Presiden La Liga Ikut Berpendapat, Minta Man City Dihukum Berat soal 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial

Javier Tebas dikenal vokal dalam isu regulasi finansial sepak bola dan sebelumnya beberapa kali mengkritik praktik yang disebutnya sebagai "financial doping".

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 29 September 2026, 22:00 WIB
Presiden La Liga, Javier Tebas menilai Barcagate tidak hanya berpengaruh bagi Barcelona namun juga berimbas dan dapat merusak reputasi Liga Spanyol. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Bola.com, Jakarta - Presiden La Liga, Javier Tebas, mendesak agar Manchester City mendapatkan hukuman seberat mungkin jika terbukti melanggar regulasi finansial Premier League dalam kasus 115 dakwaan yang sedang mereka hadapi.

Komentar Tebas muncul setelah kabar mengenai putusan kasus tersebut mencuat pada Jumat (25/9/2026). Namun, hingga kini belum ada hasil resmi yang diumumkan Premier League.

Advertisement

Man City juga tetap mempertahankan posisi mereka bahwa klub tidak melakukan pelanggaran dan disebut akan mengajukan banding jika dinyatakan bersalah.

 

Tebas Ingin Man City Diberi Hukuman Terberat

Bek Manchester City asal Kroasia, Josko Gvardiol, merayakan gol bersama rekan setimnya setelah tinjauan VAR mengesahkan golnya pada laga Premier League melawan Bournemouth di Stadion Etihad, Manchester, 23 Agustus 2026. (Darren Staples/AFP)

Javier Tebas dikenal vokal dalam isu regulasi finansial sepak bola dan sebelumnya beberapa kali mengkritik praktik yang disebutnya sebagai "financial doping".

Menurut Tebas, apabila Man City terbukti melanggar aturan, hukuman yang diberikan harus mencerminkan keseriusan pelanggaran tersebut.

"Saya tidak mengetahui aturan secara tepat, tetapi saya yakin hukuman yang diberikan harus merupakan hukuman terberat dalam regulasi Premier League untuk masalah ini," kata Tebas dalam FIFPRO Performance Summit di London.

Ia menilai hukuman tersebut juga harus memiliki efek jera bagi klub-klub lain.

"Ini harus menjadi hukuman yang dimaksudkan untuk memberikan contoh. Ini bukan masalah antara seorang ayah dan anak-anaknya, melainkan hukuman untuk memastikan aturan dipatuhi," lanjutnya.

 

Pelanggaran Selama Bertahun-tahun Dinilai Serius

Erling Haaland dari Manchester City melakukan selebrasi setelah mencetak gol kelima dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester City dan Sunderland di Manchester, Inggris, Minggu, 20 September 2026. (Foto AP/Dave Thompson)

Javier Tebas juga menyoroti durasi dugaan pelanggaran yang dikaitkan dengan Manchester City.

Menurutnya, jika pelanggaran aturan berlangsung selama lebih dari satu dekade, persoalan itu tidak dapat dianggap sepele.

"Melanggar aturan selama lebih dari 10 tahun, tidak peduli seberapa kecil pelanggarannya, merupakan masalah yang sangat serius," ujar Tebas.

"Harus ada hukuman berat atas ketidakpatuhan itu. Bukan hanya untuk memberikan contoh, tetapi karena aturan memang telah dilanggar," lanjutnya.

Namun, penting dicatat Premier League belum mengumumkan secara resmi hasil akhir proses terhadap Manchester City.

Klub itu juga tetap menyangkal tuduhan dan memiliki hak untuk mengajukan banding apabila terdapat putusan yang merugikan mereka.


Tebas Soroti Lagi Putusan CAS pada 2020

Presiden La Liga, Javier Tebas, mengungkapkan, dirinya merupakan fans berat Real Madrid. (AS)

Tebas juga meminta agar keputusan Court of Arbitration for Sport (CAS) terkait kasus Manchester City pada 2020 kembali ditinjau.

Saat itu, UEFA sebelumnya menjatuhkan larangan bermain di kompetisi Eropa selama dua tahun kepada Manchester City karena dugaan pelanggaran aturan finansial.

CAS kemudian membatalkan hukuman tersebut sekaligus mengurangi denda dari 30 juta euro menjadi 10 juta euro.

CAS menyatakan tuduhan UEFA terkait City yang disebut "menyamarkan dana ekuitas sebagai kontribusi sponsorship" tidak terbukti, sementara sejumlah tuduhan lainnya dinilai tidak terbukti atau telah melewati batas waktu penanganan.


Tebas: Keputusan CAS Perlu Diperiksa Kembali

Javier Tebas (AFP PHOTO/ JAVIER SORIANO)

Tebas mempertanyakan proses yang membuat sanksi UEFA terhadap Manchester City dibatalkan.

"Menurut saya, keputusan CAS harus diperiksa kembali, khususnya ketika mereka membebaskan City, atau lebih tepatnya mencabut sanksi yang dijatuhkan UEFA, karena sanksi tersebut dicabut dengan cara yang sangat dipertanyakan," kata Tebas.

"Dan sekarang telah terbukti UEFA benar mengenai sanksi terhadap Manchester City."

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Tebas mengenai perkara Manchester City. Sampai ada putusan resmi dari Premier League dan seluruh proses banding selesai, status hukum klub dalam kasus 115 dakwaan tersebut tetap perlu dibedakan dari klaim atau interpretasi pihak-pihak yang terlibat.

Sumber: Manchester Evening News

Berita Terkait