InJourney Sambut Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, Tegaskan Peran Sport Tourism

InJourney menyambut peluncuran buku dampak MotoGP Mandalika, sport tourism jadi penggerak ekonomi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Oktober 2026, 18:20 WIB
Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan buku "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata". (Dok. InJourney)

Bola.com, Jakarta - Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 diperkirakan memberikan dampak ekonomi mencapai Rp2,7 hingga Rp4,7 triliun. Temuan itu tercantum dalam Buku "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata", yang diluncurkan Kementerian PPN/Bappenas.

Kajian itu memperlihatkan besarnya potensi wisata olahraga sebagai penggerak pariwisata sekaligus perekonomian daerah.

Advertisement

InJourney menyambut baik hasil kajian yang dinilai dapat menjadi pembelajaran dalam pengembangan destinasi dan penyelenggaraan ajang olahraga internasional di Indonesia.

Buku itu merupakan hasil kajian Kementerian PPN/Bappenas bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Kajian melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Sekretariat Negara, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Bank Indonesia.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan MotoGP Mandalika tidak hanya dipandang sebagai ajang olahraga internasional. Menurutnya, penyelenggaraan MotoGP juga menjadi bagian dari pengembangan destinasi dan penggerak ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas.

"Bagi InJourney, MotoGP Mandalika bukan sekadar event olahraga internasional. Ini adalah platform yang mempertemukan olahraga, pariwisata, konektivitas, ekonomi kreatif, UMKM, talenta lokal, hingga nation branding Indonesia," ujar Maya.

Maya menilai hasil kajian Bappenas memperlihatkan bagaimana sebuah ajang olahraga internasional dapat memberikan dampak ekonomi sekaligus mendukung pengembangan destinasi.

Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem yang dapat membuat manfaat MotoGP terus berkembang sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan balapan.

"Yang ingin kami bangun bukan hanya event yang sukses pada saat berlangsung, tetapi sebuah ekosistem yang terus tumbuh sebelum, selama, dan setelah event dari konektivitas, kesiapan destinasi, kualitas pengalaman wisatawan, keterlibatan UMKM dan masyarakat, sampai pengembangan talenta lokal," ujar Maya.

 


Dampak bagi Ekonomi dan Pariwisata

Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan buku "MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata". (Dok. InJourney)

Kajian Kementerian PPN/Bappenas bersama ITDC dilakukan melalui survei terhadap lebih dari 1.800 responden.

Responden terdiri atas penonton domestik, wisatawan mancanegara, pelaku UMKM, tenaga kerja, dan sponsor.

Hasil kajian mencatat skor pengalaman penonton atau brand equity sebesar 5,07 dari skala 6. Eksposur Mandalika juga diperkirakan berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekitar 11 persen.

Jika didukung promosi destinasi yang terintegrasi, peningkatan kunjungan itu berpotensi menghasilkan tambahan belanja wisatawan sebesar Rp44,5 miliar.

MotoGP Mandalika menggerakkan berbagai sektor di tingkat lokal, dari UMKM, tenaga kerja, transportasi, akomodasi, ekonomi kreatif, hingga pariwisata.

Tingkat kepuasan tenaga kerja dan relawan tercatat 5,51 dari skala 6. Sementara itu, kepuasan pelaku UMKM dan tenant mencapai 5,23.

Dari sisi promosi, eksposur global MotoGP Mandalika memberikan nilai Advertising Value Equivalency (AVE) sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun.

Maya menyebut hasil kajian dan berbagai pembelajaran dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika menjadi modal bagi InJourney untuk terus meningkatkan kualitas wisata olahraga di Indonesia.

"Data dan pembelajaran ini menjadi modal penting untuk terus melakukan improvement. Kami ingin setiap penyelenggaraan event internasional di Indonesia mampu meninggalkan legacy, baik dalam bentuk peningkatan kualitas destinasi, kapasitas SDM dan talenta lokal, pertumbuhan UMKM, maupun makin kuatnya posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism dunia," tutur Maya.

