Timnas Jerman Kalah dari Yunani, Jurgen Klopp Tak Panik: Ini Bagian dari Proses

Timnas Jerman kalah 0-1 dari Yunani pada laga kandang perdana era Klopp. Ia menegaskan tidak perlu panik dan meminta waktu membangun sistem.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 28 September 2026, 16:11 WIB
Reaksi pemain Jerman setelah kalah dari Yunani dalam laga Grup 2 UEFA Nations League A 2026/2027 di WWK Arena, Augsburg, Senin (28/9/2026) dini hari WIB. (Michaela STACHE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Era baru Jurgen Klopp bersama Timnas Jerman belum berbuah kemenangan. Setelah bermain imbang 1-1 kontra Belanda, Die Mannschaft kembali gagal meraih tiga poin usai takluk 0-1 dari Yunani.

Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif pertama Klopp dalam laga kandang perdananya sebagai pelatih Jerman. Meski demikian, ia menegaskan timnya tidak perlu panik karena proses membangun skuad baru masih berjalan.

Advertisement

Jerman sebenarnya tampil dominan di WWK Arena. Mereka menguasai bola, unggul jumlah tembakan, dan memiliki catatan expected goals (xG) lebih tinggi, tetapi tetap kesulitan membongkar pertahanan Yunani.

Klopp pun mengambil tanggung jawab atas hasil pertandingan, termasuk keputusan terkait susunan pemain dan pergantian pemain. Ia menilai Jerman masih membutuhkan waktu untuk mematangkan sistem setelah baru menjalani persiapan bersama selama sepekan.


Dominan di WWK Arena, Jerman Tumpul di Depan Gawang

Pelatih kepala Jerman, Jurgen Klopp, memberikan penghormatan kepada suporter yang hadir di WWK Arena, Augsburg, setelah Jerman kalah 0-1 dari Yunani dalam laga UEFA Nations League 2026/2027, Senin (28/9/2026) dini hari WIB. (Michaela STACHE / AFP)

Jerman mendominasi penguasaan bola hingga 75,8 persen dan melepaskan 16 tembakan sepanjang pertandingan. Jumlah tersebut dua kali lipat dari delapan percobaan yang dibuat Yunani.

Dari aspek peluang, Jerman juga mencatat xG 1,27, berbanding 0,72 milik Yunani. Namun, Konstantinos Tzolakis tampil solid dengan lima penyelamatan untuk menjaga gawang tim tamu tetap bersih.

Klopp juga mencoba sejumlah opsi baru di lini depan melalui Younes Ebnoutalib, Bambase Conte, dan Kevin Schade. Karim Adeyemi menjadi pemain Jerman dengan jumlah tembakan terbanyak, yakni tiga, sekaligus menciptakan empat peluang.

Di tengah dominasi tersebut, Yunani justru mampu mencetak gol penentu pada menit ke-74. Tembakan pemain pengganti Dimitrios Kourbelis berubah arah sebelum menaklukkan kiper Jerman dan memastikan kemenangan tim tamu.


Klopp Minta Waktu untuk Membangun Era Baru Jerman

Pelatih Timnas Jerman, Juergen Klopp, berbicara dalam konferensi pers untuk mengumumkan skuadnya pada 17 September 2026 di markas DFB (Federasi Sepak Bola Jerman) di Frankfurt, Jerman bagian barat, menjelang pertandingan Nations League. (Hannes P. Albert/AFP)

Hasil tersebut membuat Klopp masih menanti kemenangan pertamanya sejak menggantikan Julian Nagelsmann. Sebelumnya, Jerman hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Belanda pada laga pembuka Nations League.

"Ini bagian dari proses. Tentu saja. Susunan pemain, komposisi, pergantian pemain: itu semua seratus persen tanggung jawab saya," buka Klopp.

Klopp memahami kesulitan yang dihadapi Jerman ketika berusaha membongkar pertahanan Yunani. Ia juga mengakui timnya harus berhadapan dengan penampilan impresif Tzolakis serta sejumlah situasi yang tidak berpihak kepada Jerman.

"Sudah jelas bahwa kami tidak akan bisa sepenuhnya membongkar pertahanan lawan seperti Yunani yang bermain sangat dalam, terutama pada momen-momen krusial di mana kami mungkin kurang beruntung atau berhadapan dengan kiper mereka yang tampil luar biasa," sambungnya.

Sumber: FotMob

Berita Terkait