FIFA Menguji Tiga Perubahan Aturan Utama Baru di Piala Dunia U-15 2026

FIFA uji coba tuga aturan baru di Piala Dunia U-15, Premier League dan Liga Champions bisa terdampak.

Bola.com, Jakarta - FIFA menguji tiga perubahan aturan dalam Piala Dunia U-15 yang baru digelar tahun ini.

Uji coba itu dilakukan untuk melihat potensi penerapannya di level senior sehingga kompetisi seperti Premier League dan Liga Champions bisa ikut terdampak.

Sejak Arsene Wenger menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, perhatian terhadap upaya memperlancar jalannya pertandingan makin besar.

FIFA juga berupaya menekan aksi mengulur waktu dan membuat sepak bola lebih menarik.

Dua dari tiga aturan baru yang diuji berkaitan dengan upaya memperbaiki alur pertandingan. Sementara itu, muncul pula dorongan untuk mengevaluasi kembali aturan offside.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

FIFA Uji Tiga Aturan Baru di Piala Dunia U-15

Piala Dunia U-15 kini telah memasuki fase final. Penonton dapat melihat sejumlah perubahan dalam penerapan aturan pertandingan.

Satu di antara perubahan terlihat ketika bola keluar lapangan di Baku, Azerbaijan. Pemain tidak lagi mengambil lemparan ke dalam. Sebagai gantinya, bola diletakkan di tanah lalu ditendang kembali ke lapangan. Dengan demikian, kick-in menggantikan lemparan ke dalam.

Pertandingan menggunakan format delapan lawan delapan dengan dua babak, masing-masing berdurasi 20 menit. Lapangan yang digunakan berukuran lebih kecil, yakni 68 x 47 meter, tetapi tetap memakai gawang berukuran standar.

Pelatih juga diperbolehkan melakukan pergantian pemain tanpa batas. Sementara itu, aturan offside mengalami perubahan besar. Pelanggaran offside hanya berlaku jika pemain berada di luar garis khusus yang ditandai 14 meter dari garis gawang.

Belum dapat dipastikan apakah perubahan itu akan diterapkan di sepak bola senior. Namun, kompetisi usia muda kerap menjadi tempat pengujian berbagai gagasan baru.

Piala Dunia U-15 edisi 2027 akan melibatkan tim putri. Mulai 2028, setiap asosiasi anggota FIFA juga akan mendapat kesempatan mengirimkan tim putra dan putri U-15 untuk mengikuti dua kompetisi terpisah. 

Aturan Offside ala Wenger Jadi Gagasan Menarik

Perubahan lain yang berpotensi diterapkan pada aturan offside tak lepas dari gagasan Wenger. Mantan manajer Arsenal itu sejak lama mendorong perubahan mendasar dalam penafsiran posisi offside.

Usulan yang dikenal sebagai "aturan Wenger" atau daylight offside rule itu mengubah cara menentukan posisi pemain.

Dalam aturan tersebut, penyerang dianggap berada dalam posisi onside jika bagian tubuh yang sah digunakan untuk mencetak gol sejajar atau berada di belakang bek kedua terakhir.

Pelanggaran offside baru diberikan apabila terdapat ruang yang terlihat jelas, atau "daylight", yang sepenuhnya memisahkan penyerang dari pemain bertahan.

Wenger mengajukan gagasan ini untuk mendorong sepak bola menyerang, meningkatkan jumlah gol, serta mengakhiri keputusan offside kontroversial yang ditentukan oleh bagian tubuh sangat kecil, seperti ketiak atau ujung kaki.

Aturan itu telah diuji di Canadian Premier League sepanjang musim 2026, dengan hasil yang beragam.

Data yang disampaikan kepada International Football Association Board (IFAB) setelah uji coba tersebut menunjukkan penurunan jumlah keputusan offside dan peningkatan gol.

Namun, perubahan itu juga membuat garis pertahanan tim cenderung lebih dalam.

Selain itu, dukungan dari panel penilai IFAB masih terbatas. Menurut BBC Sport, kondisi itu membuat penerapan aturan secara lebih luas belum berpeluang besar dalam waktu dekat.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer