Inggris Takluk dari Spanyol di UEFA Nations League, Thomas Tuchel Tak Menepis Kemungkinan Bintang Manchester City Terdistraksi Kasus Klub

Dua gol pertama Spanyol lahir setelah Marc Guehi dan Nico O'Reilly kehilangan bola dalam situasi membangun serangan dari belakang.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 27 September 2026, 07:00 WIB
Gelandang Timnas Spanyol, Alex Baena (kanan), mencetak gol bagi timnya ke gawang Inggris dalam laga Grup 3 UEFA Nations League A 2026/2027 di Wembley Stadium, London, Minggu (27/9/2026) dini hari WIB. Spanyol menang 3-2 dalam laga ini. (Ben STANSALL / AFP)

Bola.com, Jakarta - Kekalahan Inggris dari Spanyol di Wembley menyisakan sejumlah catatan bagi Thomas Tuchel. Dua kesalahan pemain Manchester City, Marc Guehi dan Nico O'Reilly, berujung gol Spanyol dan membuat Three Lions gagal menghentikan rekor tak terkalahkan La Roja yang kini mencapai 39 pertandingan.

Tuchel mengakui kesalahan-kesalahan tersebut membuat Inggris dihukum di level tertinggi. Sang pelatih membuka kemungkinan kabar besar yang sedang membelit Man City ikut mengganggu konsentrasi para pemainnya.

Advertisement

Dua gol pertama Spanyol lahir setelah Marc Guehi dan Nico O'Reilly kehilangan bola dalam situasi membangun serangan dari belakang.

Tuchel menilai kesalahan seperti itu sangat berisiko ketika menghadapi Spanyol, tim yang dikenal mampu menguasai bola dan mengontrol pertandingan dengan sangat baik.

"Itu terjadi. Memang begitulah adanya. Hal itu terjadi terlalu sering dan kami dihukum di level tertinggi," ujar Tuchel.

"Kami membuat awal yang paling buruk melawan tim seperti Spanyol yang senang mengontrol pertandingan, bermain dengan percaya diri dan menguasai bola."

 

Tuchel Tak Menutup Kemungkinan Pemain Man City Terdistraksi

Thomas Tuchel, manajer Inggris, bereaksi selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta pada 16 Juli 2026 di Atlanta, Georgia. (Justin Setterfield/Getty Images melalui AFP)

Kabar besar yang tengah melibatkan Manchester City juga menjadi sorotan setelah pertandingan.

Ketika ditanya apakah persoalan itu mungkin mengganggu konsentrasi pemain, Tuchel mengaku dirinya tidak terdistraksi.

Namun, ia memahami situasinya bisa berbeda bagi para pemain Manchester City yang berada di skuad Inggris.

"Kalau saya tidak, tetapi saya bisa membayangkan mungkin bagi para pemain Manchester City. Bagi saya, tidak. Saya tidak akan berkomentar mengenai hal itu karena ini merupakan kasus pengadilan yang sedang berlangsung," kata Tuchel.

"Saya tidak menjadikannya sebagai topik. Itu bukan topik bagi saya."

Tuchel menambahkan para pemain memiliki lebih banyak waktu untuk membicarakan situasi itu dibandingkan dirinya. Mereka juga hanya menjalani satu sesi latihan sebelum pertandingan.

"Para pemain punya lebih banyak waktu daripada saya, mereka hanya menjalani satu sesi latihan, jadi tentu saya bisa membayangkan mereka membicarakannya. Tetapi itu bagus. Saya tidak merasa hal itu mengganggu," lanjutnya.


Harry Kane Gagal Manfaatkan Penalti

Harry Kane #9 dari Inggris merayakan gol kedua timnya selama pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Kroasia di Stadion Dallas pada 17 Juni 2026 di Arlington, Texas. (Richard Pelham/Getty Images via AFP)

Inggris sebenarnya sempat menunjukkan respons positif setelah tertinggal. The Three Lions bahkan mampu berbalik unggul sebelum turun minum.

Peluang besar untuk memperlebar keunggulan menjadi 3-1 datang ketika Jude Bellingham memenangkan penalti.

Namun, Harry Kane gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya membentur mistar gawang.

Momen itu kemudian menjadi titik balik bagi Spanyol untuk bangkit dan mengubah jalannya pertandingan.

"Kami ingin menjadi tim yang sangat bertekad untuk mengalahkan mereka. Kenyataannya, kami kalah," ujar Tuchel.


Tuchel Sebut Inggris Harus Belajar dari Kekalahan

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, berdiri di pinggir lapangan sebelum pertandingan melawan Ghana Piala Dunia 2026 di Foxborough, Massachusetts, dekat Boston, Rabu (24/6/2026). (AP Photo/Petr David Josek)

Tuchel menilai Inggris sebenarnya memiliki peluang untuk mengunci kemenangan.

Setelah mencetak gol penyama dan gol kedua, Inggris masih mempunyai kesempatan mencetak gol ketiga yang menurutnya bisa menjadi pukulan penentu.

"Kami mencetak gol penyeimbang kedudukan. Kami mencetak gol kedua. Kami bisa saja mencetak gol ketiga di babak pertama. Kami seharusnya benar-benar mencetak gol ketiga di babak kedua," tutur Tuchel.

Menurutnya, gol ketiga bisa memberikan momentum dan kepercayaan diri yang lebih besar kepada Inggris. Namun, kesalahan teknis kembali terjadi dan membuat momentum berpindah ke kubu Spanyol.


Kritik Cara Bertahan

Thomas Tuchel juga mengkritik cara Inggris bertahan ketika Mikel Oyarzabal mencetak gol kemenangan Spanyol.

"Kami kebobolan satu gol dari permainan terbuka yang seharusnya benar-benar bisa kami pertahankan dengan lebih baik," katanya.

Meski kecewa dengan hasil akhir, Tuchel menilai Inggris harus menerima kekalahan tersebut dan menjadikannya bahan evaluasi.

"Hasilnya bukan yang kami inginkan. Saya pikir kami bisa memenangkannya. Kami harus menerimanya, memulihkan diri, belajar dari ini. Lakukan apa yang kami lakukan dengan level yang sama dan kurangi serta perbaiki kesalahan-kesalahan kami," pungkasnya.

Sumber: Daily Mail

Berita Terkait