Presiden Federasi Jerman dan Wales Ragukan Reformasi Gianni Infantino di FIFA

Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, dan CEO Federasi Sepak Bola Wales (FAW), Noel Mooney, mempertanyakan keseriusan Presiden FIFA.

BolaCom | Arif Anggara MulyaDiterbitkan 23 September 2026, 17:15 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers di Qatar National Convention Center, Doha, Sabtu, 19 November 2022, menjelang Piala Dunia Qatar 2022. Infantino membalas kritik terhadap catatan hak asasi manusia Qatar. (COFFRINI KAIN / AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, dan CEO Federasi Sepak Bola Wales (FAW), Noel Mooney, mempertanyakan keseriusan Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait rencana reformasi di tubuh badan sepak bola dunia tersebut.

Keraguan itu muncul setelah Infantino mengirim surat kepada anggota Dewan FIFA dan 211 asosiasi anggota pada Senin (21/9/2026).

Advertisement

Dalam surat tersebut, Infantino menyatakan kesediaannya untuk meminta peninjauan independen dari pihak eksternal terhadap sistem tata kelola FIFA, khususnya terkait proyek-proyek strategis.

Infantino juga mengusulkan Dewan FIFA menggelar konsultasi secara langsung, terstruktur, dan terbatas waktunya bersama konfederasi, asosiasi anggota, serta para pemangku kepentingan terkait.

Namun, isi surat tersebut dinilai belum menunjukkan adanya reformasi menyeluruh di tubuh FIFA.

Noel Mooney menjadi salah satu pihak yang mempertanyakan cakupan rencana tersebut. Menurutnya, istilah reformasi besar-besaran di FIFA tidak sepenuhnya sesuai dengan isi surat yang dikirim Infantino.

"Saya melihat pemberitaan mengenai reformasi besar di FIFA. Sejujurnya, bukan seperti itu isi suratnya," kata Mooney kepada BBC Wales.

"Saya sudah melihat surat yang dikirimkan. Isinya sebenarnya tidak mengatakan reformasi FIFA secara keseluruhan. Surat itu berbicara tentang reformasi terkait proyek dan inisiatif strategis."

Mooney menjelaskan, pembahasan lebih diarahkan pada bagaimana proses konsultasi dilakukan serta bagaimana keputusan mengenai proyek-proyek strategis FIFA diambil.

Mooney juga menegaskan pandangannya mengenai posisi seorang Presiden FIFA.

"Dari seorang Presiden FIFA, Anda mencari sosok yang menjadi penjaga moral permainan. Bukan seseorang yang menjual bagian-bagian dari permainan," ujarnya.

 

 

 


DFB Menolak

File foto yang diambil pada 22 September 2023 ini memperlihatkan logo Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) saat konferensi pers di markas DFB di Frankfurt, Jerman bagian barat. Penyelidik menggerebek markas besar asosiasi sepak bola Jerman dan lokasi lain di seluruh negeri pada 1 Juli 2026 sebagai bagian dari penyelidikan korupsi terkait turnamen Euro 2024. DFB mengonfirmasi bahwa kantor pusatnya di Frankfurt telah menjadi sasaran. Kasus ini melibatkan tuduhan bahwa pegawai kota tuan rumah di Jerman diundang secara ilegal ke pertandingan Euro dan menerima tiket dengan syarat menguntungkan dari penyelenggara, kata polisi dan jaksa. (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, bahkan memberikan respons lebih tegas terhadap surat Infantino. Umenolak surat Infantino karena menganggap itu hanya taktik untuk mengamankan terpilih kembali tahun depan.

Sebelum kasus FFE, DFB sudah menolak untuk mendukung Infantino maju kembali sebagai presiden FIFA dan berada di sisi UEFA dengan menyetujui pemboikotan FIFA.

Federasi Jerman juga berada di belakang sikap UEFA yang mengancam memboikot turnamen-turnamen FIFA setelah munculnya polemik FFE.

“Pada dasarnya, FIFA tampaknya kini telah menyadari bahwa perubahan sangat penting, tetapi Gianni Infantino jelas bukan orang yang tepat untuk memimpin proses reformasi. Dia telah kehilangan semua kredibilitasnya.” kata Bernd yang berbicara kepada kantor berita Jerman SID, seperti dilansir dari The Athletic.

Namun, penolakan yang ada pun tidak begitu berarti tampaknya karena belum ada kandidat yang siap mencalonkan diri sebagai presiden FIFA selain Infantino dengan tenggat pencalonan pada 18 November.

 

 


Infantino Ingin Maju untuk Periode Keempat

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan leg kedua final Piala AFF 2026 di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026). (VFF)

Infantino telah menyatakan keinginannya untuk kembali maju dalam pemilihan Presiden FIFA 2027.

Untuk sementara, Infantino masih menjadi satu-satunya kandidat dalam pemilihan tersebut. Kandidat lain masih memiliki waktu untuk mencalonkan diri hingga batas akhir pada 18 November 2026.

Pernyataan dari federasi Jerman dan Wales tersebut membuat rencana reformasi FIFA menjadi salah satu isu penting menjelang pemilihan presiden tahun depan.

 

Berita Terkait