Rui Pinto, Pembocor Kasus Manchester City, Tak Lagi Jadi Saksi yang Dilindungi

Rui Pinto kehilangan perlindungan, pembocor dokumen Manchester City kini tak lagi jadi saksi terlindungi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Oktober 2026, 19:15 WIB
Pelapor asal Portugal dan pendiri "Football Leaks" Rui Pinto berpose di Paris pada 1 Februari 2024. Pelapor asal Portugal Rui Pinto, orang di balik "Football Leaks", membuka hard drive-nya kepada penyelidik Prancis dan Eropa pada tanggal 31 dan 31 Januari 2024, membocorkan peluit tentang pertandingan sepak bola Eropa lainnya yang berpotensi menimbulkan gejolak. (Thomas SAMSON/AFP)

Bola.com, Jakarta - Rui Pinto, sosok di balik Football Leaks yang membocorkan dokumen terkait keuangan Manchester City, tidak lagi mendapat status sebagai saksi yang dilindungi oleh otoritas Portugal.

Keputusan itu diambil pada Rabu waktu setempat berdasarkan dokumen yang dilihat The Guardian.

Advertisement

Pinto telah berstatus sebagai saksi yang dilindungi sejak 2020 setelah memberikan akses kepada otoritas Portugal terhadap jutaan berkas yang dikumpulkannya sebelum ditangkap.

Otoritas kepolisian Portugal menilai tingkat ancaman terhadap keselamatan Pinto saat ini rendah. Penilaian itu tetap berlaku, meski Pinto mengalami penyerangan di Lisbon pada April lalu.

Dalam insiden itu, Pinto dilaporkan mengalami memar di bagian alis. Polisi telah diberi tahu mengenai kejadian itu, tetapi tidak ada laporan resmi yang dibuat.

Setelah status perlindungannya dicabut, Pinto juga diminta berhati-hati dalam berhubungan dengan keluarganya dan menghindari media sosial.


Dapat Banyak Dukungan

Pinto sebelumnya dijatuhi hukuman empat tahun penjara dengan masa percobaan pada September 2023.

Ia dinyatakan bersalah atas percobaan pemerasan, akses ilegal terhadap data, serta pelanggaran korespondensi.

Namun, Pinto juga mendapat dukungan dari sebagian penggemar sepak bola karena membocorkan jutaan dokumen rahasia yang berkaitan dengan sejumlah klub, pemain, dan organisasi besar di sepak bola dunia.

Satu di antara informasi yang dibocorkan Pinto berkaitan dengan kondisi keuangan Man City. Data itu diserahkan kepada media Jerman, Der Spiegel, dan mitranya dalam jaringan European Investigative Collaborations.

Informasi itu kemudian menjadi bagian dari penyelidikan UEFA dan Premier League terhadap Man City.


Aktif di Medsos

Para pemain Manchester City mengangkat trofi juara Liga Inggris 2023/2024 usai menaklukkan West Ham United pada laga pekan ke-38 yang digelar di Etihad Stadium, Minggu (19/5/2024) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Man City sebelumnya berhasil membatalkan hukuman larangan tampil di Liga Champions melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga. Namun, pada Selasa, klub dinyatakan bersalah atas 114 tuduhan yang berlangsung selama sembilan musim.

Man City sebelumnya dituduh menyamarkan pendanaan lebih dari 900 juta paun melalui kontrak komersial palsu dan pembukuan yang tidak benar. Batas waktu bagi Man City untuk mengajukan banding adalah Jumat.

Sejak laporan mengenai putusan itu muncul pekan lalu, Pinto aktif menyampaikan pandangannya melalui media sosial.

Ia menyebut putusan terhadap Man City sebagai "keputusan bersejarah bagi sepak bola Inggris".

Dalam unggahan lainnya, Pinto menuding para petinggi Man City bertindak tanpa rasa takut terhadap konsekuensi. Ia juga menuduh klub tidak menghormati aturan, badan pengawas, integritas kompetisi, klub lain, serta para suporter.

Beberapa jam sebelum kabar pencabutan status saksi yang dilindungi muncul, Pinto juga menuduh Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah melakukan segala upaya agar Man City dan Paris Saint-Germain hanya mendapat denda karena pelanggaran aturan Financial Fair Play UEFA ketika Infantino masih menjabat sekretaris jenderal UEFA.

 

Sumber: The Guardian


Persaingan Terkini

Berita Terkait