Enzo Fernandez Bukan Sekadar Pengganti Rodri, Tanda-Tanda Era Baru Man City Mulai Terlihat

Enzo Fernandez bergabung dengan Manchester City dan langsung berikan pengaruhnya untuk tim.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 23 September 2026, 16:45 WIB
Enzo Fernandez lakoni debut bersama Manchester City saat menghadapi Coventry City di Liga Inggris 2026/2027, Sabtu (5/9/2026). (AFP/Peter Powell)

Bola.com, Jakarta - Enzo Fernandez belum lama bergabung dengan Manchester City. Namun, gelandang asal Argentina itu sudah menunjukkan pengaruh besar di lini tengah The Citizens.

Enzo Fernandez dibeli Manchester City seharga 125 juta poundsterling (Rp2,96 triliun) dari Chelsea. Ia tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan Haaland dan kawan-kawan dan membuktikan kualitasnya.

Advertisement

Performa awalnya bahkan memberi sinyal bahwa keputusan memboyongnya ke Etihad Stadium bisa menjadi bagian penting dari proyek baru Man City.

Fernandez datang ketika Man City sedang mengalami perubahan besar. Dalam beberapa periode terakhir, mereka kehilangan sejumlah pemain penting seperti Rodri, Ilkay Gundogan, Bernardo Silva, dan Kevin De Bruyne.

Kehadiran Fernandez pun bukan sekadar untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Rodri. Ia menawarkan fleksibilitas dan karakter yang dibutuhkan Man City untuk membangun kembali kekuatan mereka

 

 


Enzo Fernandez Punya Kualitas Tinggi

Gelandang Manchester City asal Argentina #17, Enzo Fernandezm menembak tetapi gagal mencetak gol selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 13 September 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Salah satu hal yang paling menonjol dari permainan Fernandez adalah kemampuannya menjalankan berbagai peran. 

Ia bisa turun lebih dalam untuk membantu proses build-up dan menjaga sirkulasi bola. Namun, di saat yang sama, Fernandez juga mampu bergerak lebih maju, masuk ke area pertahanan lawan, hingga terlibat langsung dalam serangan.

Kemampuan tersebut membuatnya bukan sekadar gelandang yang bertugas mengalirkan bola.

Kemenangan melawan Sunderland 5-3 adalah bukti kerja keras Enzo Fernandez juga tentunya.

Fernandez menyentuh bola sebanyak 68 kali, menyelesaikan 44 operan, menempuh jarak 11,8 kilometer, terbanyak di antara pemain lain di lapangan, dan merebut empat bola kembali dalam aksi bertahan, seperti dilansir dari Sport Mole pada Rabu (23/9/2026).

Selain itu, Enzo mencetak gol indah dari tendangan bebas yang menambah pundi-pundi gol City saat Brobbey sedang ganas-ganasnya.

Ia tidak hanya bertindak sebagai pengumpan, atau semata-mata sebagai pemain yang agresif. Keterlibatannya mencakup sirkulasi, pergerakan, dan kontribusi serangan dalam ukuran yang hampir sama.

 


Duet dengan Elliot Anderson

Pemain Arsenal Christos Tzolis (tengah) dan pemain Manchester City Elliot Anderson (kanan) berebut bola dalam laga final FA Community Shield antara Arsenal vs Manchester City di Cardiff, Wales, Minggu, 16 Agustus 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Perkembangan duet Fernandez dengan Elliot Anderson juga menarik untuk dinantikan.

Keduanya memiliki kemampuan menempati ruang, menjaga tempo permainan, serta membantu sirkulasi bola di area sempit. Kombinasi tersebut berpotensi membuat lini tengah Man City lebih dinamis.

Namun, keberhasilan duet tersebut tetap bergantung pada keseimbangan peran yang diberikan oleh sang manajer.

Untuk sementara, tanda-tanda awal menunjukkan Fernandez dan Anderson telah menjadi dua pemain yang dipercaya untuk menjadi bagian penting dari lini tengah Man City.

 

 

 

 


Pengalaman Jadi Modal Berharga

Dari kiri, Rico Lewis dari Manchester City, Matheus Nunes dari Manchester City, Enzo Fernandez dari Manchester City melakukan pemanasan sebelum pertandingan Liga Inggris antara Manchester City dan Coventry City di Manchester, Inggris, Sabtu, 5 September 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Fernandez juga datang dengan pengalaman bermain di bawah tekanan tinggi.

Sebelum memperkuat Man City, ia telah merasakan atmosfer sepak bola Eropa dan menjadi bagian penting dari Timnas Argentina saat menjuarai Piala Dunia.

Pengalaman tersebut tentu tidak menjamin Fernandez akan selalu mampu mengatasi setiap tantangan. Namun, pengalaman bermain dalam situasi bertekanan tinggi menjadi modal berharga untuk klub seperti Man City yang memiliki tuntutan besar di setiap pertandingan.

Hubungannya dengan manajer Enzo Maresca juga menjadi faktor penting.

Maresca sudah mengenal Fernandez sejak keduanya bekerja sama di Chelsea. Sang pelatih memahami karakter dan kemampuan sang gelandang serta terlibat langsung dalam keputusan membawanya ke Etihad Stadium.

Kedekatan tersebut bisa membantu proses adaptasi Fernandez berlangsung lebih cepat dibandingkan pemain baru lainnya.

Bagi suporter, proses menerima pemain baru biasanya menjadi lebih cepat ketika sang pemain menunjukkan sesuatu yang lebih dari sekadar menjalankan tugasnya.

Fernandez mulai memperlihatkan hal tersebut. Intensitasnya tinggi, ia aktif membantu tim saat kehilangan bola, terlibat dalam permainan di berbagai area lapangan, dan berani mengambil tanggung jawab meski baru menjalani awal kariernya bersama Man City.

Tentu, penilaian terhadap transfer ini masih membutuhkan waktu. Fernandez harus membuktikan konsistensinya dalam pertandingan-pertandingan besar dan sepanjang musim.

Namun, satu hal mulai terlihat jelas, Enzo Fernandez datang ke Manchester City bukan sekadar untuk mengisi kekosongan di lini tengah.

Sumber: Sportmole

 

Berita Terkait