Bola.com, Jakarta - Lewis Hamilton menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Ferrari setelah meraih hasil mengecewakan pada balapan Formula 1 Grand Prix Singapura.
Padahal, pembalap asal Inggris tersebut mengawali balapan dari posisi ketiga, persis di belakang rekan satu timnya, Charles Leclerc.
Hasil tersebut sejatinya menjadi peluang emas bagi Ferrari untuk mengamankan podium ganda di Sirkuit Marina Bay, Singapura, Minggu (11-10-2026).
Mengingat karakter sirkuit jalan raya yang sangat sulit untuk mendahului, posisi start Hamilton dan Leclerc memberi keuntungan strategis bagi pabrikan asal Italia tersebut.
Pada fase awal balapan, Hamilton yang menggunakan strategi ban lunak atau soft sempat tampil impresif dan mencatatkan kecepatan lebih baik ketimbang Leclerc yang memakai ban medium.
Namun, situasi perlahan berbalik dan menjadi rumit ketika kedua pembalap dipanggil untuk melakukan perhentian pit pertama.
Keputusan Fatal
Petaka bagi Hamilton terjadi saat periode Virtual Safety Car diberlakukan oleh race director.
Ferrari sebenarnya berniat melakukan double stack atau pit stop beruntun bagi kedua pembalapnya karena jarak jeda antara Leclerc dan Hamilton dinilai cukup memadai.
Namun, keputusan keliru diambil oleh juara dunia tujuh kali tersebut. Saat Leclerc masuk ke dalam pit lane untuk mengganti ban, Hamilton justru memilih bertahan dan tetap memacu mobilnya di lintasan.
Keputusan tersebut berbuah fatal bagi sisa balapannya.
Hamilton terpaksa mengarungi sisa putaran dengan kondisi ban lunak yang sudah sangat aus dan kehilangan daya cengkeram, menjadikannya sasaran empuk yang mudah disalip oleh para rival.
Nasib Buruk Hamilton
Posisi Hamilton kian melorot setelah ia kehilangan tempat ketiga dari Kimi Antonelli, sebelum akhirnya terus mendapat tekanan sengit dari Lando Norris.
Saat berupaya mempertahankan posisi dari kejaran pembalap McLaren tersebut, Hamilton sempat melebar keluar lintasan hingga harus diinvestigasi oleh tim stewards.
Kendati terhindar dari sanksi stewards, Hamilton tak lagi mampu membendung serangan Norris yang akhirnya berhasil mengambil alih posisinya.
Nasib buruk Hamilton ditutup pada putaran terakhir saat pembalap Australia, Oscar Piastri, juga berhasil menyalipnya dan memaksa juara dunia tujuh kali itu harus puas finis di urutan keenam.
Begitu menyentuh garis finis, Hamilton langsung mengirimkan pesan penuh penyesalan melalui radio tim atas kesalahan pengambilan keputusan strategi tersebut.
"Maaf teman-teman, saya telah mengecewakan kalian hari ini dengan strategi itu. Keputusan saya membuat kita kehilangan poin berharga. Saya akan berusaha menebusnya di balapan berikutnya," ujar Hamilton.
Sumber: Express