Kai Havertz Ditarik Bajunya, Arsenal Tak Dapat Penalti: Premier League Beri Penjelasan

Premier League jelaskan keputusan VAR yang gagalkan penalti Arsenal kontra Hull City.

Bola.com, Jakarta - Keputusan wasit Farai Hallam yang tidak memberikan penalti kepada Arsenal saat menghadapi Hull City menuai kebingungan.

Kendati Kai Havertz terlihat ditarik bajunya oleh Nobel Mendy di kotak terlarang, Meriam London gagal mendapatkan hadiah tendangan 12 pas setelah VAR menyatakan sang penyerang berada dalam posisi offside.

Insiden tersebut terjadi menjelang akhir babak pertama, Sabtu (7-11-2026).

Arsenal kesulitan menembus pertahanan Hull City yang tampil solid. Havertz kemudian terjatuh di area penalti setelah bajunya ditarik Mendy, tetapi Hallam tidak langsung menyadari pelanggaran tersebut.

VAR lantas meminta Hallam meninjau tayangan di monitor pinggir lapangan. Publik di Emirates Stadium berharap wasit menunjuk titik putih.

Namun, Hallam justru memutuskan memberikan tendangan bebas untuk Hull City karena Havertz dinilai berada dalam posisi offside ketika bola dimainkan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Premier League Tegaskan Keputusan Wasit

Dalam peninjauan tersebut, Hallam mengakui adanya pelanggaran berupa tarikan terhadap Havertz. Namun, posisi offside sang pemain Arsenal membuat pelanggaran itu tidak berujung pada penalti.

Keputusan tersebut membuat para suporter bingung. Mereka mempertanyakan alasan VAR meminta Hallam meninjau insiden itu secara langsung, padahal hasil akhirnya tetap berupa tendangan bebas untuk Hull City.

Premier League kemudian merilis pernyataan untuk menjelaskan keputusan tersebut sekaligus menegaskan Hallam telah mengambil keputusan yang tepat.

"VAR merekomendasikan peninjauan di lapangan atas potensi penalti untuk Arsenal akibat pelanggaran Mendy terhadap Havertz, tetapi ditentukan bahwa Havertz berada dalam posisi offside dalam proses terjadinya insiden."

Dalam penjelasan wasit, disebutkan: "Setelah peninjauan, terdapat pelanggaran berupa tarikan yang dilakukan pemain biru nomor 32 terhadap pemain merah nomor 29. Namun, pemain merah nomor 29 berada dalam posisi offside sehingga keputusan akhir adalah tendangan bebas untuk Hull City akibat offside."

Terlepas dari keputusan tersebut, Manajer Arsenal, Mikel Arteta, juga tidak akan puas dengan penampilan timnya dalam membangun serangan.

Meriam London jarang memberikan ancaman berarti ke pertahanan Hull. Havertz bahkan gagal memaksimalkan peluang satu lawan satu saat melakukan serangan balik, yang turut menggambarkan penampilan Arsenal pada babak pertama. 

Insiden Harry Kane kontra Arsenal Kembali Disorot

Give Me Sport menulis, keputusan terhadap Havertz mengingatkan pada insiden dalam derbi London Utara antara Arsenal dan Tottenham Hotspur pada Maret 2019.

Saat itu, Harry Kane berada dalam posisi offside ketika Shkodran Mustafi menjatuhkan mantan penyerang Spurs tersebut di kotak penalti.

Tottenham tetap mendapatkan hadiah penalti, meski Kane berada dalam posisi offside.

Aturan FA yang berlaku ketika itu menjelaskan:

"Jika seorang pemain yang berada dalam posisi offside bergerak menuju bola dengan maksud memainkannya dan dilanggar sebelum memainkan atau mencoba memainkan bola, atau sebelum menantang lawan untuk merebut bola, pelanggaran tersebut dihukum karena terjadi sebelum pelanggaran offside."

Pertandingan tersebut berlangsung beberapa bulan sebelum Premier League menerapkan VAR. Meski demikian, insiden Kane dan keputusan terhadap Havertz dalam laga Arsenal kontra Hull City memiliki kemiripan.

 

Sumber: Give Me Sport 

Persaingan Terkini

Video Populer

Foto Populer