Bola.com, Jakarta - Jeda internasional berakhir sudah. Tim-tim BRI Super League 2026/2027 kembali bersiap melanjutkan perjuangannya di kasta teratas Indonesia. Tak terkecuali Persita Tangerang.
Berdasarkan jadwal, Persita Tangerang akan akan menjamu tim promosi Garudayaksa FC di Banten International Stadium (BIS), Serang, Sabtu (10/10/2026) sore pukul 15.30 WIB.
Persita tak terkalahkan dalam tiga laga dengan dua hasil seri dan sekali menang. Mengemas lima poin, tim berjuluk Pendekar Cisadane bercokol di posisi ke-10 klasemen sementara.
Jika bisa mengalahkan Garudayaksa FC, bisa dipastikan posisi tim kebanggaan warga Tangerang akan terkatrol ke atas.
Tim pelatih yang dikepalai Carlos Pena terus menggenjot fisik, stamina, serta kohesi antarlini via latihan internal di Indomilk Arena Stadium.
Untuk menambah semangat bertanding Hokky Caraka dkk, manajemen mendatangkan salah satu legenda sepanjang masa Persita, yakni Cristian Carrasco.
Siapa yang tak kenal Cristian Carrasco. Living legend yang kini berusia 48 tahun sosok beken di Liga Indonesia sekian purnama silam. Aksinya selalu dinanti.
Tombak berpaspor Chile yang di masanya terkenal lewat selebrasi topeng Spiderman pernah memperkuat sederet tim papan atas Indonesia, seperti PSMS Medan, Persebaya Surabaya, Persipura Jayapura, PSM Makassar, dan tentu saja Persita Tangerang.
Cristian Carrasco berkostum Persita cukup lama, dari 2009 hingga 2013. Bersama Persita, Cristian Carrasco membawa Pendekar Cisadane finis sebagai runner-up Divisi Utama Liga Indonesia 2011/2012.
Tidak Melupakan Persita
Meski sudah gantung sepatu, Cristian Carrasco tak pernah melupakan Persita. Terlalu banyak untuk dikenang yang membuatnya harus pulang ke Tangerang.
Terlebih lagi, Cristian Carrasco masih menjalin komunikasi dengan manajemen Persita, termasuk dengan salah satu petinggi klub, yaitu Ahmed Rully Zulfikar.
"Tangerang bisa dibilang dekat dengan ibu kota. Pas aku pindah ke Persita Tangerang, ya memang aman, karena aku sudah janji dengan Ahmed Rully Zulfikar," kata Cristian Carrasco.
Menurut Cristian Carrasco, setelah purna bakti di Persita, ia bernazar menjadikan tim Pendekar Cisadane sebagai klub Indonesia terakhirnya dan ia menuntaskan janjinya.
Setelah bermain di bawah panji-panji Persita, Cristian Carrasco memilih terbang ke Timor Leste, dan di sana ia bermain untuk Assalam.
"Waktu saya masuk di sini, saya janji ini klub terakhir di Indonesia. Saya janji ke dia, saya akan pensiun di sini," ujar Cristian Carrasco.
Momen Tidak Terlupakan
Lebih jauh Cristian Carrasco mengatakan saat ini tim-tim di Indonesia, termasuk Persita menjadi tim yang punya masa depan bagi banyak pemain.
"Namun, menurut saya, di sini di Indonesia, di Tangerang lagi, banyak pemain yang bisa bilang masa depan bagus buat mereka. Hanya saja harus konsisten, harus profesional, dan harus dibantu keluarga," kata Cristian Carrasco.
Dari sekian momen indah yang pernah hadir di Persita, ada momen yang tak akan dilupakan Cristian Carrasco.
"Ya, waktu kita naik ke Divisi Utama. Pada tahun itu juga saya menjadi pemain terbaik. Menurut saya, itu momen yang paling bagus. Paling baik buat saya," kata Cristian Carrasco.