ketika Barcelona bertemu Sevilla.

Raphinha juga menilai dirinya diperlakukan tidak adil. Namun, ia tetap mendukung Lamine Yamal untuk memenangkan penghargaan tersebut karena menganggap statistik individu, gelar bersama tim, dan pengaruh di lapangan menjadi faktor penting.

Yamal mencetak 24 gol dan 18 assist dalam 42 pertandingan musim lalu. Ia juga membantu Barcelona memenangkan La Liga dan Supercopa serta menjadi bagian penting dari perjalanan Spanyol di Piala Dunia.

Sementara itu, Raphinha kini hanya bisa menjadikan awal musim sebagai fondasi untuk edisi Ballon d’Or berikutnya. Dua belas gol dalam tujuh pertandingan menjadi sinyal kuat, tetapi konsistensi sepanjang musim akan menjadi pembuktian berikutnya.

Sumber: Sports Illustrated


Klasemen

Berita Terkait