Gary Lineker Sebut Jim Ratcliffe Manusia Tak Menyenangkan yang Mengelola MU secara Berantakan

Gary Lineker mengkritik pengelolaan Manchester United di bawah Sir Jim Ratcliffe sekaligus menyoroti sejumlah persoalan yang sedang dihadapi Setan Merah.

BolaCom | Fauzi Ananta DharmawanDiterbitkan 23 September 2026, 07:15 WIB
Mantan pemain dan komentator, Gary Lineker, menyaksikan pertandingan Liga Inggris antara Fulham dan Manchester United di Craven Cottage di London pada 24 Agustus 2025. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Gary Lineker mengkritik Sir Jim Ratcliffe terkait cara mengelola Manchester United sejak orang kaya asal Inggris itu mengambil peran dalam operasional sepak bola klub.

Lineker bahkan menyindir keluarga Glazer karena menurutnya mereka berhasil menemukan sosok yang dapat mengalihkan sorotan dari masalah klub.

Advertisement

Ratcliffe membeli 28,94 persen saham MU dari keluarga Glazer pada Februari 2024. Sejak saat itu, ia melalui INEOS mendapat kendali atas operasional klub.

Namun, kondisi MU belum menunjukkan perubahan yang konsisten. Selain persoalan di atas lapangan, Ratcliffe menuai kritik setelah sejumlah pernyataannya fokus pada isu imigran di Inggris.

Sabtu lalu, Ratcliffe mengatakan tidak ada seorang pun yang cukup tegas untuk menangani masalah imigrasi di Inggris. Sebelumnya, ia juga pernah menyebut Inggris telah "dijajah oleh imigran".


Singgung Masalah di Balik MU

Sebagaimana diketahui, penjualan saham Glazer ini tampaknya merupakan respons dari pemilik klub atas desakan para penggemar Manchester United. Para penggemar Setan Merah sendiri kini tengah melancarkan aksi protes dengan mengancam akan mengosongkan Old Trafford pada laga kontra Liverpool nanti. (AFP/Valery Hache)

Lineker menilai berbagai persoalan yang terjadi di MU tidak terlepas dari cara klub dikelola dari tingkat atas. Ia menyampaikan pandangannya dalam podcast "The Rest is Football".

"Saya melihat Manchester United dan saya melihat masalah yang datang dari atas," ujar Lineker.

"Saya harus 'mengucapkan selamat' kepada keluarga Glazer karena telah menemukan seseorang yang bahkan lebih buruk dari mereka untuk dijadikan pihak yang disalahkan. Mereka memasukkan Jim Ratcliffe ke sana dan semua kritik mengarah kepadanya," tambahnya.

Lineker juga memberikan penilaian pribadi terhadap Ratcliffe serta menyebut kondisi MU saat ini sebagai sebuah kekacauan.

"Menurut saya, dia bukan manusia yang menyenangkan dan klub ini sedang dalam kondisi yang kacau dalam cara pengelolaannya saat ini. Jadi, selamat untuk keluarga Glazer karena berhasil mengalihkan perhatian dari mereka," tutur eks pemain Totenham dan Barcelona ini.

 


Persoalan Lain

Pemilik Manchester United, Jim Ratcliffe (kanan), mencondongkan badan untuk berbicara dengan CEO Manchester United, Omar Berrada (kiri), dalam pertandingan Premier League antara Manchester City dan Manchester United di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, pada 14 September 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Mantan striker Timnas Inggris itu kemudian menyinggung sejumlah persoalan lain yang dihadapi MU termasuk kondisi stadion dan masa depan pemain muda.

"Anda punya stadion yang mulai mengalami kerusakan, berbagai macam keluhan mengenai sejumlah hal. Mereka kehilangan pemain-pemain muda, dan sepertinya kepergian JJ Gabriel akan benar-benar terjadi," kata Lineker.

"Masalahnya ada pada hasil pertandingan dan inkonsistensi yang kembali terjadi. Mereka sudah beberapa kali memberikan dukungan kepada manajer dan itu tidak berhasil bagi mereka. Namun, pasti ada sesuatu yang mengalir dari level teratas," lanjutnya.


Ratcliffe Dikritik soal Pajak

Sir Jim Ratcliffe ketika hadir di Stadion Etihad untuk menyaksikan laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Kritik terhadap Ratcliffe tidak hanya datang dari Lineker. Ketua Partai Buruh Inggris, Bridget Phillipson, turut menyoroti pernyataan Ratcliffe mengenai kondisi Inggris.

Phillipson menilai Ratcliffe telah kehilangan posisi moral yang kuat setelah mengkritik persoalan di Inggris, sementara dirinya memilih tinggal di Monako dan berstatus sebagai eksil pajak.

"Saya pikir Anda kehilangan posisi moral yang kuat dalam argumen yang Anda sampaikan, Jim Ratcliffe, dengan membuat pernyataan seperti ini sambil memilih untuk mengambil keputusan yang sebenarnya memang menjadi hak Anda, yaitu menjadi eksil pajak," ujar Phillipson kepada BBC.

Phillipson juga menyinggung dukungan Ratcliffe terhadap Brexit. Menurutnya, latar belakang tersebut turut menjadi bagian dari perdebatan mengenai pandangan Ratcliffe terhadap persoalan di Inggris.

 

Sumber: Football365

Berita Terkait