Bawa Spanyol Juara Dunia, Aymeric Laporte Buka Suara Alasan Tinggalkan Prancis

Aymeric Laporte, merenungkan kembali perjalanan karier internasionalnya yang luar biasa usai mengantarkan Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia 2026.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 29 September 2026, 21:20 WIB
Pemain Spanyol Aymeric Laporte bereaksi dalam laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Matt Slocum)

Bola.com, Jakarta - Bek tengah andalan Spanyol, Aymeric Laporte, merenungkan kembali perjalanan karier internasionalnya yang luar biasa usai mengantarkan La Furia Roja meraih juara Piala Dunia 2026.

Pemain yang kini membela Athletic Bilbao tersebut buka bukaan mengenai keputusan besarnya berpindah kewarganegaraan dari Prancis, lima tahun lalu.

Advertisement

Laporte menegaskan rasa bangganya mengenakan jersey kebanggaan Timnas Spanyol melampaui raihan trofi semata.

Bek berusia 32 tahun itu menunjuk pada ikatan personal yang mendalam serta identitas keluarga sebagai faktor utama yang membentuk jalan kariernya hingga kini menjadi benteng kukuh di lini belakang Spanyol.

Keputusan berpindah federasi secara resmi pada Mei 2021, kini terbukti menjadi langkah tepat.

Setelah mengamankan tempat utama di lini pertahanan Spanyol, mantan pemain Manchester City itu merasa seluruh proses panjang yang dilaluinya berakhir dengan sangat manis.


Proses Naturalisasi

Pemain Spanyol merayakan gol yang dicetak Aymeric Laporte ke gawang Serbia dalam laga Grup 4 UEFA Nations League 2024/2025 di Nuevo El Arcangel Stadium, Cordoba, Rabu (16/10/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Berbicara kepada Mario Suarez dalam program "El camino de Mario", Laporte mengungkapkan kebanggaannya membela Spanyol tidak diukur dari deretan gelar prestisius seperti Piala Dunia, UEFA Nations League, maupun Euro yang telah ia menangkan.

"Menjuarai Piala Dunia, Nations League, dan Euro bahkan jika semua itu tidak pernah terjadi, saya akan tetap merasakan kebanggaan yang sama. Istri saya, keluarga saya, dan anak-anak saya berasal dari sini. Saya benar-benar mengidentifikasikan diri saya dengan Spanyol," ungkap Laporte yang dilansir dari Goal International.

Proses naturalisasi Laporte sempat tertunda sebelum akhirnya terealisasi.

Ia menjelaskan komunikasi awal sempat terjadi beberapa tahun sebelumnya, sebelum akhirnya Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) menunjukkan keseriusan penuh untuk mengangkutnya ke tim nasional.


Situasi Sulit

Bek Timnas Spanyol, Aymeric Laporte (depan) berebut bola dengan striker Timnas Italia, Gianluca Scamacca pada laga matchday kedua Grup B Euro 2024 di Arena Aufschalke, Gelsenkirchen, Jerman, Kamis (20/6/2024). (AP Photo/Manu Fernandez)

Keputusan Laporte untuk berpindah tim nasional sejatinya dipicu situasi sulit yang dialaminya bersama mantan pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps.

Padahal, Laporte tersebut pernah dipercaya menjadi kapten Timnas Prancis di berbagai tingkatan usia muda.

Merenungkan titik balik tersebut, ia menjelaskan lahir di Agen dan tinggal di sana hingga usia 15 tahun sebelum pindah ke Bilbao.

Namun, Didier Deschamps sama sekali tidak mengandalkan potensi yang dimiliki Laporte sehingga ia mengambil keputusan melakukan perubahan dan pindah kewarganegaraan.

Athletic Bilbao dapat menerima potensi Laporte dan di sinilah tempat ia dapat berkembang dengan pesat.

 

Sumber: Goal International

Berita Terkait