Menang MotoGP Jepang 2026 di Motegi, Marc Marquez Mengaku Sulit Berada di Belakang Jorge Martin

Marc Marquez mengungkapkan komentarnya setelah memenangi MotoGP Jepang 2026 dan memangkas jarak dengan Jorge Martin di klasemen.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 04 Oktober 2026, 14:45 WIB
Pembalap asal Spanyol dari tim Aprilia Racing, Jorge Martin (kiri), dan pembalap asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bersaing dalam balapan Sprint MotoGP Grand Prix Austria di Spielberg bei Knittelfeld, Austria, pada 19 September 2026. (Joe Klamar/AFP)

Bola.com, Jakarta - Marc Marquez mengungkapkan komentarnya setelah memenangi MotoGP Jepang 2026 di Mobility Resort Motegi, Minggu (4/10/2026). Pembalap Ducati itu mengakui balapan terasa sulit ketika ia masih berada di belakang Jorge Martin.

Marc Marquez akhirnya mampu mengalahkan Jorge Martin dalam pertarungan langsung untuk meraih kemenangan keempatnya di Sirkuit Motegi.

Advertisement

Hasil tersebut sekaligus membuatnya memangkas jarak dengan Martin di klasemen sementara MotoGP 2026 menjadi hanya dua poin.

Jorge Martin mengawali balapan dari pole position setelah mencetak rekor lap baru pada sesi kualifikasi. Sementara Marquez start dari posisi kedua, terpaut 0,110 detik dari rivalnya itu.

Persaingan keduanya kembali menjadi perhatian karena Martin dan Marquez merupakan dua pembalap teratas dalam klasemen.

Sebelum balapan utama, Martin masih memimpin dengan keunggulan tujuh poin setelah sprint race, tetapi kemenangan Marquez di balapan utama mengubah situasi itu.


Marc Marquez Menunggu Momen yang Tepat

Pembalap asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, berpartisipasi dalam balapan MotoGP Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris tengah, pada 9 Agustus 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Martin mempertahankan posisi terdepan pada awal balapan. Marquez memilih tetap berada di belakang rivalnya sambil menjaga ritme dan tidak mengambil risiko terlalu besar pada lap-lap awal.

Situasi itu juga dipengaruhi kondisi ban. Setelah terjadi degradasi parah pada ban belakang lunak dalam sprint race, semua pembalap memilih menggunakan ban belakang keras untuk balapan utama. Strategi itu membuat para pembalap harus lebih berhati-hati dalam mengatur ritme.

Marquez kemudian mendapatkan kesempatan pada lap ke-11. Martin menyisakan ruang yang cukup bagi pembalap Ducati tersebut untuk melakukan manuver dan mengambil alih posisi terdepan.

Marquez menilai balapan terasa sulit ketika dirinya masih berada di belakang Martin. Namun, ia sudah mengetahui bahwa kecepatan motornya cukup bagus apabila berhasil berada di posisi pertama.

"Balapannya sulit, terutama ketika saya berada di belakang Jorge. Namun, saya tahu jika bisa memimpin balapan, kecepatan saya bagus," ujar Marquez seperti dikutip Reuters.


Marquez Mampu Meredam Tekanan Martin

Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin (kiri) dan pembalap Ducati Lenovo Team asal Spanyol, Marc Marquez (kanan), berkompetisi selama Grand Prix MotoGP Thailand di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 1 Maret 2026. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Setelah mengambil alih posisi pertama, Marquez tidak langsung bisa bernapas lega. Martin masih berada di belakangnya dan berusaha mempertahankan tekanan sepanjang balapan.

Martin sendiri sebelumnya menunjukkan kecepatan yang sangat kuat di Motegi. Ia berhasil merebut pole position dengan rekor lap baru dan mengalahkan Marquez dalam sesi kualifikasi.

