Ferry Paulus Setuju Level BRI Super League Meningkat Berkat Keberhasilan Persib Gulung Klub Korsel dan Australia di Asia

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, setuju dengan anggapan level BRI Super League mengalami peningkatan berkat keberhasilan Persib Bandung di AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027.

Bola.com, Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, setuju dengan anggapan level BRI Super League mengalami peningkatan berkat keberhasilan Persib Bandung di AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027.

Persib menunjukkan keperkasaannya di ACL Two dengan menyapu bersih empat pertandingan yang telah dijalani di Grup E.

Dua kemenangan tim berjuluk Pangeran Biru di ACL terjadi atas wakil Korea Selatan dan Australia, negara yang timnya kerap memberikan mimpi buruk bagi klub Indonesia.

Kesebelasan Korea Selatan dan Australia yang dimaksud ialah FC Seoul dan Melbourne Victory. Bahkan, Persib turut mencetak rekor.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 Rekor Persib

Kemenangan Persib 1-0 atas tuan rumah FC Seoul dalam partai pertama Grup E membuat Pangeran Biru menjadi klub Indonesia pertama yang berjaya di kandang tim Korea Selatan.

Sementara, kesuksesan Thom Haye dkk. remontada 2-1 di markas Melbourne Victory menjadikan armada Igor Tolic itu sebagai tim Indonesia pertama yang menang di Australia dalam turnamen antarklub Asia.

"Ya, dengan ditambahkannya slot pemain asing, kemudian ada rotasi pemain-pemain asing yang dilakukan oleh beberapa klub, terutama Persib," ujar Ferry.

"Persib yang lebih ajek, rasanya ini juga menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia, khususnya kompetisi Indonesia, sudah jauh meningkat," jelasnya.

Koordinasi I.League dengan Klub

Ferry menilai peningkatan tersebut juga tidak terlepas dari koordinasi antara I.League dengan klub-klub dalam mengatur jadwal kompetisi, sehingga setiap tim memiliki waktu istirahat dan pemulihan yang cukup.

"Kemudian, ada sirkulasi dan sinkronisasi yang kita lakukan juga bersama dengan klub-klub sehingga mereka juga mendapatkan, katakanlah, menit bermain atau waktu istirahat dan pemulihan yang memadai. Ini jauh lebih baik," ucap Ferry.

"Jadi, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, lebih baik, meskipun kalau kita melihat skuadnya, ya, ada plus minus. Tetapi, indikator yang paling bisa dilihat adalah hasil pertandingan demi pertandingan di kompetisi atau level Asia," imbuhnya.

Video Populer

Foto Populer