Bola.com, Jakarta - Luka Modric kembali menjadi pengatur permainan AC Milan saat menghadapi Lecce di Liga Italia. Setelah mendapat pertanyaan mengenai perannya usai laga melawan Lazio, gelandang veteran tersebut memberikan respons melalui penampilan yang jauh lebih dominan.
AC Milan menang 3-0 di San Siro dan mengakhiri periode yang sempat menimbulkan sejumlah pertanyaan. Perubahan komposisi pemain yang dilakukan Ruben Amorim juga membuat Modric mendapatkan kondisi yang lebih ideal untuk menunjukkan kualitasnya.
Situasi tersebut memperlihatkan satu hal penting. Ketika permainan Milan terorganisasi dengan baik dan Modric mendapat dukungan yang tepat, kemampuan teknisnya masih mampu menjadi pembeda.
Satu Laga Tak Cukup Mengubah Penilaian
Penampilan Modric ketika melawan Lazio memang tidak berada pada level terbaiknya sejak bergabung dengan Milan. Kondisi itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana Amorim akan menggunakan sang gelandang dalam pertandingan berikutnya.
Namun, respons Modric terhadap situasi tersebut berlangsung cepat. Melawan Lecce, ia kembali mengontrol ritme permainan dengan distribusi bola yang presisi dan pengambilan keputusan yang sulit diikuti lawan.
Kualitas teknis Modric menjadi sangat terlihat ketika Milan mendapatkan lebih banyak ruang untuk memainkan sepak bola mereka. Ia mampu menentukan kapan bola harus dipercepat dan kapan permainan perlu dikendalikan.
Rabiot Bantu Modric Lebih Bebas
Perubahan yang dilakukan Amorim turut memengaruhi performa Modric. Adrien Rabiot menjadi salah satu pemain yang memberikan keseimbangan di lini tengah sehingga Modric tidak harus menghadapi semua persoalan permainan seorang diri.
Rabiot juga tampil menonjol dengan pergerakan vertikalnya. Gol yang ia cetak memperlihatkan bagaimana struktur Milan memungkinkan pemain dari lini kedua menyerang ruang dengan lebih efektif.
Jurnalis Italia, Carlo Pellegatti, menggunakan perumpamaan seorang aktor besar yang membutuhkan pengawal di sekelilingnya. Dalam konteks Milan, Modric dapat memainkan peran utama ketika rekan-rekannya mampu menyediakan perlindungan dan ruang yang dibutuhkan.
Milan Perlu Memaksimalkan Modric
Performa melawan Lecce sekaligus memberikan petunjuk mengenai pekerjaan Amorim berikutnya. Milan harus menemukan struktur yang membuat Modric bisa memberikan pengaruh maksimal tanpa membuat keseimbangan tim terganggu.
Pertandingan dengan lawan yang memberikan tekanan lebih agresif seperti Lazio tentu menghadirkan tantangan berbeda. Dalam situasi tersebut, Milan bisa membutuhkan lebih banyak pemain dengan kemampuan berlari untuk membantu menjaga struktur dan menutup ruang.
Artinya, pertanyaan utamanya bukan apakah Modric masih mampu menjadi pemain penting. Fokus yang lebih relevan adalah bagaimana Milan membangun sistem yang dapat memaksimalkan kualitasnya dalam berbagai karakter pertandingan.
Sumber: Sempre Milan