Real Madrid Berjuang Selamatkan Vinicius Junior dari Ancaman Absen di El Clasico

Real Madrid ajukan banding kartu merah Vinicius Junior, tetapi pesimistis bisa tampil pada El Clasico.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Oktober 2026, 12:45 WIB
Wasit Isidro Escuderos mengacungkan kartu merah kepada penyerang Real Madrid, Vinicius Junior (kedua dari kiri), dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Villarreal di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (11/10/2026) dini hari WIB. (Oscar Del Pozo / AFP)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid berencana mengajukan banding atas kartu merah yang diterima Vinicius Junior saat menghadapi Villarreal dalam laga pekan kedelapan Liga Spanyol, Minggu (11-10-2026).

Namun, menurut Marca, Los Blancos secara internal memperkirakan penyerang asal Brasil itu tetap akan absen ketika menghadapi Barcelona pada 25 Oktober mendatang.

Advertisement

Vinicius memulai pertandingan dari bangku cadangan sebelum masuk pada babak kedua.

Ia sempat mencetak gol, tetapi wasit menganulirnya setelah VAR mendeteksi tindakan Vinicius yang menarik rambut bek Villarreal, Nathan Saliba.

Situasi memanas setelah Vinicius melayangkan protes keras terhadap keputusan tersebut.

Wasit kemudian mengusirnya dari lapangan. Sejumlah rekan setim bahkan harus menahan Vinicius agar tidak terus mendekati perangkat pertandingan.

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, juga menunjukkan kemarahannya terhadap wasit dan para asistennya.

Mourinho memilih tidak menghadiri konferensi pers seusai pertandingan untuk menghindari pernyataan yang berpotensi membuatnya menerima sanksi tambahan.


Laporan Wasit Jadi Kendala

Penyerang asal Brasil milik Real Madrid, Vinicius Junior (tengah), ditahan oleh rekan-rekan setimnya saat ia berdebat dengan wasit Isidro Escuderos setelah menerima kartu merah dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Villarreal CF di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 11 Oktober 2026. (Oscar DEL POZO/AFP)

Kendati akan menempuh jalur banding, Real Madrid tidak terlalu yakin bisa membatalkan hukuman terhadap Vinicius.

Marca menyebut laporan resmi wasit Isidro Diaz de Mera menjadi satu di antara alasan utama di balik sikap pesimistis klub ibu kota Spanyol tersebut.

Laporan itu tidak hanya mencatat pelanggaran yang berujung pada kartu merah, tetapi juga memuat perilaku Vinicius setelah diusir dari lapangan.

Bintang Timnas Brasil itu disebut masih melanjutkan protes dengan keras dan berusaha mendekati wasit, meski sejumlah pemain berusaha menahannya.

Catatan resmi mengenai perilaku Vinicius setelah menerima kartu merah dinilai menyulitkan upaya Real Madrid untuk memenangkan banding.


Protes Kartu Kuning Ibrahima Konate

Pemain Real Madrid Yan Diomande mencetak gol dalam laga La Liga antara Real Madrid vs Villarreal di Madrid, Spanyol, Sabtu, 10 Oktober 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Madrid memperkirakan hukuman minimal atas kartu merah dan tindakannya setelah pengusiran sudah cukup untuk membuat pemain berusia 26 tahun itu melewatkan pertandingan melawan Barcelona.

Dengan demikian, peluang Vinicius tampil dalam El Clasico pada 25 Oktober masih terancam, terlepas dari hasil akhir proses banding yang akan diajukan Real Madrid.

Selain memperjuangkan Vinicius, Real Madrid berencana mengajukan banding atas kartu kuning yang diterima Ibrahima Konate pada menit-menit akhir pertandingan.

Mantan bek Liverpool itu mendapat hukuman setelah melakukan tekel terhadap Gerard Moreno.

Menurut penilaian Real Madrid, insiden tersebut tidak layak dianggap sebagai pelanggaran. Apabila kartu kuning tetap berlaku, Konate akan mengoleksi empat kartu kuning dalam delapan pertandingan Liga Spanyol.


Persoalan Perwasitan

Penyerang Real Madrid , Yan Diomande (kanan, nomor punggung 25), merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid dan Villarreal di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada Minggu (11/10/2026). (Oscar Del Pozo / AFP)

Keputusan-keputusan wasit sepanjang pertandingan turut memicu kekecewaan di internal klub.

Real Madrid menerima lima kartu kuning dan satu kartu merah, meski hanya melakukan delapan pelanggaran, sedangkan Villarreal mendapatkan dua kartu kuning dari total 13 pelanggaran.

Para pemain dan staf pelatih Real Madrid juga merasa mendapat perlakuan yang tidak menghargai mereka dari sejumlah anggota tim perwasitan setelah beberapa insiden di lapangan.

Real Madrid sebenarnya menang 1-0 berkat gol Yan Diomande.

Namun, persoalan perwasitan justru menjadi sorotan utama setelah pertandingan, terlebih Los Blancos kini menghadapi kemungkinan kehilangan Vinicius dalam duel domestik terbesar musim ini, melawan Barcelona.

 

Sumber: Sports Mole

Berita Terkait