Marc Marquez Terlalu Kuat, Jorge Martin: Bahkan di Hari Terbaik Saya, Mustahil Mengalahkannya

Jorge Martin akui Marc Marquez mustahil dikalahkan di MotoGP Jepang 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 Oktober 2026, 10:00 WIB
Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin, memimpin di depan pembalap Ducati Lenovo Team asal Spanyol, Marc Marquez, dalam balapan MotoGP Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi, Motegi, Prefektur Tochigi, pada 4 Oktober 2026. (Toshifumi KITAMURA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Jorge Martin mengakui Marc Marquez terlalu kuat untuk dikalahkan pada MotoGP Jepang 2026.

Bahkan ketika merasa sedang menjalani satu di antara penampilan terbaiknya, Martin menilai tidak mungkin menaklukkan pembalap Ducati berusia 33 tahun itu.

Advertisement

Martin sebenarnya mampu memberikan perlawanan setelah Aprilia tampil jauh lebih kompetitif di Motegi dibandingkan tahun lalu. Pembalap Spanyol itu memulai balapan dari pole position dan memimpin pada lap-lap awal.

Namun, Martin tidak mampu mempertahankan keunggulan ketika Marquez menyalipnya di Tikungan 9 sebelum balapan mencapai separuh jarak.

Martin berusaha mengikuti laju rivalnya, tetapi perlahan tertinggal dan finis kedua dengan selisih 1,363 detik.

 


Terpaut Dua Poin

Pembalap Ducati Lenovo Team asal Spanyol, Marc Marquez, memimpin di depan pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin, dalam balapan MotoGP Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi, Motegi, Prefektur Tochigi, pada 4 Oktober 2026. (Toshifumi KITAMURA/AFP)

Kemenangan di Motegi menjadi kemenangan keenam Marquez dalam sembilan seri terakhir sekaligus kemenangan ganda kelimanya. Hasil itu membuat Marquez kini hanya terpaut dua poin dari Martin dalam persaingan gelar juara dunia.

"Sepanjang akhir pekan, dia memiliki sesuatu yang tidak saya miliki," kata Martin kepada TNT Sport, dilansir Motorsport.

"Melawan Marc, Anda tidak boleh melakukan kesalahan, baik dalam berkendara maupun mengatur balapan. Dia lebih kuat."

"Saya sudah melakukan yang terbaik dan berusaha terus menekan hingga akhir. Ritmenya sangat cepat, tetapi bahkan pada salah satu hari terbaik saya, mustahil mengalahkannya," ungkap Martin.

 


Coba Menekan hingga Akhir

Pemenang GP Jepang Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, dari Spanyol (tengah) berpose bersama pembalap Aprilia Racing peringkat kedua, Jorge Martin, dari Spanyol (kiri) dan pebalap Aprilia Racing peringkat ketiga, Marco Bezzecchi, dari Italia (kanan) di podium saat Grand Prix Jepang MotoGP di Mobility Resort Motegi di Motegi, prefektur Tochigi pada 4 Oktober 2026. (Toshifumi KITAMURA/AFP)

Martin juga mengungkapkan dirinya sempat harus mengatur ritme karena konsumsi bahan bakar. Kondisi itu memberi Marquez kesempatan untuk mengambil alih posisi terdepan.

"Saya mengalami beberapa masalah dengan konsumsi bahan bakar sehingga harus sedikit mengatur ritme. Pada saat itu, dia mendapatkan keuntungan," ujar Martin.

"Saya sudah melakukan yang terbaik. Saya mencoba terus menekan hingga akhir, berharap dia melakukan kesalahan dan bisa memperkecil jarak, tetapi itu benar-benar sangat sulit," aku juara dunia musim 2024 itu.

 


Sisi Positif

Pebalap Aprilia Racing asal Spanyol, Jorge Martin, bersiap mengikuti sesi latihan bebas MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi, Tochigi, Jumat (2/10/2026). (AFP/Toshifumi Kitamura)

Kendati gagal menang, Martin tetap melihat sisi positif dari performa Aprilia di Motegi. Ia menyebut timnya akhirnya meraih podium di lintasan yang sebelumnya sulit bagi Aprilia.

"Di sirkuit yang sebelumnya menjadi tempat Aprilia kesulitan, akhirnya kami mendapatkan podium pertama dan rekor lap. Saya merasa siap menghadapi apa yang akan datang," katanya.

"Saya merasa akan sangat sulit mengalahkannya, tetapi saya merasa terhormat bisa bersaing dengan Marc pada tahap kejuaraan seperti sekarang," imbuh Martin.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait