Charles Leclerc Pilih Jalannya Sendiri, Tak Mau Meniru Gaya Mengemudi Lewis Hamilton

Charles Leclerc ungkap alasan tak meniru gaya mengemudi Lewis Hamilton.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 23 September 2026, 06:30 WIB
Pembalap Inggris Ferrari, Lewis Hamilton (kiri) dan pembalap Monako Ferrari, Charles Leclerc, melambaikan tangan kepada penggemar setelah menguji mobil Formula 1 Ferrari SF-26 yang baru di Sirkuit Fiorano di Fiorano Modenese pada 23 Januari 2026. (Federico SCOPPA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Charles Leclerc mengungkap alasan tidak mengikuti gaya mengemudi Lewis Hamilton ketika Ferrari kesulitan menemukan performa terbaik SF-26 pada Formula 1 2026.

Regulasi baru membuat karakter mobil berubah dan Leclerc sempat kesulitan mengeluarkan potensi maksimal SF-26.

Advertisement

Jika musim lalu ia cukup dominan atas Hamilton, persaingan keduanya tahun ini lebih berimbang. Hamilton unggul 10-9 dalam kualifikasi, meski rata-rata waktu Leclerc masih 0,023 detik lebih cepat.

Catatan tersebut turut dipengaruhi kegagalannya mencatat waktu setelah mengalami kecelakaan di Q3 Barcelona.

Masa paling sulit Leclerc terjadi di Kanada, Monako, dan Catalunya. Ia kalah dari Hamilton dalam empat sesi kualifikasi di tiga seri tersebut dan hanya mengumpulkan 16 poin, dibandingkan 64 poin milik Hamilton.

Leclerc mengaku kesulitan mendapatkan sensasi yang tepat dari mobil sehingga tidak bisa mengemudi secara alami.

"Di Montreal dan Monako, saya tidak mendapatkan perasaan itu. Hasilnya tidak terlalu penting dibandingkan masuk ke mobil dengan perasaan yang tepat," ujar Leclerc dalam "Beyond The Grid".

 


Dua Pilihan

Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, dari Monako mengemudikan mobilnya selama sesi kualifikasi untuk balapan F1anin Grand Prix Miami, Sabtu, 2 Mei 2026, di Miami Gardens, Florida. (Foto AP/Lynne Sladky)

Situasi tersebut membuat Leclerc dihadapkan pada dua pilihan, yakni mengubah setelan mobil agar sesuai dengan gaya mengemudinya atau menyesuaikan gaya mengemudi dengan karakter mobil.

Hamilton ketika itu sedang tampil sangat baik. Namun, Leclerc tidak melihat meniru gaya pembalap lain sebagai solusi karena setiap pembalap memiliki karakter alami berbeda.

"Lewis adalah pembalap yang luar biasa dan gaya mengemudinya sangat cocok untuknya," kata Leclerc, dikutip dari Motorsport.

Itulah mengapa Leclerc memilih mencari pengaturan yang membuat SF-26 lebih sesuai dengan gaya mengemudinya sendiri.

Data menunjukkan ada dua atau tiga hal yang tidak bekerja dengan baik, tetapi ia menyadari Formula 1 tidak sesederhana mengubah satu hal lalu langsung mendapatkan tambahan sepersepuluh detik.

 


Perubahan Terasa

Pembalap Ferrari asal Monako, Charles Leclerc, keluar dari mobilnya setelah sesi kualifikasi di sirkuit Hungaroring di Mogyorod dekat Budapest, Hungaria, pada 25 Juli 2026 menjelang Grand Prix F1 Hungaria. (Andrej ISAKOVIC/AFP)

Perubahan mulai terasa di Silverstone. Setelah menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki pada Jumat malam, Ferrari melakukan penyesuaian untuk kualifikasi.

Leclerc kemudian memulai balapan dari baris depan, hanya terpaut 0,175 detik dari Kimi Antonelli dan unggul 0,172 detik atas Hamilton.

Leclerc memanfaatkan posisi tersebut dengan baik. Ia mengambil alih pimpinan sejak awal dan meraih kemenangan pertamanya sejak 2024.

Penggunaan cakram rem Carbone Industrie juga disebut berkaitan dengan peningkatan performa Ferrari.

 


Karakter Mobil Terus Berubah

Pembalap Inggris dari tim Ferrari, Lewis Hamilton (kiri), didorong keluar lintasan oleh pembalap Monako dari tim Ferrari, Charles Leclerc (kanan), saat start Grand Prix F1 Italia di sirkuit Autodromo Nazionale Monza di Monza, Italia utara, pada 6 September 2026. (Andrej ISAKOVIC/AFP)

Leclerc menegaskan karakter mobil terus berubah sehingga ia tidak bisa begitu saja kembali ke feeling yang didapatnya saat mengemudikan SF-26 pada seri pembuka di Melbourne.

Tujuannya adalah masuk ke mobil tanpa terlalu banyak berpikir dan mampu mengantisipasi perilaku mobil sejak memasuki tikungan.

"Ketika terlalu banyak berpikir, Anda kehilangan waktu," ujar Leclerc.

Sejak Silverstone, Leclerc menjadi pembalap dengan perolehan poin terbanyak ketiga dalam enam seri, yakni 88 poin. Hanya Kimi Antonelli dengan 121 poin dan Lando Norris dengan 107 poin yang meraih lebih banyak.

Satu-satunya hasil buruk Leclerc dalam periode tersebut terjadi ketika ia mengalami kecelakaan di Monza, sementara di balapan lainnya ia selalu finis lima besar.

 

Sumber: Motorsport

Penulis: Juventus Philadelphia

Berita Terkait