Kritik yang Membayangi Rafael Leao di Milan Kini Muncul Lagi di Galatasaray

Rafael Leao terima kritik di Galatasaray seperti saat dirinya di AC Milan.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 22 September 2026, 16:45 WIB
Momen Rafael Leao dikenalkan sebagai pemain baru Galatasaray pada awal musim 2026/2027 - Dok. Galatasaray/@GalatasaraySK

Bola.com, Jakarta - Rafael Leao mulai menghadapi kritik serupa dengan yang pernah diterimanya ketika masih berseragam Milan.

Mantan pemain Milan, Filippo Galli, bahkan menilai ada kemungkinan talenta Leao memang hanya sebatas itu.

Advertisement

Leao bergabung dengan Milan dari LOSC Lille pada 2019 sebagai pemain muda yang memiliki prospek besar.

Namun, setelah tujuh tahun, ia meninggalkan klub tanpa benar-benar memenuhi ekspektasi yang sempat mengiringi kedatangannya.

Pemain asal Portugal itu memang beberapa kali memperlihatkan kemampuan istimewa.

Akan tetapi, penampilannya yang tidak konsisten, ditambah sikap yang kerap dinilai kurang baik, membuat momen-momen positif tersebut tidak cukup menutupi kekurangannya.


Waktu di Milan Berakhir

Selebrasi Rafael Leao dalam laga AC Milan vs Bari di Coppa Italia 2025/2026, Senin (18/8/2025). (La Presse via AP Photo/Spada)

Menurut Galli, waktu Leao bersama Milan memang sudah berakhir secara alami.

"Rafael Leao sudah memiliki waktunya di Milan dan semuanya berakhir secara alami," ujar Galli kepada Radio anch'io sport dilansir Football Italia.

"Dia pemain berbakat, tetapi dia cukup puas hanya dengan menjadi pemain berbakat dan tidak pernah menjadi pemimpin seperti yang sebenarnya bisa dia lakukan. Mungkin memang talenta yang dimilikinya tidak lebih dari level tersebut. Jadi, memang sudah tepat jika perjalanan Leao dan Milan berpisah," lanjutnya.

"Yang paling penting adalah tim. Pada titik tertentu, Anda harus mempertimbangkan ketika seorang pemain tidak lagi sesuai kebutuhan tim atau apa yang diminta pelatih," imbuh Galli.


Kritik Berlanjut

Laga tersebut berakhir dengan kekalahan 0-1 AC Milan. Hasil itu membuat Rossoneri semakin sulit mengejar gelar Scudetto tahun ini setelah terpaut delapan poin dari rival sekota, Inter Milan. (AFP/Alberto Pizzoli)

Galatasaray kemudian mendapatkan Leao dengan biaya transfer 38 juta euro ditambah sejumlah bonus. Kesepakatan tersebut juga mencakup klausul bagi hasil 20 persen dari penjualan berikutnya.

Namun, kepindahan ke Turki belum membuat kritik terhadap Leao berhenti. Ia justru sudah menghadapi sorotan yang serupa dengan ketika masih bermain di Italia.

Leao baru tampil empat kali dalam pertandingan kompetitif bersama Galatasaray dan belum menyumbangkan gol maupun assist.

Satu di antara penampilan yang mendapat sorotan terjadi ketika Galatasaray kalah 0-4 dari Trabzonspor. Dalam laga tersebut, Leao tercatat kehilangan penguasaan bola sebanyak 21 kali.


Minim Gairah

Pelatih Galatasaray asal Turki, Okan Buruk (kanan), memberikan tepuk tangan kepada penyerang Galatasaray asal Portugal bernomor punggung 27, Rafael Leao, dalam pertandingan Liga Champions putaran pertama hari ke-1 antara Sporting CP dan Galatasaray di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, pada 9 September 2026. (Patricia de Melo Moreira/AFP)

Sejumlah suporter dan pengamat menilai ia tidak menunjukkan intensitas serta agresivitas yang cukup dalam permainannya.

"Rafael Leao menjadi gambaran dari minimnya gairah," ujar Mike Lahoud dalam CBS Sports Golazo.

Ia juga menyoroti gaji Leao yang mencapai 288 ribu euro per pekan dan menilai performa seperti itu tidak pantas untuk pemain di klub sebesar Galatasaray.

Lahoud menilai Leao seharusnya memanfaatkan kesempatan di Turki untuk kembali menemukan kecintaannya terhadap sepak bola. Namun, ia justru kalah bersaing dengan Noah Saviolo, pemain Portugal U-21 berusia 22 tahun.

"Dia harus sedikit terbangun karena sepak bola bisa sangat kejam," kata Lahoud, seraya menilai kesempatan Leao untuk menghidupkan kembali kariernya tidak akan datang tanpa batas.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait