Toprak Razgatlioglu Nyaris Tinggalkan Balapan MotoGP Austria: Tetap Tampil demi Yamaha

Toprak Razgatlioglu mengaku sempat mempertimbangkan untuk masuk pit saat MotoGP Austria 2026 karena kehilangan grip ban belakang motor Yamaha yang dikendarainya.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 25 September 2026, 14:30 WIB
Pembalap Pramac Racing, Toprak Razgatlioglu. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pembalap prima Yamaha, Toprak Razgatlioglu menjalani balapan yang sulit di Red Bull Ring, Minggu (20/9/2026).

Razgatlioglu finis di posisi ke-20, terpaut 46,724 detik dari pemenang balapan, Pedro Acosta. Hasil tersebut membuatnya gagal mendapatkan poin dalam balapan utama.

Advertisement

Masalah grip sudah dirasakan Razgatlioglu sejak awal balapan. Ia mengaku kondisi itu membuat ban belakang terus mengalami spin, terutama ketika keluar dari tikungan dan saat melakukan akselerasi.

Situasi makin sulit pada enam lap terakhir. Razgatlioglu mengaku sempat bertanya kepada dirinya sendiri bagaimana bisa menyelesaikan balapan dengan kondisi itu.

Meski begitu, pembalap asal Turki itu tetap melanjutkan balapan hingga finis. Ia menyebut keputusannya itu sebagai bentuk penghormatan kepada Yamaha.


Razgatlioglu Sempat Ingin Masuk Pit

Pembalap Pramac Racing, Toprak Razgatlioglu. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

Razgatlioglu mengaku frustasi dengan kondisi motornya sepanjang balapan.

“Saya sempat berpikir untuk masuk pit. Namun, saya cukup menghormati Yamaha untuk tetap melanjutkan balapan,” ujar Razgatlioglu, seperti dikutip dari Motorsport.com.

Menurutnya, masalah grip sudah terasa sejak lima lap pertama. Kondisi itu berbeda dengan sesi sebelumnya ketika ia masih mampu menjaga performa motornya.

Razgatlioglu juga merasa heran karena masalah tersebut muncul sejak awal penggunaan ban. Ia berharap grip justru menurun menjelang akhir balapan, bukan sejak lap-lap pertama.


Balapan Terburuk Kedua bagi Razgatlioglu

Toprak Razgatlioglu saat mengikuti sesi tes MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo. (XMotoGP)

Razgatlioglu menyebut MotoGP Austria sebagai salah satu balapan terburuk dalam kariernya.

"Saya sangat marah dengan motor karena saya bertanya kepada diri sendiri, bagaimana mungkin tidak ada grip sejak awal dengan ban baru," kata Razgatlioglu.

Ia bahkan menyebut balapan itu sebagai balapan terburuk kedua dalam hidupnya. Pengalaman terburuk lainnya juga terjadi pada musim 2026 di MotoGP Thailand ketika ia mengalami masalah grip yang serupa.

Di Austria, Razgatlioglu menjadi pembalap Yamaha dengan posisi finis terendah kedua setelah Jack Miller. Fabio Quartararo finis ke-17, sementara Alex Rins berada di posisi ke-19.


Yamaha Masih Berusaha Temukan Solusi

Masalah grip menjadi salah satu persoalan yang terus dihadapi Razgatlioglu bersama Yamaha pada musim debutnya di MotoGP.

Sebelum balapan utama Austria, Razgatlioglu juga mengaku masih kesulitan memahami karakter ban belakang, ia menyebut dirinya masih perlu beradaptasi menemukan area grip tang tepat.

Pada sesi latihan di Red Bull Ring, Razgatlioglu bahkan berada di posisi ke-22 dengan selisih 1,601 detik dari Pedro Acosta yang menjadi pembalap tercepat.

Masalah itu membuat Razgatlioglu dan Yamaha masih punya pekerjaan rumah untuk meningkatkan performa motor, terutama dalam hal akselerasi dan traksi.

Kini, Razgatlioglu berharap Yamaha dapat menemukan solusi agar persoalan grip tidak kembali mengganggu performanya pada seri MotoGP berikutnya.

Sumber: Motorsport.com

Penulis: Merisa Amanda

Berita Terkait