Bola.com, Jakarta - Sir Alex Ferguson hanya memasukkan empat mantan pemain Manchester United ke daftar pemain kelas dunia versinya.
Menariknya, David Beckham tidak termasuk, begitu pula sejumlah nama besar lain, seperti Wayne Rooney, Roy Keane, Ruud van Nistelrooy, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, dan Peter Schmeichel.
Ferguson menyebut Eric Cantona, Ryan Giggs, Cristiano Ronaldo, dan Paul Scholes sebagai empat pemain yang menurutnya layak menyandang status kelas dunia selama 26 tahun menangani MU.
Dalam bukunya yang terbit pada 2015, Leading, Ferguson menjelaskan pandangannya mengenai pemain kelas dunia.
Ia juga menyebut Lionel Messi dan Ronaldo sebagai dua pemain yang memenuhi kategori itu pada masa tersebut.
"Saya tidak bermaksud merendahkan atau mengkritik pemain hebat maupun pemain yang sangat bagus yang pernah bermain untuk saya selama 26 tahun di United. Namun, hanya ada empat pemain yang benar-benar kelas dunia: Cantona, Giggs, Ronaldo, dan Scholes. Dari keempatnya, Cristiano seperti hiasan di puncak pohon Natal," tulis Ferguson.
Cantona menjadi satu di antara pemain yang dianggap Ferguson memiliki status itu. Penyerang asal Prancis tersebut bergabung dengan MU dari Leeds United pada 1992 dengan nilai transfer 1 juta paun.
Ia hanya lima musim berada di Old Trafford, tetapi berhasil memenangkan empat gelar Liga Inggris dan dua Piala FA.
Daftar Ferguson
Giggs juga masuk daftar Ferguson. Pemain asal Wales itu mencatat 963 penampilan untuk Setan Merah, jumlah terbanyak sepanjang sejarah klub.
Bersama Ferguson, Giggs meraih 13 gelar Liga Inggris, empat Piala FA, empat Piala Liga, dan dua Liga Champions.
Nama berikutnya adalah Ronaldo. Pemain asal Portugal itu menghabiskan enam musim di Old Trafford dan berkembang menjadi salah satu pemain terbaik dunia di bawah asuhan Ferguson.
Ronaldo meraih tiga gelar Liga Inggris, satu Piala FA, dan satu Liga Champions bersama United.
Sementara itu, Scholes dikenal sebagai satu di antara gelandang Inggris terbaik.
Pemain yang hanya membela satu klub sepanjang kariernya di level senior itu memiliki kemampuan mengatur tempo pertandingan, visi bermain, serta teknik yang mendapat banyak pujian dari sejumlah legenda sepak bola, termasuk Zinedine Zidane dan Pep Guardiola.
Alasan Pilihan
Ferguson kemudian menjelaskan alasan di balik pilihannya dalam wawancara bersama Dan Walker.
Menurutnya, sejak masih kecil ia lebih memperhatikan penyerang tengah dan pemain sayap, terutama mereka yang mampu menciptakan peluang, membuat gol, dan mencetak gol.
"Saya memiliki beberapa pesepak bola yang sangat luar biasa dan mungkin dari waktu ke waktu saya bisa menyebut mereka semua kelas dunia. Namun, setelah mempertimbangkannya secara keseluruhan, empat pemain itu memberikan perbedaan luar biasa dalam berbagai periode pertandingan. Itulah alasannya," tutur Ferguson.
Ferguson menegaskan penilaiannya bukan bermaksud mengecilkan pemain lain yang pernah bekerja dengannya. Ia juga mengingatkan bahwa trofi selalu diraih oleh tim, bukan individu.
"Saya tidak merendahkan atau mengkritik pemain-pemain hebat yang pernah saya miliki. Merupakan sebuah kehormatan bagi saya bisa bekerja dengan mereka. Namun, jangan lupakan satu hal: keempat pemain itu tidak pernah memenangkan trofi sendirian. Timlah yang selalu memenangkan trofi. Kami tidak mungkin melakukannya hanya dengan individu. Kami membutuhkan fondasi sebuah tim, selalu begitu," katanya.
Kualifikasi untuk Menilai
Ia menyinggung penghargaan Ballon d'Or untuk memperkuat pendapatnya.
Ferguson menyebut hanya dua pemain bertahan yang pernah memenangkan penghargaan itu dalam 50 tahun terakhir dan menilai istilah pemain kelas dunia lebih sering diberikan kepada pemain menyerang.
"Jika dalam 50 penghargaan Ballon d'Or hanya dua pemain bertahan yang pernah menang, semuanya memang bisa diperdebatkan. Saya kira Franz Beckenbauer lebih merupakan pengatur permainan Bayern dan tim Jerman yang hebat. Satu-satunya pemain bertahan adalah Fabio Cannavaro. Dia satu-satunya bek yang pernah memenangkannya dalam 50 tahun," ujar Ferguson.
"Jadi, seseorang memang berhak menentukan. Bagaimanapun, ini semua soal pendapat. Ini pendapat saya dan saya merasa memiliki kualifikasi untuk menilainya," lanjutnya.
Respons Beckham
Beckham ternyata tidak merasa tersinggung karena namanya tidak masuk daftar Ferguson.
Ketika ditanya BBC News pada 2015 mengenai hal itu, mantan kapten Timnas Inggris itu justru memberikan respons positif.
"Sama sekali tidak. Saya bermain untuk manajer terbaik sepanjang masa selama waktu yang saya jalani. Saya beruntung bisa bermain bersama para pemain yang saya miliki, bersama tim, serta meraih kesuksesan dengan klub yang saya cintai dan masih saya cintai," ujar Beckham.
"Saya cenderung setuju dengan sang manajer. Ada pemain-pemain tertentu yang bisa disebut kelas dunia. Untungnya, saya pernah bermain bersama banyak dari mereka," imbuhnya.
Beckham Dijual
Hubungan Ferguson dan Beckham tidak selalu berjalan mulus.
Ferguson akhirnya memutuskan menjual Beckham pada akhir musim 2002/2003 setelah menilai perhatian sang pemain mulai teralihkan oleh statusnya sebagai selebritas global dan salah satu sosok paling terkenal di dunia.
MU kemudian mendatangkan Ronaldo dari Sporting Lisbon dan memberikan nomor punggung 7 milik Beckham kepada pemain muda asal Portugal itu.
MU sempat mencapai kesepakatan dengan Barcelona mengenai transfer Beckham. Namun, Real Madrid akhirnya menjadi klub yang mendapatkan tanda tangan sang winger.
Percakapan Beckham dengan Zinedine Zidane setelah pertandingan perempat final Liga Champions ikut disebut sebagai salah satu hal yang mungkin membuatnya memilih Madrid daripada Barcelona.
Sumber: Give Me Sport