Bola.com, Jakarta - Pesta olahraga bergengsi Asian Games 2026 resmi bergulir di Aichi-Nagoya, Jepang. Di tengah semaraknya kompetisi, fasilitas penginapan atlet berbasis kabin kayu mendapat sorotan tajam dari sejumlah kontingen, meski akhirnya mengundang respons positif dari pimpinan tertinggi International Olympic Committee (IOC).
Presiden IOC, Kirsty Coventry, meninjau langsung area pemukiman atlet tersebut pada Minggu.
Meski beberapa atlet melayangkan kritik terkait keterbatasan ruang, Coventry memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan kreatif yang dihadirkan oleh panitia penyelenggara setempat.
Langkah memanfaatkan kabin kayu, kapal pesiar, dan hotel dilakukan sebagai bentuk efisiensi anggaran. Jepang memilih tidak membangun Desa Atlet permanen guna menekan biaya operasional, memetik pelajaran dari pembengkakan anggaran saat menggelar Olimpiade Tokyo terdahulu.
Pujian Fasilitas Penginapan Asian Games
Keputusan pragmatis tersebut diambil untuk mengakomodasi lebih dari 11.000 hingga 12.000 atlet yang membanjiri ajang multievent terbesar di Asia ini.
Angka partisipasi tersebut bahkan melampaui jumlah atlet yang berlaga pada ajang Olimpiade Paris 2024.
Coventry yang merupakan peraih dua medali emas Olimpiade cabang renang dari Zimbabwe menyikapi kritik ukuran kamar secara bijak.
Ia mengakui bahwa ukuran kabin kayu tersebut memang relatif sempit bila dibandingkan dengan fasilitas penginapan ajang olahraga besar pada umumnya.
Lebih lanjut, Coventry menilai bahwa esensi utama dari pesta olahraga adalah kebersamaan para atlet.
Ia mengagumi kenyamanan serta fasilitas penunjang yang ada di dalam kabin kayu tersebut meski ukurannya terbatas.
"Kabin ini tenang, sangat sejuk dengan pendingin udara yang berfungsi baik, serta dinding dan lantainya amat indah. Ini bahkan lebih baik daripada beberapa desa atlet yang pernah saya tempati sebelumnya," puji Coventry yang mengedepankan sisi positif dari pengalaman para atlet, seperti dikutip dari Japan Today, Selasa (22/9/2026).
Kehadiran Coventry di Jepang sekaligus melengkapi rangkaian acara pembukaan Asian Games 2026 yang dihadiri oleh Kaisar Naruhito dan Presiden Olympic Council of Asia (OCA), Sheikh Joaan Hamad Al Thani, pada Sabtu lalu.
Kerja Keras Panitia Penyelengara
Edisi ke-20 Asian Games yang berakar sejak penyelenggaraan pertamanya di New Delhi pada 1951 ini dipastikan terus menyedot perhatian dunia hingga penutupannya pada 4 Oktober mendatang.
Di balik keterbatasan ruang yang menjadi perbincangan, kesiapan fasilitas pendukung serta komitmen efisiensi Jepang menjadi bukti bagaimana penyelenggaraan pesta olahraga besar dapat dikemas secara efisien tanpa mengurangi kenyamanan para atlet.
Panitia penyelenggara berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan lancar, sementara para atlet diharapkan terus fokus mengejar prestasi terbaik di panggung olahraga tertinggi benua Asia ini. (NFA)
Sumber: Japan Today