Andrew Robertson Kasihan Lihat Trent Alexander Arnold Terus Dihujani Kritik

Mantan rekannya di Liverpool, Trent Alexander Arnold, terus dikritik, Andrew Robertson sampai merasa kasihan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 23 September 2026, 10:30 WIB
Bek Liverpool asal Skotlandia bernomor punggung 26, Andrew Robertson (kiri), dan bek Liverpool asal Inggris bernomor punggung 66, Trent Alexander-Arnold, merayakan kemenangan dengan trofi Liga Inggris di akhir pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Crystal Palace di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris pada 25 Mei 2025. Liverpool menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melawan Crystal Palace. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Mantan bek Liverpool, Andrew Robertson, mengaku merasa prihatin melihat kritik yang terus diterima Trent Alexander-Arnold. Keduanya pernah menjadi pasangan penting di sisi pertahanan Liverpool selama sama-sama bermain di Anfield.

Robertson dan Alexander-Arnold turut membantu Liverpool meraih dua gelar Premier League bersama Jurgen Klopp dan Arne Slot. Mereka juga menjadi bagian dari tim yang meraih kesuksesan di Liga Champions.

Advertisement

Namun, perjalanan Alexander-Arnold di Liverpool tidak lepas dari sorotan.

Bek asal Inggris itu beberapa kali mendapat kritik keras karena kesalahan ketika bertahan. Ia juga belum sepenuhnya mampu mengamankan tempat reguler di Timnas Inggris.

Kondisi tersebut membuat Robertson bersimpati kepada mantan rekannya.


Pembelaan Robertson

Trent Alexander-Arnold mendapat cemoohan dari pendukung Liverpool ketika bersua Arsenal pada laga pekan ke-36 Premier League di Stadion Anfield, Minggu (11/5/2025) malam WIB. (AP Photo/Jon Super)

Dalam wawancara dengan "The Overlap", bek asal Skotlandia itu menilai pemain Inggris menghadapi tekanan yang berbeda dibandingkan pemain dari negara lain.

"Saya selalu mengatakan kepada Trent, 'Saya tidak akan pernah mendapatkan pujian setinggi yang kamu dapatkan, tetapi saya juga tidak akan pernah menerima kritik sebanyak yang kamu terima'," ujar Robertson.

Ia kemudian membandingkan cara dirinya dan Alexander-Arnold menjalankan tugas bertahan ketika masih di Liverpool.

"Cara saya bertahan di Liverpool sangat berbeda dengan Trent. Saya memiliki Sadio yang membantu saya dan dia sedikit lebih agresif. Jadi, ketika saya gagal melakukan tekel, biasanya dia sudah berada di sana," kata Robertson.

Menurut Robertson, situasinya juga berbeda ketika Liverpool memiliki Mohamed Salah di sisi yang sama. Ia mengatakan Salah tidak diharapkan turun terlalu jauh membantu pertahanan.

"Dengan Mo, kami tidak ingin dia kembali ke arah kotak penalti kami. Sering kali, Trent harus menunggu pemain seperti Jordan Henderson untuk datang membantu. Jadi, terkadang saya mulai merasa kasihan kepadanya," lanjutnya.


Yakin Bakal Sukses

Trent Alexander-Arnold dari Real Madrid, kiri, dan Abde Ezzalzouli dari Betis berebut bola selama pertandingan La Liga antara Real Betis dan Real Madrid di Sevilla, Spanyol, Sabtu (25-4-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Alexander-Arnold kemudian meninggalkan Liverpool dan bergabung dengan Real Madrid secara gratis pada musim panas 2025.

Perjalanannya di La Liga sejauh ini berlangsung tidak konsisten. Pada musim debutnya, ia hanya tampil sebagai starter dalam 14 pertandingan liga.

Situasi tersebut berlanjut pada musim ini. Jose Mourinho yang kini menangani Real Madrid lebih memilih Denzel Dumfries untuk mengisi posisi bek kanan.

Meski begitu, Robertson tetap yakin Alexander-Arnold memiliki kemampuan untuk meraih kesuksesan di Santiago Bernabeu. Ia mengingat sejumlah penampilan mantan rekannya itu ketika menghadapi pemain-pemain top.

"Saya pernah melihatnya membuat Mbappe tidak berkutik saat menghadapi PSG. Di final-final Liga Champions, dia luar biasa," tutur Robertson.

"Trent adalah bek yang sangat, sangat bagus. Dalam pertandingan terbaiknya, dia merupakan bek satu lawan satu yang luar biasa," imbuhnya.


Salah Itu Manusiawi

Pemain Real Madrid Trent Alexander-Arnold berebut bola dengan pemain Inter Milan Marcus Thuram dalam laga Liga Champions antara Real Madrid vs Inter Milan di Madrid, Spanyol, Selasa, 8 September 2026. (AP Photo/Bernat Armangue)

Robertson mengakui Alexander-Arnold memang terkadang melakukan kesalahan. Namun, menurutnya, hal tersebut juga dialami semua pemain.

"Kadang-kadang dia mungkin melakukan kesalahan. Tetapi, kita semua juga melakukannya. Hanya saja, seolah-olah Trent memiliki stigma bahwa dia tidak bisa bertahan, dan stigma itu sudah melekat sejak usia yang sangat muda. Seolah-olah dia tidak bisa menghilangkannya," ujar Robertson.

Menyusul Alexander-Arnold, Robertson meninggalkan Liverpool pada musim panas ini. Bek berusia 32 tahun tersebut bergabung dengan Tottenham, rival Liverpool di Premier League.

Robertson hampir selalu menjadi starter bersama klub barunya. Ia hanya sekali tidak tampil sebagai starter dalam pertandingan liga Tottenham musim ini.

Namun, tim asuhan Roberto De Zerbi tersebut belum meraih kemenangan dan saat ini berada di posisi terbawah klasemen.

 

Sumber: Mirror

Berita Terkait