Arsene Wenger Diminta Melawan Gianni Infantino dalam Perebutan Kursi Presiden FIFA

Arsene Wenger didesak untuk maju menantang Gianni Infantino dalam pemilihan FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Oktober 2026, 16:15 WIB
Arsene Wenger, Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, berbicara selama diskusi panel di The John F. Kennedy Center for Performing Arts pada 4 Desember 2025 di Washington, DC. (Dan Mullan/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Arsene Wenger didorong untuk maju sebagai kandidat Presiden FIFA dan menjadi penantang Gianni Infantino dalam pemilihan pada 2027.

Infantino masih mendapat tekanan besar setelah sejumlah kontroversi yang mengiringi Piala Dunia 2026.

Advertisement

Pembentukan FIFA Peace Prize, percakapannya dengan Donald Trump terkait kartu merah Folarin Balogun, hingga rencana penjualan sebagian kepemilikan turnamen melalui FFE memicu kritik dari berbagai kalangan sepak bola.

Infantino kemudian membatalkan rencana FFE. Namun, pria asal Italia itu tidak berencana mengundurkan diri dan tetap berniat mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menjadi satu di antara tokoh yang kembali melontarkan kritik.

 


Perumpaan Sindiran

Presiden FIFA, Gianni Infantino (kiri), berpose dengan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, setelah menyampaikan pidato di Kongres Biasa UEFA ke-50 di Brussels pada 12 Februari 2026. (Pau BARRENA/AFP)

Dalam pidatonya pada rapat umum European Football Clubs (EFC), Ceferin tidak menyebut nama Infantino secara langsung, tetapi menyampaikan FIFA membutuhkan perubahan.

Ceferin menggunakan perumpamaan kisah "Kaisar Telanjang" untuk menggambarkan situasi di FIFA.

Ia juga menyinggung pembentukan penghargaan perdamaian untuk seorang pemimpin politik tanpa keterlibatan dewan dalam menentukan pembentukan dan penerimanya.

Ceferin kemudian menyoroti keputusan di lapangan yang berubah setelah adanya panggilan dari pemimpin politik itu saat kompetisi terbesar sepak bola dunia berlangsung.

"Teman-teman, sudah waktunya untuk mengatakan 'cukup'," ujar Ceferin, dikutip dari talkSPORT.

 


Wenger Didorong Menantang Infantino

Manajer Arsenal Arsene Wenger bicara dalam konferensi pers, di Singapura, 14 Juli 2015. (AFP PHOTO /MOHD FYROL)

Pertemuan Dewan FIFA akan berlangsung pada Oktober, sedangkan pemilihan Presiden FIFA berikutnya dijadwalkan pada Maret 2027.

Pertanyaannya, apakah para pemilih akan mengikuti seruan Ceferin untuk mengatakan cukup dan memilih sosok baru?

Pengamat talkSPORT, Simon Jordan, sependapat dengan Ceferin bahwa perubahan diperlukan di FIFA. Jordan juga menilai siklus kepemimpinan yang terdampak kekuasaan perlu dihentikan.

"Ceferin memiliki dasar yang kuat dalam apa yang dia katakan. Kita melihat sikap Infantino dan fakta bahwa dia sudah terlalu larut dalam kekuasaan serta pengaruhnya," kata Jordan.

Jordan kemudian menyarankan Wenger untuk maju dalam pemilihan Presiden FIFA. Menurut Jordan, mantan manajer Arsenal itu dapat membawa nilai-nilai serta kecintaannya terhadap sepak bola ke dalam FIFA.

 


Wenger Sosok Pas

Arsene Wenger menukangi Arsenal selama 22 tahun lamanya, mengangkat mereka menjadi klub raksasa Eropa dengan banyak titel juara. Ia juga pernah membuat rekor tak terkalahkan di Liga Inggris 2003/04 dan menjadi juara. The Invincible tercatat mampu capai 500 poin dalam 249 laga. (AFP/Marco Bertorello)

Wenger telah menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA sejak 2019. Ia juga kerap mendapat pujian atas kontribusinya terhadap sepak bola dan gagasan mengenai perubahan aturan.

"Saya pikir dia sekarang terbuka terhadap reformasi. Ceferin atau seseorang seperti dia bisa maju melawannya. Atau Wenger," ujar Jordan.

Jordan menilai Wenger memiliki pandangan yang berbeda mengenai sepak bola. Ia menyebut Wenger sebagai sosok yang menjunjung kemurnian sepak bola serta nilai olahraga itu bagi masyarakat.

"Wenger adalah sosok yang sangat cerdas. Maju melawan Infantino dan ciptakan hasil yang berbeda jika memang itu yang Anda inginkan," kata Jordan.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait