Setelah Ungkap Kasus Man City, Bagaimana Nasib sang Whistleblower, Rui Pinto, Sekarang?

Kasus Man City terkuak berkat Football Leaks, begini nasib Rui Pinto sekarang.

Bola.com, Jakarta - Rui Pinto kembali menjadi perhatian setelah Manchester City dilaporkan dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait pelanggaran aturan keuangan (FFP) Premier League.

Pria yang berada di balik Football Leaks itu menyebut perkembangan tersebut sebagai keputusan bersejarah bagi sepak bola Inggris.

Pinto kini berusia 37 tahun dan tinggal di lokasi yang dirahasiakan dalam perlindungan polisi.

Situasi itu dijalaninya setelah proses hukum panjang yang bermula tidak lama setelah temuan Football Leaks mengenai Man City mencuat ke publik.

Dalam unggahannya di media sosial, Pinto menilai keputusan terhadap Man City menjadi pengakuan atas pekerjaan yang sebelumnya dilakukan melalui Football Leaks.

"Ini keputusan bersejarah bagi sepak bola Inggris dan menjadi puncak dari pekerjaan yang saya lakukan melalui Football Leaks," tulis Pinto dikutip GMS.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Apa yang Dilakukan Pinto

Ia juga menuduh Man City melakukan manipulasi serta rekayasa keuangan secara terstruktur.

Menurut Pinto, tindakan tersebut bukan sekadar menghindari aturan, tetapi membuat peraturan seolah hanya menjadi formalitas dan mengganggu upaya menjaga integritas kompetisi.

"Penipuan yang dirancang dengan sangat cermat itu akhirnya akan mendapatkan hukuman, dan dampaknya tidak sekadar menimbulkan gejolak, tetapi benar-benar menghancurkan bagi Cityzens," lanjutnya.

Pinto menyinggung kemungkinan sejumlah klub Inggris menuntut kompensasi. Ia mengatakan telah mengetahui adanya klub yang mencari nasihat hukum mengenai kemungkinan tersebut.

"Jika memang ada klub Inggris yang meminta nasihat hukum mengenai kemungkinan mengajukan kompensasi, mereka sepenuhnya berhak melakukannya," katanya.

 

Siapa Pinto?

Menurut Pinto, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sebagai kasus kecil atau kejadian yang berdiri sendiri.

Ia menyebut integritas kompetisi yang diikuti Man City telah terdampak sejak skema keuangan tersebut mulai dijalankan.

"Kita tidak sedang membicarakan sesuatu yang terisolasi atau tidak penting, tetapi penipuan dalam skala besar, bahkan sangat besar, yang berlangsung selama beberapa tahun," ujarnya.

Perjalanan Pinto hingga akhirnya kembali berbicara mengenai kasus Man City juga tidak sederhana.

Pada 2018, Der Spiegel mengungkap tuduhan mengejutkan melalui Football Leaks yang menyebut Man City melakukan pelanggaran aturan finansial.

Pinto merupakan sosok di balik Football Leaks. Sebelumnya, ia telah mempublikasikan jutaan dokumen lain, termasuk informasi terkait kontrak Lionel Messi dan Neymar serta rencana pembentukan European Super League.

Dokumen-dokumen tersebut diperolehnya dari Doyen Sports.

 

Kehidupan Berubah Drastis

Temuan Pinto kemudian mendorong penyelidikan terhadap Man City. Kasus tersebut berkembang hingga klub kini menghadapi potensi hukuman, meski keputusan mengenai sanksi belum ditetapkan.

Pengurangan poin dalam jumlah besar, denda berat, hingga kemungkinan dikeluarkan dari Premier League telah disebut sebagai opsi.

Sementara itu, kehidupan Pinto berubah drastis setelah publikasi berbagai dokumen tersebut.

Pada 2019, beberapa bulan setelah tuduhan mengenai Man City mencuat, ia ditangkap di Hungaria dan kemudian diekstradisi ke Portugal untuk menghadapi 147 dakwaan.

Menurut The Telegraph, dakwaan tersebut mencakup penipuan komputer, percobaan pemerasan, serta pelanggaran kerahasiaan korespondensi.

 

Sepak Bola Harus Berterima Kasih

Pinto membela diri dengan menyebut dirinya sebagai pelapor pelanggaran yang berusaha mengungkap apa yang salah dalam sepak bola.

Namun, pada September 2023, lebih dari 4,5 tahun setelah didakwa, ia dinyatakan bersalah atas lima tuduhan akses ilegal terhadap sistem teknologi informasi, tiga pelanggaran kerahasiaan korespondensi, serta percobaan pemerasan terhadap Doyen Sports.

Ia kemudian mendapat hukuman penjara empat tahun dengan masa percobaan. Pengacaranya, William Bourdon, juga pernah mengatakan Pinto menerima ancaman pembunuhan.

Bourdon sebelumnya menyebut sepak bola seharusnya berterima kasih kepada Pinto atas pekerjaan yang dilakukannya.

"Sepak bola seharusnya berterima kasih kepadanya. Administrasi pajak juga seharusnya berterima kasih kepadanya. Saya berharap suatu hari ada seseorang yang menjabat tangannya dan berkata: 'Berkat Anda, Anda telah melakukan pekerjaan luar biasa, dan Anda layak mendapatkan penghargaan atas apa yang telah Anda lakukan,'" kata Bourdon kepada BBC.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer