Bola.com, Jakarta - Manchester United disebut sangat tertarik kepada pelatih Brighton, Fabian Hurzeler. Namun, jika Michael Carrick dipecat, MU dinilai seharusnya mengejar pelatih asal Jerman lainnya yang lebih berpengalaman, Thomas Tuchel.
Tekanan terhadap Carrick meningkat setelah MU hanya meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan pertama di semua kompetisi.
Dua kemenangan tersebut didapat saat menjamu Sabah di Liga Champions dan menghadapi tim promosi Ipswich Town di Premier League.
Di sisi lain, MU kalah dari Hull City, Manchester City, dan Brighton. Kekalahan terakhir bahkan mengakhiri catatan 50 tahun MU yang tidak pernah kalah di Old Trafford setelah unggul 2-0 pada babak pertama.
MU juga nyaris kembali menelan kekalahan ketika menghadapi Fulham pada hari Minggu lalu.
Gol Matheus Cunha pada menit ke-89 yang membentur pemain lawan menyelamatkan MU dari hasil lebih buruk dalam pertandingan yang kembali diwarnai performa mengecewakan.
Posisi Carrick Mulai Digoyang?
Situasi tersebut membuat Setan Merah terlihat berbeda dibandingkan ketika Carrick masih berstatus pelatih sementara.
MU sebelumnya menjadi tim dengan perolehan poin terbaik di Premier League sejak Carrick ditunjuk pada Januari hingga akhir musim pada Mei 2026.
Kebijakan transfer klub pun mulai dipertanyakan. MU hanya mendatangkan tiga pemain yang semuanya bermain di posisi gelandang tengah, sementara tambahan pemain di lini pertahanan tidak terealisasi.
MU sudah kebobolan delapan gol dalam lima pertandingan Premier League. Satu-satunya clean sheet mereka terjadi ketika menghadapi Sabah yang hampir tidak memberikan ancaman ke gawang Senne Lammens.
"Dengan MU juga harus menghadapi tambahan pertandingan karena tampil di Liga Champions, keputusan mengangkat Carrick sebagai pelatih permanen mulai dipertanyakan," tulis GMS dalam ulasannya.
Di tengah situasi tersebut, nama Fabian Hurzeler muncul sebagai satu di antara kandidat.
Hurzeler Luar Biasa
Mantan kepala pemandu bakat Manchester United, Mick Brown, mengatakan MU dan Tottenham sangat tertarik kepada pelatih Brighton tersebut.
Terkini, Hurzeler membawa Brighton menang 3-0 atas Arsenal, Sabtu lalu. Hasil itu sekaligus mengakhiri start sempurna Arsenal pada musim ini.
Brown menilai Hurzeler telah menunjukkan kinerja luar biasa bersama Brighton.
"Dia telah melakukan pekerjaan yang fantastis bersama Brighton untuk membawa mereka ke posisi seperti sekarang dalam beberapa tahun terakhir. Dia juga kembali bekerja dengan baik musim ini dan kini mereka berada di posisi ketiga klasemen," ujar Brown, dikutip GMS.
Brown menyebut ketertarikan dari klub-klub besar terhadap Hurzeler bukan sesuatu yang mengejutkan.
"Jadi, saya tidak ragu beberapa klub besar sangat tertarik kepadanya, dan saya diberi tahu bahwa Manchester United serta Tottenham termasuk di antaranya," lanjutnya.
Meski begitu, Brown tidak melihat pergantian pelatih akan dilakukan MU atau Tottenham dalam waktu dekat.
"Saya akan terkejut jika mereka ingin melakukan itu dalam waktu dekat. Saya rasa kedua klub tidak ingin mengganti manajer sedini ini pada musim tersebut," katanya.
Keunggulan Tuchel
"Hurzeler memang baru berusia 33 tahun. Ia telah membawa Brighton meraih sejumlah hasil positif, tetapi jika Mu benar-benar memutuskan berpisah dengan Carrick, pengalaman menjadi satu di antara alasan mengapa Tuchel dinilai layak dipertimbangkan," lanjut GMS.
Tuchel 20 tahun lebih tua daripada Hurzeler dan memiliki pengalaman menangani Chelsea, Bayern Munchen, Paris Saint Germain, serta Borussia Dortmund. Ia juga telah memenangkan tiga gelar liga dan satu trofi Liga Champions.
Tuchel saat ini masih menangani Timnas Inggris. Ia sempat membawa Inggris unggul 1-0 atas Argentina di Piala Dunia 2026 sebelum lawan membalikkan keadaan. Inggris akhirnya gagal mencapai final.
Kendati hasil tersebut menjadi catatan buruk dalam kiprahnya bersama Inggris, Tuchel sudah terbiasa menangani klub-klub besar dan menghadapi tekanan tinggi.
Ia juga mendapat dukungan dari Marcus Rashford. Setelah dipanggil ke skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026, Rashford berterima kasih kepada Tuchel karena telah memercayainya melalui unggahan di Instagram.
Meyakinkan Tuchel
MU harus meyakinkan Tuchel untuk meninggalkan Timnas Inggris. Pelatih berusia 53 tahun itu baru menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun yang membuatnya terikat hingga Euro 2028.
Tuchel sebelumnya juga pernah dikaitkan dengan MU. Pada 2024, GMS melaporkan ia terbuka terhadap pendekatan MU dan sempat berbicara dengan petinggi klub.
Namun, Tuchel kemudian menolak kesempatan menggantikan Erik ten Hag karena perbedaan pandangan mengenai kebijakan transfer.
Meski begitu, situasi sepak bola dapat berubah dengan cepat jika MU kembali membuka peluang untuk mendatangkannya.
Sumber: Give Me Sport