Bola.com, Jakarta - Mantan bek Liverpool, Andrew Robertson, mengaku merasa prihatin melihat kritik yang terus diterima Trent Alexander-Arnold. Keduanya pernah menjadi pasangan penting di sisi pertahanan Liverpool selama sama-sama bermain di Anfield.
Robertson dan Alexander-Arnold turut membantu Liverpool meraih dua gelar Premier League bersama Jurgen Klopp dan Arne Slot. Mereka juga menjadi bagian dari tim yang meraih kesuksesan di Liga Champions.
Namun, perjalanan Alexander-Arnold di Liverpool tidak lepas dari sorotan.
Bek asal Inggris itu beberapa kali mendapat kritik keras karena kesalahan ketika bertahan. Ia juga belum sepenuhnya mampu mengamankan tempat reguler di Timnas Inggris.
Kondisi tersebut membuat Robertson bersimpati kepada mantan rekannya.
Pembelaan Robertson
Dalam wawancara dengan "The Overlap", bek asal Skotlandia itu menilai pemain Inggris menghadapi tekanan yang berbeda dibandingkan pemain dari negara lain.
"Saya selalu mengatakan kepada Trent, 'Saya tidak akan pernah mendapatkan pujian setinggi yang kamu dapatkan, tetapi saya juga tidak akan pernah menerima kritik sebanyak yang kamu terima'," ujar Robertson.
Ia kemudian membandingkan cara dirinya dan Alexander-Arnold menjalankan tugas bertahan ketika masih di Liverpool.
"Cara saya bertahan di Liverpool sangat berbeda dengan Trent. Saya memiliki Sadio yang membantu saya dan dia sedikit lebih agresif. Jadi, ketika saya gagal melakukan tekel, biasanya dia sudah berada di sana," kata Robertson.
Menurut Robertson, situasinya juga berbeda ketika Liverpool memiliki Mohamed Salah di sisi yang sama. Ia mengatakan Salah tidak diharapkan turun terlalu jauh membantu pertahanan.
"Dengan Mo, kami tidak ingin dia kembali ke arah kotak penalti kami. Sering kali, Trent harus menunggu pemain seperti Jordan Henderson untuk datang membantu. Jadi, terkadang saya mulai merasa kasihan kepadanya," lanjutnya.
Yakin Bakal Sukses
Alexander-Arnold kemudian meninggalkan Liverpool dan bergabung dengan Real Madrid secara gratis pada musim panas 2025.
Perjalanannya di La Liga sejauh ini berlangsung tidak konsisten. Pada musim debutnya, ia hanya tampil sebagai starter dalam 14 pertandingan liga.
Situasi tersebut berlanjut pada musim ini. Jose Mourinho yang kini menangani Real Madrid lebih memilih Denzel Dumfries untuk mengisi posisi bek kanan.
Meski begitu, Robertson tetap yakin Alexander-Arnold memiliki kemampuan untuk meraih kesuksesan di Santiago Bernabeu. Ia mengingat sejumlah penampilan mantan rekannya itu ketika menghadapi pemain-pemain top.
"Saya pernah melihatnya membuat Mbappe tidak berkutik saat menghadapi PSG. Di final-final Liga Champions, dia luar biasa," tutur Robertson.
"Trent adalah bek yang sangat, sangat bagus. Dalam pertandingan terbaiknya, dia merupakan bek satu lawan satu yang luar biasa," imbuhnya.
Salah Itu Manusiawi
Robertson mengakui Alexander-Arnold memang terkadang melakukan kesalahan. Namun, menurutnya, hal tersebut juga dialami semua pemain.
"Kadang-kadang dia mungkin melakukan kesalahan. Tetapi, kita semua juga melakukannya. Hanya saja, seolah-olah Trent memiliki stigma bahwa dia tidak bisa bertahan, dan stigma itu sudah melekat sejak usia yang sangat muda. Seolah-olah dia tidak bisa menghilangkannya," ujar Robertson.
Menyusul Alexander-Arnold, Robertson meninggalkan Liverpool pada musim panas ini. Bek berusia 32 tahun tersebut bergabung dengan Tottenham, rival Liverpool di Premier League.
Robertson hampir selalu menjadi starter bersama klub barunya. Ia hanya sekali tidak tampil sebagai starter dalam pertandingan liga Tottenham musim ini.
Namun, tim asuhan Roberto De Zerbi tersebut belum meraih kemenangan dan saat ini berada di posisi terbawah klasemen.
Sumber: Mirror