Bola.com, Jakarta - Persaingan memperebutkan Ballon d'Or 2026 makin mendekati puncaknya. Pengumuman pemenang penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola itu akan berlangsung pada 26 Oktober 2026.
Kylian Mbappe, Lamine Yamal, dan Harry Kane menjadi tiga nama yang masuk persaingan.
Ketiganya belum pernah memenangkan Ballon d'Or, meski Mbappe dan Yamal masing-masing pernah finis di posisi tiga besar pada 2023 dan 2025.
Mbappe dan Yamal sama-sama yakin tahun ini menjadi kesempatan mereka untuk merebut penghargaan tersebut.
Mbappe bahkan mengaku memiliki "perasaan yang bagus" bakal memenangkan Ballon d'Or setelah menjadi top scorer Liga Champions dan LaLiga musim lalu.
Yamal juga memiliki keyakinan serupa. Pemain Barcelona itu menilai "cara bermain saya adalah argumen terkuat" yang dimilikinya. Ia juga menyebut keberhasilannya membantu Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 sebagai nilai tambah.
Mbappe, Yamal Terlalu Berisik
Berbeda dengan kedua pemain tersebut, Kane memilih tidak banyak berbicara mengenai peluangnya meraih Ballon d'Or.
Sikap itu justru mendapat apresiasi dari mantan pemain Aston Villa, Gabby Agbonlahor.
Agbonlahor mengaku mulai terganggu dengan pernyataan Mbappe dan Yamal yang terus menyampaikan alasan mengapa mereka layak mendapatkan penghargaan tersebut.
"Sejujurnya, saya lelah melihat Lamine Yamal dan Mbappe di linimasa saya berbicara tentang bagaimana mereka layak memenangkan Ballon d'Or," kata Agbonlahor dalam acara "talkSPORT Breakfast".
"Saya suka bagaimana Harry Kane hanya diam. Harry Kane adalah favorit, dia akan memenangkannya." ucapnya.
Ia kemudian menyindir sikap Mbappe dan Yamal yang terus membicarakan Ballon d'Or.
"Tapi mereka berdua... saya tidak suka itu. Kalau saya yang memberikan suara, saya akan bilang, 'Diamlah.' Terus membicarakan bahwa Anda layak memenangkannya tidak akan membuat Anda benar-benar menang," kecam Agbonlahor.
"Harry Kane seharusnya memenangkan Ballon d'Or, dia sudah melakukan yang paling banyak," kata Agbonlahor.
Kane Produktif
Kane memang menjalani musim yang sangat produktif bersama Bayern Munchen. Striker berusia 33 tahun itu mencetak 61 gol dalam 51 penampilan untuk Die Roten sekaligus membantu Bayern meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal.
Performa Kane juga berlanjut bersama Timnas Inggris. Ia mencetak enam gol di Piala Dunia 2026 setelah menjalani musim domestik yang gemilang bersama Bayern.
Rekan Agbonlahor di talkSPORT Breakfast, Alan Brazil, memiliki pandangan yang sama mengenai peluang Kane.
"Bagi saya, ini dia. Dia harus memenangkannya," ujar Brazil.
Jika Kane berhasil meraih Ballon d'Or, ia akan menjadi pemain Inggris pertama yang memenangkan penghargaan tersebut sejak Michael Owen pada 2001.
Ia juga bakal menjadi pemain Bayern pertama yang meraihnya sejak Karl-Heinz Rummenigge pada 1981.
Mirip Kasus Lewandowski?
Ada pula anggapan bahwa penantian pemain Bayern untuk memenangkan Ballon d'Or seharusnya berakhir pada 2021.
Saat itu, Robert Lewandowski secara kontroversial kalah dari Lionel Messi dalam perebutan penghargaan.
Agbonlahor berharap kejadian serupa tidak terulang pada Kane.
"Ini akan mirip dengan Lewandowski," kata Agbonlahor.
"Selama COVID, dia seharusnya memenangkannya. Semua orang mengira Lewandowski akan menang, tetapi ternyata tidak."
"Kalau Harry Kane tidak memenangkannya, akan terjadi kegaduhan," ujar penyerang Aston Villa periode 2005-2018 itu.
Sumber: Talksport