 


ITDC Ingin Dampak MotoGP Berlanjut

Sebagai bagian dari ekosistem InJourney, ITDC memiliki peran dalam mengembangkan The Mandalika sebagai kawasan pariwisata sekaligus destinasi wisata olahraga.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan hasil kajian Bappenas memperkuat pentingnya mengubah dampak penyelenggaraan MotoGP menjadi manfaat pembangunan kawasan dalam jangka panjang.

"MotoGP Mandalika menunjukkan bahwa event olahraga internasional bukan sekadar tontonan, tetapi dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan," kata Fajar.

Menurut Fajar, ITDC ingin mengembangkan pola dari ekonomi berbasis event menjadi pembangunan kawasan yang didorong oleh event. Dengan demikian, manfaat MotoGP diharapkan tidak berhenti setelah balapan selesai.

ITDC juga terus memperkuat perannya sebagai Master Developer dan Asset Manager melalui pengembangan infrastruktur, fasilitas, serta ekosistem destinasi yang terintegrasi.

Dengan pengalaman lebih dari 52 tahun, ITDC melakukan kolaborasi bersama pelaku industri dan masyarakat untuk mengembangkan The Mandalika.

"Inilah bagian dari komitmen kami untuk menjadikan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia yang hidup 365 hari, sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan," ungkap Fajar.

 


Dorong Talenta Motorsport Indonesia

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, mengatakan MotoGP dan berbagai ajang motorsport di Mandalika juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem motorsport nasional.

Menurut Ananda, penyelenggaraan ajang internasional memberikan kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang dan merasakan persaingan dengan standar internasional.

"Pertamina Grand Prix of Indonesia memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menjadi bagian dari panggung motorsport dunia. Namun, yang lebih penting, kami ingin momentum ini ikut membangun ekosistem motorsport nasional, mulai pembinaan pembalap muda, tenaga profesional, marshal, hingga berbagai profesi pendukung lainnya," ujar Ananda.

Ia mencontohkan Veda Ega Pratama dan Mario Aji sebagai talenta Indonesia yang mendapat kesempatan berkembang melalui ekosistem motorsport.

MGPA juga akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan event dan pengembangan ekosistem motorsport di Pertamina Mandalika International Circuit.

Berbagai ajang di sirkuit itu menjadi ruang bagi pembalap dan talenta nasional untuk mendapatkan pengalaman berkompetisi dengan standar internasional.

 


Persiapan MotoGP Mandalika 2026

Pengembangan ekosistem wisata olahraga itu berlanjut menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit.

Menjelang pelaksanaan, InJourney bersama ITDC, MGPA, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta berbagai pemangku kepentingan terus berkoordinasi untuk memastikan kesiapan ajang sekaligus memperluas dampaknya bagi masyarakat.

Sebelumnya, InJourney, ITDC, MGPA, dan Pemerintah Provinsi NTB menggelar forum diskusi serta pemeriksaan lintasan untuk mengonsolidasikan kesiapan berbagai sektor. Aspek yang dibahas meliputi sirkuit, operasional balapan, konektivitas, akomodasi, transportasi, keamanan, kesehatan, pariwisata, hingga keterlibatan masyarakat dan UMKM.

Untuk mendukung mobilitas wisatawan dan penonton selama MotoGP 2026, tercatat ada tambahan 66 penerbangan dari dan menuju NTB.

InJourney mendorong peningkatan kapasitas masyarakat lokal melalui keterlibatan tenaga kerja dan talenta daerah.

Pada penyelenggaraan MotoGP sebelumnya, ekosistem event membuka peluang bagi ribuan tenaga kerja lokal dan ratusan UMKM untuk terlibat.

Pada MotoGP 2026, seluruh marshal yang bertugas merupakan talenta lokal NTB yang telah memenuhi standar internasional.

Melalui kolaborasi lintas sektor, InJourney menempatkan MotoGP Mandalika sebagai bagian dari pengembangan ekosistem wisata olahraga yang diharapkan memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Berita Terkait