Bola.com, Jakarta - Para pemain Timnas Argentina kompak berharap Lionel Scaloni tetap menjadi pelatih La Albiceleste di tengah negosiasi kontrak baru yang masih berlangsung.
Masa depan Scaloni bersama Argentina belum sepenuhnya jelas. Kontrak pelatih berusia 48 tahun itu akan berakhir pada Desember 2026 dan hingga kini masih dalam pembahasan bersama Federasi Sepak Bola Argentina (AFA).
Namun, para pemain memberikan dukungan kuat agar Scaloni tetap berada di kursi pelatih.
"Menurut saya, dia adalah salah satu pelatih paling penting. Dia memberikan saya kesempatan menjalani debut dan saya berharap dia tetap bertahan," ujar gelandang Nicolas Paz saat tiba di Buenos Aires untuk mengikuti pemusatan latihan, seperti dikutip dari ESPN, Rabu (23/9/2026).
Bek senior Cristian Romero juga menyampaikan harapan serupa.
"Kami berharap dia bertahan. Dia adalah sosok kunci dalam membangun Timnas Argentina ini. Jadi, tentu saja kami ingin dia terus melanjutkan pekerjaannya," kata Romero.
Scaloni Dianggap Sosok Penting
Dukungan terhadap Scaloni juga datang dari pemain lainnya. Bek Leonardo Balerdi menyebut bertahannya Scaloni sebagai sebuah keistimewaan. Sementara itu, winger Benfica, Gianluca Prestianni, menyoroti besarnya kontribusi sang pelatih untuk Argentina.
"Dia telah memberikan segalanya untuk Timnas Argentina dalam beberapa tahun terakhir dan membuat seluruh rakyat Argentina sangat bahagia," ujar Prestianni.
Kiper Juan Musso juga mengungkapkan kedekatan para pemain dengan Scaloni.
"Melihat kesuksesan yang dia raih dan apa yang telah dibangunnya bersama tim ini, kami sangat menghormatinya dan memiliki rasa kasih sayang yang besar kepadanya," tutur Musso.
Bawa Argentina ke Era Keemasan
Scaloni mulai menangani Argentina delapan tahun lalu. Sejak saat itu, ia membawa La Albiceleste menjalani salah satu periode paling sukses dalam sejarah sepak bola internasional.
Di bawah asuhannya, Argentina berhasil menjuarai Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa América 2024.
Scaloni juga mencatat rekor impresif dalam 104 pertandingan bersama Argentina. Tim Tango meraih 76 kemenangan, 18 hasil imbang, dan hanya 10 kekalahan.
Ia bahkan membawa Argentina mencatat 36 pertandingan tanpa kekalahan, yang menjadi rekor terpanjang dalam sejarah tim nasional tersebut.
Meski demikian, masa depan Scaloni kembali menjadi tanda tanya setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026, Juli lalu.
Usai pertandingan tersebut, Scaloni sempat memberikan sinyal kemungkinan mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Argentina.
Hingga kini, Scaloni belum memberikan pernyataan publik setelah kembali ke Argentina. Ia dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Selasa pekan depan, menjelang laga persahabatan melawan Bolivia di Cordoba.
Sumber: ESPN