Gavi Bicara Tekanan, Cedera, dan Lamine Yamal: Jadi Salah Satu yang Terbaik Sepanjang Masa

Gavi memang masih menjadi bagian penting Barcelona, tetapi posisinya dalam pilihan utama Hansi Flick sedikit berubah setelah beberapa musim terakhir diganggu cedera.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 22 September 2026, 21:30 WIB
Dua pemain muda Barcelona, Lamine Yamal dan Gavi. (LLUIS GENE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Barcelona, Gavi, buka suara mengenai perjalanan kariernya, perjuangan kembali dari cedera, hingga tekanan yang kini dirasakannya sebagai pemain muda yang telah memiliki banyak pengalaman di level tertinggi.

Gavi memang masih menjadi bagian penting Barcelona, tetapi posisinya dalam pilihan utama Hansi Flick sedikit berubah setelah beberapa musim terakhir diganggu cedera.

Advertisement

Pedri, Rodri, Dani Olmo, Fermin Lopez, Marc Bernal, hingga Frenkie de Jong berpotensi berada di depan Gavi dalam persaingan mendapatkan tempat di lini tengah.

Namun, karakter petarung yang dimiliki Gavi membuatnya tidak menyerah. Ia terus bekerja keras dalam latihan untuk kembali mendapatkan kepercayaan Flick.

 
 

Tekanan Gavi Kini Jauh Lebih Besar

Selebrasi Gavi dalam laga pramusim Daegu vs Barcelona, Senin (4/8/2025). (FC Barcelona Official)

Gavi mengakui tekanan yang dirasakannya sekarang jauh berbeda dibandingkan ketika pertama kali menembus tim utama sebagai pemain berusia 17 tahun.

Menurutnya, ketika masih sangat muda, ia justru lebih mampu menikmati sepak bola karena belum sepenuhnya menyadari besarnya panggung yang sedang dijalani.

"Sekarang ada jauh lebih banyak tekanan dibandingkan ketika saya berusia 17 tahun. Saat itu saya tidak menyadari berada di mana. Makin muda saya, semakin saya menikmati sepak bola," ujar Gavi seperti dikutip MARCA.

Meski karier profesional masih tergolong singkat, Gavi telah mendapatkan banyak pengalaman di level tertinggi dan meraih sejumlah trofi.

Perjalanan itu juga tidak selalu berjalan mulus. Cedera menjadi salah satu ujian terbesar yang harus dilaluinya.


Cedera Membuat Gavi Lebih Sabar

Pemain Barcelona Raphinha merayakan gol bersama Gavi (kanan) dalam laga La Liga Spanyol antara Barcelona vs Racing Santander di Barcelona, Spanyol, Rabu, 16 September 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Gavi mengakui pengalaman menjalani pemulihan dari cedera mengubah cara pandangnya. Ia kini merasa lebih sabar dibandingkan sebelumnya.

"Dulu mungkin saya tidak terlalu sabar dan sekarang saya lebih sabar. Ketika cedera, saya harus menjalani setiap tahapan dan menetapkan tujuan," katanya.

Menurut Gavi, masa pemulihan juga memberinya pelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan sepak bola.

"Hal itu juga membantu saya belajar hal lain yang berada di luar sepak bola. Sekarang, misalnya, saya akan mengatakan saya jauh lebih menjaga diri dibandingkan ketika pertama kali debut," lanjutnya.

Gavi juga menyadari betapa pentingnya menjaga kondisi lututnya. Ia tidak ingin lengah meskipun sedang tidak bermain.

"Lutut saya harus selalu kuat, baik ketika saya bermain maupun tidak. Saya tidak boleh mengabaikan diri sendiri karena kapan saja saya bisa mengalami masalah," ujar Gavi.


Sempat Mengisolasi Diri Bersama Keluarga

Gavi dari Barcelona mencetak gol dalam laga persahabatan antara Barcelona dan Daegu FC di Stadion Daegu, Daegu, Korea Selatan, Senin, 4 Agustus 2025. (Kim Hyun-tea/Yonhap via AP)

Proses pemulihan dari cedera juga menjadi periode yang tidak mudah secara mental bagi Gavi.

Namun, ia menemukan dukungan besar dari keluarga. Gavi memilih menghabiskan banyak waktu bersama orang-orang terdekatnya selama masa pemulihan.

"Saya mengisolasi diri bersama keluarga dan itu sangat membantu saya," ungkapnya.

Kini, Gavi berusaha kembali ke performa terbaiknya. Ia harus bersaing dengan sejumlah gelandang berkualitas untuk mendapatkan kepercayaan Hansi Flick.

Situasi tersebut menjadi tantangan baru bagi pemain yang dikenal memiliki karakter agresif dan tidak mudah menyerah tersebut.


Gavi Puji Lamine Yamal: Bisa Jadi Salah Satu yang Terbaik

Gavi dari Barcelona (atas) merayakan gol bersama rekannya, Lamine Yamal, dalam laga persahabatan antara Barcelona dan Daegu FC di Stadion Daegu, Daegu, Korea Selatan, Senin, 4 Agustus 2025. (Kim Hyun-tea/Yonhap via AP)

Dalam wawancara tersebut, Gavi juga memberikan pujian tinggi kepada rekan setimnya di Barcelona, Lamine Yamal.

Menurut Gavi, kemampuan Yamal bahkan lebih mengesankan ketika dilihat secara langsung dalam sesi latihan.

"Dia benar-benar sangat bagus dalam bermain, tetapi saat latihan, dia bahkan lebih mengejutkan. Saya hanya berharap dia terus berkembang dan menjadi semakin baik," kata Gavi.

Gavi juga melihat potensi luar biasa dalam diri winger muda Barcelona tersebut. Menurutnya, Yamal memiliki peluang untuk masuk dalam jajaran pemain terbaik sepanjang masa.

"Dia tahu seberapa jauh dirinya bisa berkembang. Dia bisa menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Tetapi saya melihat dia berada dalam pola pikir yang tepat, dan pada akhirnya itulah yang paling penting," ujar Gavi.

Gavi menilai mentalitas Yamal menjadi salah satu faktor yang membuatnya berbeda dari pemain muda lainnya.

"Dia tahu apa yang sedang dia lakukan dan masih memiliki karier yang panjang di depannya. Dia harus terus mempertahankannya setiap hari karena yang terpenting adalah saat ini, dan orang-orang akan mengawasinya dengan sangat dekat setiap hari," tuturnya.

Bagi Gavi sendiri, perjalanan kembali ke level terbaik masih terus berlangsung. Setelah melewati cedera dan menghadapi persaingan ketat di lini tengah Barcelona, ia kini dituntut untuk kembali membuktikan kualitasnya di bawah asuhan Flick.

Sumber: Barca Universal

 

Berita Terkait