Namun, Marquez mampu menjaga ritmenya setelah berada di depan. Ia kemudian meningkatkan kecepatan ketika Martin mulai memberikan tekanan pada fase akhir balapan.

Menurut Marquez, peningkatan ritme itu menjadi salah satu kunci mengamankan kemenangan. Ia merasa tambahan kecepatan membuat dua lap terakhir dapat dijalani dengan lebih nyaman.

"Jorge mencoba menyerang, tetapi kemudian saya sedikit meningkatkan kecepatan dan itu cukup untuk menjalani dua lap terakhir dengan lebih santai," kata Marquez.

Marquez akhirnya menyelesaikan 24 lap sebagai pemenang. Ia diikuti Martin di posisi kedua dan Marco Bezzecchi di urutan ketiga.

Hasil itu membuat Marquez menyapu bersih akhir pekan MotoGP Jepang setelah sebelumnya memenangi sprint race.


Jorge Martin Akui Sulit Kalahkan Marquez

Jorge Martin (kiri) bersama Marc Marquez pada sesi konferensi pers. (Karim JAAFAR / AFP)

Martin harus puas finis kedua meski memulai balapan dari posisi terdepan. Hasil itu memang tidak sesuai dengan targetnya, tetapi ia tetap mampu mengamankan 20 poin penting dalam persaingan kejuaraan dunia.

Pembalap Aprilia itu sebenarnya mampu menjalani balapan dengan sangat baik. Ia memimpin pada fase awal dan terus memberi tekanan kepada Marquez setelah kehilangan posisi pertama.

Namun, Martin mengakui Marquez terlalu sulit untuk dikalahkan pada balapan kali ini. Pembalap asal Spanyol tersebut juga tidak menutupi keinginannya untuk meraih kemenangan di Motegi.

"Saya ingin menang, tetapi menurut saya hari ini sangat sulit untuk mengalahkan Marc," ujar Martin seperti dikutip Reuters.

Martin menilai dirinya sudah menjalani balapan hampir tanpa kesalahan. Ia merasa telah tampil mulus dan percaya diri, tapi performa tersebut tetap belum cukup untuk mengalahkan Marquez.

"Saya membalap hampir sempurna. Saya sangat mulus, sangat percaya diri, tetapi bahkan dengan itu saya tetap tidak bisa menang," lanjut Martin.


Marquez Pangkas Jarak Jadi Dua Poin

Pembalap asal Spanyol, Marc Marquez dari tim Ducati Lenovo, merayakan kemenangannya setelah memenangi balapan MotoGP Grand Prix San Marino dan Rimini Riviera di Misano Adriatico, Italia, Minggu, 13 September 2026. (Foto AP/Antonio Calanni)

Kemenangan di Motegi membuat persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 makin sengit. Martin memang masih berada di puncak klasemen, tetapi keunggulannya atas Marquez kini tinggal dua poin.

Martin mengoleksi 333 poin, sedangkan Marquez mengumpulkan 331 poin. Dengan enam seri masih tersisa, posisi keduanya sangat mungkin kembali berubah pada balapan berikutnya.

Bagi Marquez, kemenangan itu terasa semakin penting karena ia mampu meraih hasil maksimal dalam dua balapan di Jepang.

Ia memenangkan sprint race pada Sabtu sebelum kembali menjadi yang tercepat pada balapan utama sehari berselang.

Sebaliknya, Martin tetap membawa pulang poin penting dari Motegi meski gagal menang. Finis kedua membuatnya tetap berada di puncak klasemen dan menjaga keunggulan tipis atas rival utamanya.

Persaingan kini memasuki fase yang semakin menentukan. Marquez hanya membutuhkan selisih dua poin untuk menyamai Martin, sementara enam seri tersisa membuat perebutan gelar MotoGP 2026 masih terbuka lebar.

Sumber: Reuters, https://www.reuters.com/sports/marquez-wins-japanese-gp-cut-martins-lead-2026-10-04/

Berita Terkait